Panitia Loloskan Andi Siswanto Cakades Sidomulyo Mesti Gunakan SK PAW BPD

 

ASAHAN I SUMUT24.co

Akibat adanya dugaan penggunaan Surat Keputusan Pergantian Antar Waktu (SK PAW) palsu yang menyatakan Andi Siswanto sebagai Pengurus BPD Desa Piasa Ulu Periode 2014 sd 2018 yang ditandatangani oleh Abdul Rauf Fadilla (Mantan Camat Tinggi Raja) tertanggal 20 November 2014, sehingga Panitia Pemilihan Kepala Desa Sidomulyo Kecamatan Tinggi Raja Kabupaten Asahan meloloskan secara administrasi kepada Andi Siswanto sebagai Calon Kepala Desa (Cakades).

Dalam hal ini, Lembaga Bantuan Hukum Posko Perjuangan Rakyat (LBH.POSPERA) Asahan yang diketuai oleh Fajar Ritonga selaku kuasa hukum dari Miswati dan Budi Butar Butar yang merupakan Cakades yang dinyatakan gugur oleh Panitia Pemilihan Kepala Desa Piasa Ulu menggelar Konferensi Pers di kantornya yang beralamat di Kompleks Perumahan DL Sitorus, Kisaran, Sabtu (23/07/2022).

“Kita menduga adanya kecurangan dari salah satu Calon Kepala Desa atas nama Andi Siswanto yang diduga menggunakan data palsu namun dinyatakan lolos oleh Panitia Pemilihan Kepala Desa (Kades) Sidomulyo, dan kita menduga adanya permainan antara Cakades atas nama Andi Siswanto dengan Panitia Pemilihan Kepala Desa Sidomulyo”, ucap Fajar Ritonga.

Lebih lanjut Fajar Ritonga menambahkan, bahwa data yang diduga palsu adalah SK PAW yang menyatakan Andi Siswanto sebagai Pengurus Badan Penasehat Desa (BPD) Desa Sidomulyo periode 2014 S/d 2018 yang ditandatangani oleh Abdul Rauf Fadilla tertanggal 20 November 2014, namun setelah kami croschek kebenarannya ditanggal 20 November 2014 Camat Tinggi Raja saat itu di jabat oleh Drs Armansyah (sekarang menjabat Camat di Kisaran Barat), maka kami sangat menduga adanya kesengajaan pemalsuan data yang digunakan oleh Andi Siswanto untuk melaju sebagai Cakades Sidomulyo.

“Kami juga sudah mengumpulkan beberapa berkas sebagai bukti dan juga mengorek keterangan dari beberapa Saksi yang saat itu menjabat sebagai pengurus BPD di Desa Piasa Ulu diantaranya keterangan dari Hairudin Harahap selaku ketua BPD, Zulkarnain Pane Selaku Anggota BPD, Nasirul selaku anggota BPD, yang masing-masing keterangannya mengatakan jika Andi Susilo tidak pernah tercatat sebagai pengurus BPD di Desa Piasa Ulu, dan saksi siap untuk dihadirkan ke persidangan”, ujar Fajar Ritonga.

Selanjutnya Fajar Ritonga juga menyampaikan, bahwa jika pihaknya dari LBH POSPERA Asahan akan mengadakan aksi ke PMD Asahan, pada hari senin tanggal 25 Juli 2022 dengan tuntutan meminta pertanggungjawaban atas kelalaian yang dilakukan oleh pihak PMD Asahan, karena telah mengeluarkan dua Surat Edaran (SE) dengan nomor yang sama, dan sama-sama ditanda tangani oleh Bupati Asahan dengan stempel yang bentuknya berbeda juga makna kajian yang berbeda-beda pula.

“Jelas ini membuat kisruh atau kegaduhan di masyarakat, terlepas alasan Human Eror yang dianggap sangat tidak masuk akal, dan hanya menunjukkan jika kinerja PMD Asahan masih sangat prematur, dan POSPERA Asahan akan mendesak supaya diselesaikan, terutama pihak Aparat Penegak Hukum kiranya bisa mengambil langkah-langkah hukum atas kesalahan yang diduga sengaja diciptakan pihak PMD Asahan”, ujar Fajar Ritonga.

Ditempat yang sama, Miswati saat dimintai pendapatnya oleh awak Media mengatakan, “jujur saya merasa dirugikan atas dugaan kecurangan yang dilakukan oleh Andi Siswanto, mengingat posisi saya berada diposisi ke 6, seandainya tidak ada dugaan kecurangan tentunya saya bisa masuk sebagai Cakades di Sidomulyo,” ungkap Miswati. (tec)