#Pameran Visual Jalanan “BAUR” Maeva Salma : TBSU Wadah Kesenian Warga Sumut

MEDAN | SUMUT24
Dalam rangka meningkatkan jiwa seni dikalangan seniman Indonesia, khususnya Sumatera Utara, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bekerjasama dengan para seniman mural dan berhasil menggelar acara pameran Visual Jalanan yang diselenggarakan di Taman Budaya Sumatera Utara (TBSU), Senin (23/5) malam. Tak hanya itu, acara yang diselenggarakan mulai 23-29 Mei 2016 ini juga sekaligus untuk membangkitkan revitalisasi taman budaya di Indonesia sebagai kebutuhan dan wadah berkesenian bagi masyarakat.

Hal inilah yang diungkapkan Kepala Seksi Seni Rupa Murni Direktorat Kesenian Kemendikbud, Dra.Maeva Salmah M.Si, saat membuka acara pameran Visual Jalanan.

“Pameran yang bertajuk “BAUR” ini merupakan salah satu penguatan program revitalisasi taman budaya. Tak hanya itu hal ini juga sebagai proses dalam memperbaiki mutu dari segala aspek yang ada untuk meningkatkan potensi yang dimiliki sebuah lembaga,” katanya.

Ditambahkan Maeva, wujud dari peningkatan mutu itu sendiri tak lain adalah dengan menggelar pameran, lomba seni rupa, dan workshop. Menurutnya, sedikitnya ada 12 taman budaya di Indonesia, dan pihaknya telah menggelar beberapa kegiatan untuk membangkitkan kunjungan masyarakat ke taman budaya, khususnya di TBSU.

“Acara ini menampilkan beberapa coretan lukisan dinding (mural) yang dihasilkan dari seniman terbaik Indonesia seperti Jakarta, Sumut, dan Aceh. Disini nantinya kita ingin memfasilitasi dan mengawasi para seniman mural agar tetap berkarya dalam koridor-koridor yang ditentukan,” katanya.

Sementara itu Kepala TBSU, JK Kaban M.Sn, menambahkan pihaknya turut mengapresiasi pagelaran tersebut. Selain itu, kegiatan ini juga untuk menonjolkan bakat-bakat bagi seniman Sumut dan menghidupkan TBSU sebagai wadah berkesenian warga. “Kita berterimakasih dengan adanya acara ini, semoga acara ini bisa terus dilakukan guna menggali potensi para seniman Sumut dan TBSU menjadi wadah mereka berkarya,” kata JK Kaban.

Di tempat terpisah, Kuratorial Pameran Visual Jalanan, Andang Kelana, mengaku acara ini didukung oleh beberapa partisipan seniman mural yang ada di Jakarta, Aceh, dan Sumut. “Lukisan ini kita datangkan dari para seniman yang di Jakarta, Aceh, dan Sumut. Mereka juga hadir dengan membawa komunitasnya dalam acara ini, seperti komunitas Agung “ABE” Natael, Akar Imaji, Bujangan Urban, Me&Art, dan masih banyak lagi,” katanya.

Ia menambahkan, tidak hanya para seniman yang memproduksi objek visual di jalanan, tetapi publik juga secara kritis memproduksi objek visual dengan caranya sendiri. “Visual Jalanan juga mengundang individu maupun kelompok yang terinspirasi dari objek-objek yang ditemukan di jalanan,” tambahnya.

Dalam kegiatan ini tampak di pajangkan beberapa lukisan di ruang pameran TBSU dan juga dibarengi dengan pemutaran video tentang kehidupan Metropolitan. Sedangkan antusias warga untuk melihat pameran ini juga cukup tinggi karena juga diselingi dengan hiburan musik alirah hip-hop yang membuat pengunjung nyaman berada di pameran tersebut. (dio)