sumut24.co -Padangsidimpuan, Suasana di depan pos lalu lintas Kota Padangsidimpuan, Jumat sore (5/9/2025), mendadak penuh haru. Warga Kelurahan Wek III menggelar aksi penggalangan dana untuk membantu Abqari Lubis, balita yang tengah berjuang melawan tumor perut dan kini dirawat intensif di RSU H. Adam Malik Medan.
Baca Juga:
Masyarakat terlihat antusias membawa spanduk besar serta kotak donasi, sambil mengajak para pengguna jalan ikut menyumbang. Di tengah semangat warga, hadir sebuah kejutan yang membuat momen itu semakin menyentuh hati.Sekelompok pengendara motor gede (
Moge) yang sedang dalam perjalanan menuju Kota Sibolga, tiba-tiba menghentikan laju kendaraan mereka. Alasan mereka sederhana: spanduk besar bertuliskan permohonan bantuan untuk Abqari, berhasil mengetuk hati.
"Begitu kami melihat spanduk yang dibentangkan anak-anak, hati kami langsung tergerak. Kami putuskan berhenti sejenak untuk ikut membantu. Ini murni karena rasa kemanusiaan," ungkap Supriyanto, salah satu anggota komunitas
Moge.Menurutnya, donasi itu tidak direncanakan sebelumnya. Namun, semangat warga yang turun ke jalan membuat mereka merasa perlu mengambil bagian. "Kami benar-benar terharu melihat kebersamaan ini. Solidaritas masyarakat Padangsidimpuan sangat luar biasa," tambahnya.
Koordinator aksi penggalangan dana, Rully, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Ia menyampaikan terima kasih atas kepedulian komunitas
Moge yang rela berhenti di tengah perjalanan untuk memberikan bantuan."Kami sangat berterima kasih atas donasi dan doa yang diberikan. Semoga kebaikan para pengendara
Moge dibalas dengan keberkahan dan keselamatan dalam perjalanan mereka," ujar Rully sambil melambaikan tangan ketika rombongan kembali melanjutkan perjalanan.
*Harapan untuk Abqari*
Aksi penggalangan dana ini tidak berhenti hanya di satu titik. Warga berencana melanjutkan kegiatan di beberapa lokasi strategis di Kota Padangsidimpuan. Harapan mereka sederhana: semakin banyak orang yang tergerak untuk membantu Abqari melawan penyakitnya.Solidaritas yang terjalin sore itu bukan hanya tentang uang, tetapi juga tentang kepedulian, empati, dan semangat gotong royong yang masih kuat di tengah masyarakat. Kisah ini menjadi pengingat bahwa kemanusiaan selalu menemukan jalannya, bahkan di tengah hiruk-pikuk jalan raya.(zal)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News