Jumat, 30 Oktober 2026

Mubes ke-16 PPTSB Tahun 2026, Ketum Edison Sinaga Tekankan Persatuan dan Kesatuan Marga Sinaga

Administrator - Jumat, 30 Oktober 2026 13:42 WIB
Mubes ke-16 PPTSB Tahun 2026, Ketum Edison Sinaga Tekankan Persatuan dan Kesatuan Marga Sinaga

MEDAN – Musyawarah Besar (Mubes) ke-16 Persatuan Pomparan Toga Sinaga Boru dan Bere (PPTSB) Tahun 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan, mempererat persaudaraan, serta menentukan arah pengembangan organisasi keluarga besar Sinaga di seluruh Indonesia.

Baca Juga:

Dalam pembukaan Mubes tersebut, Prof. Dr. Jon Piter Sinaga menyampaikan sambutan selaku Ketua Panitia. mengungkapkan bahwa pelaksanaan Mubes diikuti 111 cabang dari total 147 cabang serta 18 wilayah dari 20 wilayah yang ada di Indonesia.

Menurut Jon Piter, tingginya partisipasi tersebut menunjukkan semakin kuatnya ikatan persaudaraan keluarga besar Toga Sinaga, Boru dari Aceh hingga Papua.

Ia mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan dalam persiapan dan pelaksanaan kegiatan. Namun, hal itu diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk membawa PPTSB semakin maju.

Jon Piter juga menjelaskan bahwa pelaksanaan Mubes tahun ini menerapkan sistem hybrid, yakni secara langsung dan daring, termasuk penggunaan sistem paperless sebagai bagian dari penyesuaian organisasi terhadap perkembangan teknologi.


"Persatuan dan kesatuan harus terus kita perkuat. Mari kita rawat dan jaga persaudaraan agar PPTSB menjadi organisasi yang semakin solid dan memberikan manfaat bagi seluruh anggotanya," demikian pesan yang disampaikan dalam sambutan panitia.

Sementara itu, mewakili Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Nasution, Agustinus Panjaitan menyampaikan salam, penghargaan, dan apresiasi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara kepada keluarga besar PPTSB atas terselenggaranya Mubes ke-16.

Dalam sambutannya, Agustinus berharap Mubes dapat berjalan lancar serta menghasilkan keputusan yang bermanfaat bagi organisasi, masyarakat, dan pembangunan Sumatera Utara.

Ia menegaskan, musyawarah besar bukan hanya forum membahas kepengurusan dan program kerja, tetapi juga menjadi wadah menyatukan pandangan, mengevaluasi perjalanan organisasi, serta menentukan arah perjuangan ke depan.

Menurutnya, PPTSB memiliki peran strategis dalam merawat ikatan kekeluargaan, memperkuat persaudaraan, serta menjaga nilai-nilai adat dan budaya yang diwariskan para leluhur.

"Adat dan budaya bukan hanya warisan masa lalu, melainkan sumber nilai yang dapat membimbing kita membangun kehidupan masa kini dan masa depan," menjadi salah satu pesan penting dalam sambutannya.


Agustinus juga mengajak PPTSB memberikan ruang lebih luas kepada generasi muda agar tetap memahami dan melestarikan nilai-nilai luhur, seperti penghormatan kepada orang tua, kepedulian terhadap sesama, gotong royong, dan tanggung jawab sosial.

Ia menambahkan, pembangunan Sumatera Utara tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan dan organisasi adat.

Hal tersebut sejalan dengan visi pembangunan Sumatera Utara, yakni Kolaborasi Sumut Berkah menuju Sumatera Utara yang unggul, maju, dan berkelanjutan.

Ketum PPTSB Tekankan Persatuan dan Kemandirian Organisasi

Dalam sambutannya, Ketua Umum PPTSB, Ir. Edison Sinaga, menekankan pentingnya menjaga persatuan dan menghindari polarisasi di tengah keluarga besar organisasi.

Ia menyebutkan, PPTSB memiliki kekuatan besar dengan jaringan sekitar 20 provinsi dan 157 kabupaten/kota serta jumlah anggota yang diperkirakan lebih dari satu juta orang.

Menurut Edison, besarnya potensi tersebut harus menjadi kekuatan untuk mengembangkan organisasi, bukan justru menjadi alasan munculnya kelompok-kelompok berdasarkan daerah atau kepentingan tertentu.

Edison juga menyoroti pentingnya kemandirian organisasi melalui kepemilikan aset tetap. Ia mengungkapkan bahwa PPTSB telah memiliki tanah, gedung kantor, dan Wisma Tosin dengan luas lahan sekitar 5.297 meter persegi.

Ia menyampaikan apresiasi kepada pengurus terdahulu, khususnya Saibun, atas dukungan dan perjuangan dalam proses penataan aset organisasi hingga dilakukan balik nama menjadi atas nama PPTSB pada Desember 2024.

Selain itu, Edison mengapresiasi dedikasi para ketua wilayah dan pengurus cabang yang rela menempuh perjalanan jauh, bahkan hingga belasan jam melalui medan sulit, demi membesarkan organisasi.

Ia mengingatkan seluruh peserta Mubes agar tidak menjadikan perbedaan pandangan sebagai sumber perpecahan.

"Jangan sampai pengorbanan besar untuk menghadiri Mubes ini justru berakhir dengan perpecahan. Kita harus menyatu dan mengutamakan persaudaraan. Siapa pun yang nantinya mendapat amanah kepemimpinan, persatuan PPTSB harus tetap menjadi prioritas," menjadi pesan utama Ketua Umum PPTSB.

Edison berharap Mubes ke-16 menjadi momentum memperkuat konsolidasi organisasi, menjaga aset, menghargai jasa para pendahulu, serta memberikan ruang kepada generasi muda untuk ikut membangun PPTSB.

Dengan semangat persaudaraan dan gotong royong, PPTSB diharapkan semakin solid dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, daerah, serta bangsa Indonesia.rel

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru