Peringati Bulan K3 Nasional, PLN UID Sumatera Utara Gelar Donor Darah Dan Mini Medical Check Up
sumut24.co MEDAN, Dalam rangka memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Tahun 2026, PT PLN (Persero) melalui PLN UI
kota
Baca Juga:
Banda Aceh— Polemik batas wilayah antara Provinsi Aceh dan Sumatera Utara kembali memanas, menyusul klaim ulang terhadap empat pulau strategis di kawasan Singkil oleh pihak Sumut. Padahal, konflik ini sejatinya telah diselesaikan lewat kesepakatan resmi antara Gubernur Aceh dan Gubernur Sumut pada tahun 1992.
Latar Belakang: Ketegangan 1990–1992
Empat pulau yang disengketakan itu adalah:
1. Pulau Panjang
2. Pulau Mangkir Gadang
3. Pulau Mangkir Ketek
4. Pulau Lipan
Pada awal 1990-an, keempat pulau tersebut menjadi sumber perselisihan antara Pemerintah Provinsi Aceh dan Sumatera Utara. Ketegangan melibatkan penangkapan nelayan, konflik batas laut, serta tumpang tindih izin usaha.
Melihat potensi eskalasi konflik, pada tahun 1992, Menteri Dalam Negeri saat itu, Rudini, memediasi pertemuan antara Gubernur Aceh Prof. Dr. Ibrahim Hasan dan Gubernur Sumut Raja Inal Siregar. Hasilnya adalah Surat Kesepakatan Bersama yang ditandatangani di Jakarta dan disaksikan langsung oleh Mendagri.
Isi Pokok Kesepakatan 1992
Kesepakatan tersebut memuat poin-poin penting berikut:
1. Keempat pulau secara tegas diakui sebagai bagian dari Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh.
2. Sumatera Utara tidak boleh lagi mengklaim wilayah maupun mengeluarkan izin usaha di empat pulau tersebut.
3. Pengelolaan seluruh sumber daya (perikanan, wisata, dan lainnya) menjadi hak eksklusif Pemerintah Aceh.
4. Kerja sama antarprovinsi hanya diperbolehkan dalam aspek teknis dan konservasi lintas batas.
Kesepakatan itu dinyatakan final dan mengikat secara hukum.
Landasan Hukum yang Memperkuat Aceh
Seiring waktu, kesepakatan 1992 ini diperkuat oleh berbagai regulasi dan keputusan hukum, antara lain:
Pasal 246 UU No. 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh, yang menegaskan bahwa batas wilayah Aceh mengikuti ketentuan hukum dan kesepakatan sebelumnya.
Putusan Mahkamah Agung No. 01.P/HUM/2013, yang menolak gugatan dari pihak Sumatera Utara terkait klaim ulang atas pulau-pulau tersebut.
Arsip Nasional Kementerian Dalam Negeri, mencatat dokumen kesepakatan ini sebagai arsip sah negara.
Mengapa Sumut Kembali Mengklaim?
Meski sudah final, belakangan muncul manuver dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang kembali memasukkan keempat pulau tersebut dalam rencana tata ruang dan potensi investasi.
Tiga alasan utama yang kerap disuarakan adalah:
1. Potensi besar sektor perikanan, pariwisata, dan migas.
2. Dorongan dari investor yang berminat membuka usaha di kawasan tersebut.
3. Pertimbangan politik lokal terkait pengaruh administratif wilayah.
Namun, langkah ini ditolak keras oleh Pemerintah Aceh dan masyarakat Singkil.
Sikap Tegas Aceh: Hormati Kesepakatan dan Hukum
Pemerintah Aceh menyatakan bahwa:
Kesepakatan 1992 masih sah dan berlaku.
Upaya klaim ulang oleh Sumut adalah pelanggaran terhadap hukum nasional.
Jika perlu, Aceh siap membawa kasus ini ke pengadilan internasional untuk menjaga integritas wilayahnya.
"Kami menghormati sejarah, hukum, dan janji lama. Sumut harus berhenti mengada-ada," ujar seorang tokoh masyarakat Aceh Singkil.
Kesimpulan
Kesepakatan 1992 antara Gubernur Aceh dan Sumut adalah sah dan final.
Aceh memiliki dasar hukum kuat, baik melalui undang-undang, putusan MA, maupun dokumen resmi negara.
Klaim ulang oleh Sumut dianggap sebagai pelanggaran terhadap penyelesaian damai yang telah berlangsung lebih dari tiga dekade.
> Sejarah tidak boleh dihapus. Janji negara harus dihormati.red2
sumut24.co MEDAN, Dalam rangka memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Tahun 2026, PT PLN (Persero) melalui PLN UI
kota
sumut24.co JAKARTA, PT PLN (Persero) kembali menegaskan komitmennya terhadap budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) melalui pelaksanaa
News
sumut24.co JAKARTA, Polri menggelar kegiatan bertajuk Konsolidasi Asesor Assessment Center Polri Tahun 2026 di Hotel Grand Sahid Jaya, Ka
News
sumut24.co ASAHAN, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Utara (UIP Sumbagut) melaksanakan Pelatihan Desa Siaga Bencana T
News
sumut24.co BATUBARA , PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) terus mempercepat agenda hilirisasi nasional dengan melakukan groundbreaking F
News
Sergai sumut24.co Keberadaan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sei Rampah yang berlokasi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), D
News
sumut24.co ACEH BESAR, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Utara (UIP Sumbagut) melaksanakan kegiatan Penanaman Rehabil
News
sumut24.co TANJUNGBALA, Komitmen memperkuat pembinaan umat dan syiar Islam di Kota Tanjungbalai terus digaungkan.Hal itu terlihat saat Wali
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim memimpin Rapat Koordinasi Pemerintahan (Rakorpem) Kecamatan Tanjungbalai
News
sumut24.co Tanjungbalai, Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim, memimpin Rapat Koordinasi Pemerintahan (Rakorpem) Kecamatan Teluk Nibun
News