Orangtua – Anak Berinteraksi Sejak Masa Golden Age

366

Medan | Sumut24

Menyadari pentingnya keluarga dengan mengungkapkan cinta dengan pelukan hangat dan sentuhan selembut kulit bayi. Maka sangat diperlukan interaksi orang tua dengan anak sejak masa golden age hingga usia lima tahun, memiliki dampak besar terhadap proses tumbuh kembang anak.

Interaksi orang tua dan anak bisa dilakukan dengan banyak cara. Komunikasi tatap muka yang menyenangkan, memberikan sentuhan, termasuk pelukan, merupakan bagian dari stimulasi untuk balita.

Berdasarkan studi dari Unicharm Jepang berkolaborasi dengan Profesor Hideki Ohira dari Nagoya University Jepang bahwa studi membandingkan pelukan yang diberikan oleh ibu kepada bayi dengan bernapas normal dan dengan bernapas dalam-dalam. Ketika ibu bernapas dalam, pelan, dan intens, terjadi penurunan interval denyut jantung yang menimbulkan peningkatan rasa tenang dan rileks hingga tiga kali lipat dibandingkan jika ibu memeluk bayi sambil bernapas biasa.

Selain itu studi ini membandingkan efek rasa nyaman dan bahagia yang timbul sebelum dan setelah ibu memeluk bayinya. Setelah berpelukan, efek rasa nyaman dan bahagia meningkat menjadi sampai dengan 106% dibandingkan dari kondisi sebelum berpelukan. Fenomena peningkatan kenyaman dan kebahagiaan ini tidak hanya terjadi pada hanya salah satu pihak saja melainkan kepada keduanya yaitu ibu dan bayinya.

Memilih produk popok sekali pakai yang memeluk lembut di kulit merupakan salah satu cara orang tua memberikan kenyamanan untuk si Kecil. Faktor penting dalam pemilihan popok adalah untuk menjaga kulit bayi tetap kering dan terlindungi dari risiko iritasi. MamyPoko dengan inovasi produk yang selalu berkembang untuk memenuhi kebutuhan ibu dan bayi Indonesia tetap focus untuk memberikan perlindungan yang begitu lembut di kulit demi kenyamanan si Kecil.

Memahami kondisi kesibukan ibu baik di rumah ataupun bekerja sehingga terkadang hanya sedikit waktu untuk melakukan interaksi skin-to-skin dengan si Kecil. Pelukan adalah ekspresi cinta penuh kekuatan yang mampu memberi kebahagiaan untuk semua yang mendapatkannya. Tak hanya memberikan kebahagiaan, pelukan pun berdampak pada kondisi kulit.

Menurut dr. Titi Lestari Sugito, Sp.KK (K), Penasihat Kelompok Studi Dermatologi Anak Indonesia – Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit & Kelamin (Perdoski), kulit adalah cerminan dari semua respons dari dalam tubuh. “Respons psikis akan tecermin di kulit. Jika psikis sehat, kulit pun sehat,” katanya Minggu (25/9).

Ketua Perdoski (2008-2011) itu menjelaskan, pada kulit terdapat banyak saraf sensorik sehingga sentuhan pada kulit akan memberikan rangsangan secara psikologis kepada anak. Melalui sentuhan atau pelukan anak akan merasa disayang, nyaman, aman, inilah yang membuat sentuhan atau pelukan berdampak pada psikologi anak.

“Sentuhan, love touch, kepada bayi sangat berpengaruh ke kulit. Melalui saraf sensoris kulit akan merangsang efek psikologis bayi, kemudian tecermin kembali pada kulit. Bayi yang nyaman, aman, merasa disayang, tampak melalui kulit. Tandanya kulit sehat, berseri, cerah, bersih, tidak kusam, tidak pucat, lembut saat disentuh, kenyal, halus, tidak bersisik,” tuturnya.

Selain melalui pelukan dan sentuhan, lanjut dr. Titi, psikis bayi yang sehat juga bisa didapatkan dari perawatan kulit bayi yang tepat. “Yang terpenting adalah terjaga kebersihannya dan kulitnya terproteksi,” katanya.
Dalam menjaga kebersihan kulit bayi dan memproteksinya dengan skincare, hal utama yang perlu diperhatikan lebih adalah penggunaan popok sekali pakai. Artinya, tiap kali mengganti popok, kebersihan kulit bayi perlu lebih diperhatikan.

Lebih lanjut Masaaki Takahashi, President Director PT Unicharm Indonesia menjelaskan, sentuhan cinta dengan pelukan ini juga dapat dirasakan bayi pada lapisan atas bagian popok MamyPoko yang diakui kering dan tidak bocor. Sebagai bentuk cinta kasih kepada anak-anak Indonesia yang kurang beruntung, MamyPoko mengajak keluarga Indonesia.

Menjelajahi sentuhan cinta dengan berdonasi lewat pelukan. “Melalui donasi pelukan dan donasi popok MamyPoko ini anak-anak balita yang kurang beruntung dapat merasakan sentuhan cinta dari keluarga Indonesia. Kulit lembut anak balita juga terjaga dengan penggunaan popok selembut kulit bayi,” pungkasnya.(W04)

Loading...