Kamis, 08 Oktober 2026

Dukung Asta Cita, Pemkab Madina Dorong Alih Lahan Ganja Jadi Sentra Bawang Putih, 170 Hektare Disiapkan

Administrator - Kamis, 08 Oktober 2026 11:25 WIB
Dukung Asta Cita, Pemkab Madina Dorong Alih Lahan Ganja Jadi Sentra Bawang Putih, 170 Hektare Disiapkan
Baca Juga:

Medan | Sumut24.co

Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, menyiapkan lahan seluas 170 hektare untuk pengembangan budi daya bawang putih. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya daerah mendukung program swasembada pangan pemerintah pusat.

Wakil Bupati Mandailing Natal, Atika Azmi Utammi Nasution, mengatakan kesiapan lahan tersebut telah disampaikan dalam Rapat Koordinasi dan Audiensi Pelaksanaan Kegiatan Bawang Putih Tahun 2026 serta Persiapan Tahun 2027.

Rapat tersebut berlangsung di Aula Lantai I Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan, Rabu, 7 Oktober 2026.

Menurut Atika, Pemkab Madina telah mengajukan permohonan kepada Direktorat Hortikultura Kementerian Pertanian untuk mendukung pengembangan bawang putih di daerah tersebut pada tahun anggaran 2027.

"Kami memasukkan permohonan ke Direktorat Hortikultura Kementerian Pertanian sekitar 170 hektare untuk penanaman bawang putih tahun anggaran 2027," ujar Atika.

Ia menjelaskan, pengajuan tersebut berkaitan dengan dukungan sarana produksi pertanian (saprodi) yang nantinya diharapkan dapat difasilitasi Direktorat Hortikultura Kementerian Pertanian.

Sementara untuk kebutuhan alat dan mesin pertanian (alsintan), Pemkab Madina akan berkoordinasi dengan Direktorat Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP).

Selain mengajukan lahan untuk program bawang putih, Pemkab Madina juga mendorong adanya pendampingan dari pemerintah pusat dalam pengembangan komoditas tersebut.

Salah satu gagasan yang disampaikan Atika adalah menjadikan lahan yang selama ini diketahui sebagai lokasi tanaman ganja sebagai bagian dari kajian Kementerian Pertanian untuk kemungkinan dialihkan menjadi lahan produktif bagi komoditas bawang putih.

Menurut Atika, pengembangan tersebut tetap membutuhkan sejumlah prasyarat, terutama berkaitan dengan infrastruktur dan kepastian pasar.

"Tentu dengan catatan, akses dibetulkan kemudian ada juga kepastian hasil panen petani ada pembelinya," katanya.

Dengan demikian, pengembangan bawang putih di Madina tidak hanya diarahkan pada persoalan produksi. Pemerintah daerah juga menilai akses menuju lokasi pertanian serta kepastian penyerapan hasil panen menjadi faktor penting agar program tersebut dapat berjalan berkelanjutan.

Atika mengatakan luas lahan yang diajukan untuk tahap awal masih sekitar 170 hektare. Salah satu pertimbangannya adalah karakteristik tanaman bawang putih yang membutuhkan kondisi geografis tertentu.

Bawang putih umumnya dikembangkan pada wilayah dengan ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl). Sementara di wilayah Madina dengan karakteristik tersebut, sebagian lahan telah dimanfaatkan masyarakat untuk tanaman kopi dan berbagai komoditas hortikultura lainnya.

Selain itu, bawang putih juga tergolong komoditas yang relatif baru dikembangkan secara khusus di Madina. Karena itu, Pemkab Madina memandang perlu adanya proyek percontohan atau pilot project sebelum pengembangannya diperluas.

"Ini bagian dari dukungan Pemkab Madina mewujudkan swasembada pangan sesuai Asta Cita Pak Presiden, khususnya swasembada bawang putih," kata Atika.

Pengembangan tahap awal tersebut diharapkan dapat menjadi dasar untuk melihat kesesuaian lahan, pola budi daya, produktivitas, hingga peluang ekonomi yang dapat diperoleh masyarakat.

Pemkab Madina juga membuka peluang kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk mengoptimalkan lahan-lahan tidur yang dinilai sesuai dengan kebutuhan budi daya bawang putih.

Atika mengatakan masih terdapat lahan yang berpotensi dimanfaatkan masyarakat untuk kegiatan pertanian produktif.

"Lahan-lahan tidur ini tentu masih banyak di Mandailing Natal yang harapannya dapat digunakan, dimaksimalkan oleh masyarakat," ujarnya.

Menurutnya, pemanfaatan lahan tidur tidak hanya dapat mendukung peningkatan produksi pangan, tetapi juga membuka peluang baru bagi masyarakat melalui pengembangan komoditas hortikultura.

Dengan persiapan lahan 170 hektare, dukungan sarana produksi, kebutuhan alsintan, perbaikan akses, serta kepastian pasar, Pemkab Madina berharap pengembangan bawang putih dapat menjadi salah satu langkah konkret memperkuat sektor pertanian daerah.

Program tersebut sekaligus diarahkan untuk mendorong masyarakat mengoptimalkan lahan yang tersedia sehingga memiliki nilai ekonomi dan mendukung agenda swasembada pangan secara berkelanjutan.zal

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Bupati Asahan Luncurkan ASTABRATA, Inovasi Tata Kelola Berbasis Data untuk Tekan Angka Kemiskinan Secara Tepat Sasaran
Asta Cita Hijau: Membangun Indonesia Emas Tanpa Merusak Bumi
Asta Cita dan Ekonomi Hijau: Perdagangan Karbon sebagai Mesin Pertumbuhan Baru
Diaspora Indonesia dan Jalan Tengah Negara: Menjawab Polemik Keadilan Kebijakan Imigrasi dalam Perspektif Asta Cita Presiden Prabowo
Jalur Legendaris Pastap Julu–Sigantang Segera Dibuka, Madina dan Pasbar Bersatu Bangun Konektivitas
Menjaga Gerbang Negara di Era Tanpa Batas dalam Visi Asta Cita
komentar
beritaTerbaru