Senin, 16 Februari 2026

DPR RI Kawal Ketat Hilirisasi Bauksit, Inalum Optimistis Smelter Mempawah Jadi Motor Ekonomi Nasional

Administrator - Senin, 16 Februari 2026 18:15 WIB
DPR RI Kawal Ketat Hilirisasi Bauksit, Inalum Optimistis Smelter Mempawah Jadi Motor Ekonomi Nasional
Sumut24
Ketua Tim Komisi VI DPR RI, Eko Hendro Purnomo, saat pertemuan dengan Direktur Utama PT Inalum, Melati Sarnita, terkait pembahasan SGARfase 2.(SUMUT24)
sumut24.co -
SUMUT24.co l BATUBARA, Penguatan hilirisasi pertambangan nasional terus dipertegas dalam memastikan pembangunan Smelter Aluminium Mempawah dan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase 2 yang berjalan sesuai target.

Baca Juga:
Hal itu dibuktikan dengan Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI ke Provinsi Kalimantan Barat. Agenda yang digelar di Kota Pontianak, pada Februari 2026 sebagai bentuk dukungan serta mengawal ketat hilirisasi tersebut.

Kunjungan dipimpin Ketua Tim Komisi VI DPR RI, Eko Hendro Purnomo, sebagai bagian dari fungsi pengawasan terhadap proyek hilirisasi bauksit yang digarap PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum). Proyek tersebut terintegrasi dari hulu ke hilir, mulai dari pengolahan bauksit menjadi alumina hingga aluminium, yang berlokasi di Mempawah, Kalimantan Barat.

Dalam pertemuan tersebut, Inalum memaparkan progres groundbreaking pembangunan Fasilitas Pengolahan dan Pemurnian Bauksit–Alumina–Aluminium di Mempawah. Proyek ini diproyeksikan menjadi tonggak penting kemandirian industri aluminium nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan baku dan produk jadi.

Direktur Utama Inalum, Melati Sarnita, menyampaikan optimisme terhadap masa depan industri aluminium nasional.

"Kami optimistis integrasi pasokan bauksit, pemurnian alumina, hingga pengolahan aluminium akan menjadi motor penggerak ekonomi yang tangguh bagi masa depan industri aluminium nasional,"kata Melati dalam keterangan resmi diterima Sumut24.co, Senin (16/2/2026).

Sebelumnya, Eko Hendro Purnomo menegaskan, kunjungan pihaknya tidak sekadar seremonial, melainkan langkah konkret untuk mengidentifikasi kendala teknis, regulasi, hingga tantangan global yang berpotensi memengaruhi proyek hilirisasi aluminium.

"Komisi VI DPR RI komitmen mengawal agenda hilirisasi mineral di Kalimantan Barat. Kunjungan kerja spesifik ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan untuk memastikan proyek hilirisasi bauksit melalui Fasilitas Pengolahan dan Pemurnian Bauksit–Alumina–Aluminium di Mempawah berjalan sesuai target, tepat waktu dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian daerah serta nasional,"kata Eko.

Ia menyebut, pengembangan SGAR Fase 2 dan Smelter Aluminium Mempawah sangat strategis dalam memperkuat struktur industri nasional berbasis sumber daya alam. Dengan nilai tambah yang dihasilkan dari proses hilirisasi, Kalimantan Barat diharapkan tidak lagi sekadar menjadi daerah penghasil bahan mentah, melainkan pusat industri pengolahan bernilai tinggi.

Langkah pengawasan aktif
"Komisi VI DPR RI akan aktif dalam pengawasan, sehingga hilirisasi bukan hanya agenda kebijakan, tetapi prioritas nasional yang harus diwujudkan secara nyata dan terukur. Jika berjalan sesuai rencana, proyek ini diyakini akan membuka lapangan kerja, meningkatkan penerimaan negara, serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok aluminium global,"ucap Eko.(Jo)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Bambang Sumantri
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kapolri dan Ketua Komisi IV DPR RI Salurkan 16 Truk Bantuan untuk Korban Bencana di Tapanuli Tengah
Inalum Hilirisasi, Bangun Smelter Terpadu Rp104 Triliun di Kalbar
Danantara Groundbreaking Enam Proyek Hilirisasi Senilai US$7 Miliar, Untuk 6.000 Lapangan Kerja Tercipta
Atasi Kemacetan, Pemko Medan Usulkan Penanganan Jalan di Simpang Titipapan ke Komisi V DPR RI
Bupati Bersama Anggota DPRD RI Dan DPRD Pakpak Bharat Panen Cabai Merah
ISEI Tekankan Hilirisasi dan Industrialisasi, Mampukah Jadi Jalan Menuju Indonesia Emas 2045?
komentar
beritaTerbaru