Jumat, 20 Maret 2026

Ramadan Penuh Makna: Haji Teuku Soelaiman dan Getaran Hati di Masjid Agung Medan

Administrator - Jumat, 20 Maret 2026 20:35 WIB
Ramadan Penuh Makna: Haji Teuku Soelaiman dan Getaran Hati di Masjid Agung Medan
H T Soelaiman
MEDAN | Sumut24.co

Baca Juga:


Haji Teuku Soelaiman, salah seorang donatur kegiatan Ramadan di Masjid Agung Medan, memilih berdiri di balik layar.

Namun dari perannya yang senyap itu, lahir kontribusi besar yang memungkinkan ribuan jamaah menikmati berbuka puasa bersama dan mengikuti iktikaf dalam suasana khusyuk sepanjang bulan suci.

Bersama beberapa donatur lainnya, ia turut menalangi pembiayaan kegiatan Ramadan yang dihadiri puluhan ribu jamaah tersebut.

Menariknya, seluruh rangkaian kegiatan—dari berbuka puasa hingga iktikaf malam-malam ganjil—terselenggara tanpa menggunakan dana kas masjid maupun tabungan infak, melainkan murni dari keikhlasan para dermawan.

Bagi Soelaiman, keterlibatan itu bukan sekadar partisipasi sosial. Ada getaran batin yang ia rasakan setiap kali menyaksikan jamaah berbuka dan beribadah dengan tenang di masjid kebanggaan masyarakat Sumatera Utara itu.

Bagi Soelaiman, keterlibatannya bukan sekadar soal memberi, melainkan pengalaman spiritual yang menggugah.

"Gembira sekali saya bisa ikut berpartisipasi membantu pelaksanaan kegiatan Ramadan di Masjid Agung Medan, baik untuk berbuka puasa bersama maupun mendukung iktikaf pada malam-malam ganjil," ujarnya saat ditemui wartawan.

Namun lebih dari sekadar kegembiraan, ia mengaku merasakan sesuatu yang jauh lebih dalam.

"Saya mengakui, sangat bergetar hati saya ikut dalam kegiatan Ramadan ini," tuturnya pelan, seolah menimbang setiap kata.

Getaran itu, menurutnya, lahir dari keyakinan bahwa apa yang dilakukan bukan sekadar aktivitas sosial, melainkan ibadah yang dirancang dengan niat tulus dan dijalankan secara amanah.

Ia mengapresiasi peran Badan Kenaziran Masjid Agung Medan yang dikoordinasikan oleh H Yuslin Siregar.

Baginya, kesempatan untuk ikut terlibat sebagai donatur adalah ruang berharga untuk menunaikan amal di bulan yang hanya datang setahun sekali.

"Ini kegiatan yang kita rasakan betul-betul ikhlas, ada perencanaan, dan dijalankan dengan amanah. Kita merasa diberi kesempatan untuk beramal di bulan penuh berkah. Ada ketenangan di dalam batin," katanya.

Ketenangan itulah yang menjadi jawaban atas mengapa ia dan para donatur lainnya bersedia berkontribusi dalam jumlah besar. Bagi mereka, setiap hidangan berbuka yang tersaji, setiap nasi sahur yang dinikmati jamaah iktikaf, bukan sekadar bantuan—melainkan bagian dari amal saleh yang diharapkan diterima Allah SWT.

Dalam suaranya yang tetap tenang, Soelaiman juga menyelipkan harapan besar tentang masa depan umat, khususnya generasi muda.

"Harapan kita, kegiatan seperti ini terus digiatkan, terutama untuk anak-anak muda—pelajar, mahasiswa—agar tumbuh generasi Islam yang kuat, yang bisa membentengi diri dari pengaruh negatif seperti narkoba, dan lebih dekat kepada ibadah," ujarnya.

Di Masjid Agung Medan, Ramadan tahun ini bukan hanya tentang angka—bukan hanya puluhan ribu jamaah yang berbuka atau ribuan yang beriktikaf.

Lebih dari itu, ia adalah ruang perjumpaan antara keikhlasan dan kebutuhan, antara tangan yang memberi dan hati yang menerima.
Dan di sanalah, seperti yang dirasakan H.T. Soelaiman, kebaikan menemukan maknanya yang paling dalam kehidupan.red/zul

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Sumber
:
SHARE:
Tags
H
beritaTerkait
PKB Sergai Pererat Silaturahmi dengan Insan Pers Melalui Buka Puasa Bersama
Semangat Ramadhan, Bid Humas Polda Sumut Turun ke Jalan Berbagi Takjil untuk Masyarakat
Akhiri Safari Ramadhan, Majelis Dakwah PW Al Washliyah SUMUT I'tikaf dan Sahur Bersama di Pedalaman Kabupaten Karo
Humanis! Kapolres Padang Lawas Berbagi Bingkisan Lebaran, Pererat Sinergi dengan Media
Harun Mustafa Pimpin Aksi Nyata! Bantuan IMI–Gemira Sumut Sentuh Warga Huntara Tapsel di Ramadan 2026
Masuk Usia 14 Tahun, Sumut24 Siap Terus Berkembang dan Berinovasi
komentar
beritaTerbaru