Sabtu, 20 Juli 2024 WIB

"Buka Mata Lihat Indahnya Dunia", PT AR Targetkan 1.300 Operasi Katarak Tahun 2024

Amru Lubis - Selasa, 09 Juli 2024 20:39 WIB
"Buka Mata Lihat Indahnya Dunia", PT AR Targetkan 1.300 Operasi Katarak Tahun 2024
Tapsel | sumut24.co

Baca Juga:


PT Agincourt Resources (AR), pengelola Tambang Emas Martabe, kembali menyelenggarakan program Operasi Katarak Gratis untuk yang ke-10 kalinya dengan tema: "Buka Mata Lihat Indahnya Dunia. "Program ini diadakan di Tapanuli Selatan, Pematangsiantar, dan Medan mulai Juli hingga September 2024 dengan target operasi pada 1.300 mata yang mengalami kebutaan akibat katarak.

Deputy General Manager Operations PT Agincourt Resources, Wira Dharma Putra, menyatakan bahwa perusahaan memiliki komitmen yang besar terhadap kesehatan masyarakat, salah satunya melalui penyelenggaraan operasi katarak gratis yang telah diadakan sejak Tahun 2011.

"Kami memahami pentingnya kesehatan mata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Melalui inisiatif yang konsisten ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mengurangi kebutaan akibat katarak di Sumatra Utara, "kata Wira saat membuka Pekan Informasi Kesehatan Mata di Sopodaganak, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan,Sumatera Utara, Senin (8/7/2024).

Sebagai pihak swasta, PT AR berkontribusi dalam mempercepat penanganan katarak di Indonesia dengan mendorong pemeriksaan dan operasi katarak di berbagai daerah. Ini sejalan dengan Peta Jalan Penanggulangan Gangguan Penglihatan di Indonesia Tahun 2017-2030 yang diluncurkan oleh Kementerian Kesehatan.

Senior Manager Corporate Communications PT Agincourt Resources, Katarina Siburian Hardono, menuturkan bahwa konsistensi perusahaan dalam mengurangi angka kebutaan telah memberikan hasil yang luar biasa. Dari 2011 hingga 2023, PT AR telah melakukan operasi katarak pada 10.571 mata dari 9.153 pasien. Banyak dari mereka kini dapat menikmati kehidupan yang lebih baik.

Penderita katarak yang telah menjalani operasi oleh PT AR berasal dari berbagai daerah, termasuk Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Sibolga, Tapanuli Utara, Padang Lawas Utara, Padang Lawas, Mandailing Natal, Pematangsiantar, Deli Serdang, Medan, dan Nias. Usia pasien berkisar antara 8 bulan hingga 108 tahun.

"Kami terus berkomitmen mendukung kesehatan mata masyarakat secara menyeluruh, tidak hanya dengan operasi katarak tetapi juga melalui upaya promotif dan preventif seperti Pekan Informasi Kesehatan Mata, "kata Katarina.

Pekan Informasi Kesehatan Mata merupakan pembuka dari Rangkaian Operasi Katarak Gratis yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang kesehatan mata, terutama katarak, kepada tenaga kesehatan, kader posyandu, dan bidan desa di sekitar wilayah tambang.

Peserta sosialisasi diharapkan mampu melakukan skrining awal katarak di wilayah masing-masing dan mengedukasi masyarakat tentang cara mencegah katarak. Dengan mengikuti sosialisasi setiap tahun, tenaga kesehatan masyarakat ini menjadi semakin terampil dalam melakukan deteksi dini katarak.

Sebanyak 15 kali kegiatan operasi katarak akan diadakan tahun ini. Operasi pertama akan berlangsung di Puskesmas Batang Toru, yang dekat dengan area Tambang Emas Martabe. Operasi akan diadakan pada 20-21 Juli, 24-25 Juli, dan 2-3 Agustus.

Lokasi kedua operasi katarak adalah RS Mata Siantar di Pematangsiantar, yang dijadwalkan pada 27-31 Agustus. Kemudian, operasi katarak akan diadakan di RS Mata Mencirim 77 Medan pada 6-7 September dan 14-15 September.

Direktur Utama RS Mata Mencirim 77 Medan, Syarifuddin, menjelaskan bahwa katarak hanya bisa diatasi dengan operasi. Salah satu teknik yang umum digunakan di negara berkembang adalah manual small incision cataract surgery, dengan durasi operasi 10-15 menit dan masa penyembuhan selama satu bulan.

"Sebelum operasi, pasien harus menjalani pemeriksaan mata dan kesehatan umum. Kami juga memberikan edukasi kepada pasien tentang hal-hal yang perlu dilakukan dan dihindari pasca-operasi. Semua layanan ini disediakan dalam program operasi katarak PTAR, "ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Tapanuli Selatan, Rudi Iskandar, mengapresiasi penyelenggaraan operasi katarak gratis oleh PT AR dan berharap layanan ini dapat berkelanjutan untuk mewujudkan masyarakat bebas katarak.

"Kepada para kader Posyandu dan PKK, tolong sampaikan informasi tentang operasi katarak gratis ini kepada masyarakat desa. Harapannya, penderita katarak yang mendapatkan informasi ini bisa mendapatkan layanan kesehatan mata dan memulihkan penglihatannya, "kata Rudi.

Roslaina Matondang, warga Aek Pining, Batang Toru, merasa sangat terbantu oleh operasi katarak PT AR. Wanita 65 tahun ini menjalani operasi katarak PT AR pada Tahun 2023. Jika sebelumnya ia kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari, setelah operasi ia dapat beraktivitas dengan lebih leluasa.

"Jangan takut menjalani operasi katarak. Hanya memakan waktu 10 menit tanpa rasa sakit. Setelahnya, saya bisa melihat "indahnya dunia ini", "tuturnya.zal"


Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Amru Lubis
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru