sumut24.co -Labuhanbatu, Tindakan Law enforcement terhadap peredaran narkoba gencar terus dilakukan oleh Satuan Reserse Narkoba dibawah Komando Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara AKP SM Lumbangaol SH.
Baca Juga:
Penangkapan terhadap pengedar narkoba dalam dua tempat yang berbeda di hari yang sama, Senin,(8/09/2025) berhasil dilaksanakan oleh
Satres Narkoba Polres Labuhanbatu Selatan dibawah komando Kanit 1 IPDA Apma Adon SH,MH."Kita tetap komitmen memberantas peredaran narkoba sebagaimana komando dari Kapolri hingga ke Kapolres, sekali gerak hari itu 2 pengedar kita sikat. Kami istilahkan, sekali tepuk 2 lalat kita sikat,"kata Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu Selatan AKBP SM Lumbangaol SH seraya tertawa.
Mantan Kapolsek Bilah Hilir itu menyebutkan, penangkapan pertama terhadap AA (25) di Dusun Napa Sigadung Laut,Desa Ujung Gading, Kecamatan Sungai Kanan sekira pukul 17.00 WIB.Ada pun hasil barang bukti tangkapan yang disita dari pelaku, lanjutnya, 16 paket plastik klip transparan berisi sabu - sabu dengan berat total 32,67 gram bruto, 1 buah dompet berbalut lakban, 1 unit handphone Merk Oppo warna biru dan 1 buah timbangan elektrik.
"Hasil interogasi kita, pelaku mengaku mendapatkan narkotika jenis sabu sabu itu diperoleh dari seorang pria berinisial U, warga Padang Lawas Utara,"ujar Kasat Narkoba.Setelah melaksanakan target operasi di wilayah itu, sambungnya lagi, tim 1
Satres Narkoba bergerak lanjut menuju ke Desa Pekan Tolan, Kecamatan Kampung Rakyat.
"Di sana tim melakukan pemantauan dan berhasil menangkap terduga pengedar narkoba berinisial SR alias S (49) di Jalan Aikorsit sekira pukul 22.30 WIB,"terang AKP SM Lumbangaol.Pelaku pun diboyong ke kantor
Satres Narkoba Polres Labuhanbatu Selatan sekaligus dengan barang bukti yang didapat yaitu, 12 paket plastik klip transparan berisi sabu - sabu dengan berat bruto 6,39 gram, 2 bungkus plastik klip kosong, uang tunai Rp44.000, 1 buah pipet berbentuk skop dan 1 unit handphone Oppo warna abu-abu.
"Kita memburu D warga A3 Tolan selaku pemasok narkoba sesuai pengakuan SR, namun target tidak kita temukan, dugaan kemungkinan gerak kita sudah bocor. Sebab di lapangan, setiap bandar selalu memasang informan atau istilah lapangan kenzero. Langsung beri informasi kalau ada polisi masuk,"imbuhnya mengakhiri.( Joko W).
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News