ODP Corona di Sumut 3.080, Deli Serdang Terbanyak Disusul Medan

152

ODP Corona di Sumut 3.080, Deli Serdang Terbanyak Disusul Medan

Medan I Sumut24.co
Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Sumatera Utara, dr Aris Yudhariansyah mengatakan jumlah orang dalam pemantauan (ODP) virus corona (COVID-19) di Sumut terus meningkat.

Hingga Kamis (26/03/2020) pukul 17.00 WIB, jumlahnya mencapai 3.080 orang.

“Jika dibandingkan dengan hari sebelumnya, Rabu (25/03/2020) ada 1.976 orang.

Sehingga telah terjadi peningkatan jumlah sebesar 35,8 persen.

Advertisement

Untuk sebaran ODP saat ini yang terbesar ada di Kabupaten Deliserdang kemudian disusul Kota Medan,” katanya dalam konferensi pers Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Sumut, Kamis (26/03/2020),

Sementara itu, untuk jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) di Sumut juga terjadi peningkatan menjadi 71 orang yang tersebar di lima kabupaten/kota.

Artinya kata dia, terjadi peningkatan 22,5 persen dari sebelumnya 55 orang.

“Sedangkan untuk jumlah positif COVID-19 dari data yang kami terima masih sembilan orang,” jelasnya.

Aris mengatakan saat ini gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 sudah mempersiapkan rumah sakit rujukan, di mana salah satunya adalah RS GL Tobing, kemudian Marta Friska, tempat isolasi di BP SDM Provinsi Sumut, Wisma Atlet Pancing dan beberapa Rumah Sakit lain.

“Kita juga sudah menerima barang-barang berupa alat bantu untuk menegakkan diagnosa penderita COVID-19. Antara lain 3.600 set alat periksa cepat (rapid test), 1.000 VTM yang digunakan untuk pemeriksaan swab, serta 3.500 set APD yang akan segera didistribusikan ke rumah sakit yang merawat pasien COVID-19,” tambahnya.

Pemerintah pusat, lanjut Aris, juga sudah membagi kategori prioritas yang akan mendapat rapid test ini, ialah mereka yang mendapatkan kontak erat dengan pasien terkonfirmasi COVID-19, serta tenaga medis yang melakukan pelayanan terkait virus corona, bahkan termasuk petugas front officejuga menjadi prioritas.

“Kami tetap mengingatkan masyarakat agar melaksanakan social distancing yang saat ini menjadi physical distancing. Jadi bukan hanya menjaga diri untuk tidak di luar rumah melainkan di dalam rumah juga tetap diterapkan,” ujarnya. (Red).

menegakkan diagnosa penderita COVID-19. Antara lain 3.600 set alat periksa cepat (rapid test), 1.000 VTM yang digunakan untuk pemeriksaan swab, serta 3.500 set APD yang akan segera didistribusikan ke rumah sakit yang merawat pasien COVID-19,” tambahnya.

Pemerintah pusat, lanjut Aris, juga sudah membagi kategori prioritas yang akan mendapat rapid test ini, ialah mereka yang mendapatkan kontak erat dengan pasien terkonfirmasi COVID-19, serta tenaga medis yang melakukan pelayanan terkait virus corona, bahkan termasuk petugas front officejuga menjadi prioritas.

“Kami tetap mengingatkan masyarakat agar melaksanakan social distancing yang saat ini menjadi physical distancing. Jadi bukan hanya menjaga diri untuk tidak di luar rumah melainkan di dalam rumah juga tetap diterapkan,” ujarnya. (Red).

Loading...