Kamis, 12 Februari 2026

PW GP Al Washliyah Sumut Tolak Keras Pancasila dibredel menjadi Trisila

Administrator - Senin, 15 Juni 2020 01:19 WIB
PW GP Al Washliyah Sumut Tolak Keras Pancasila dibredel menjadi Trisila

Medan I Sumut24.co PW Gerakan Pemuda Al Washliyah Sumut menyatakan sikapnya terhadap perkembangan kondisi kebangsaan dan kenegaraan yang semakin mengkhawatirkan dengan adanya gejala infiltrasi masif ideologi komunisme, leninisme, marxisme dan paham paham yang bertentangan dengan Pancasila ke dalam sistem ketatanegaraan Republik Indonesia melalui pengajuan RUU HIP (Haluan Ideologi Pancasila).

Baca Juga:

Zulham Efendi Siregar mengatakan, kondisi ini sungguh sangat memperihatinkan dan di luar nalar dan akal sehat kita sebagai anak bangsa.

Sama-sama kita mengetahui faham komunis yang juga anti Tuhan telah nyata nyata pernah membuat kegaduhan dan merongrong kedaulatan negara.

Sejarah kelam Partai Komunis Indonesia (PKI) telah sama-sama kita ketahui , bagaimana PKI dengan keganasannya membuat kekacauan di Indonesia. Bukti-bukti tersebut sudah cukup untuk menjadi pelajaran bagi bangsa kita saat ini.

Gerakan Pemuda Al Washliyah Sumatera Utara sebagai Organisasi Kepemudaan Islam yang lahir sebelum Indonesia merdeka pada tanggal 11 Januari 1941 turut serta berjuang mengorbankan nyawa, harta dan benda untuk kemerdekaan Indonesia dan sudah sejak lama kader kader GPA berada di Garda terdepan menghempang dan melawan kelompok kelompok yang menganut paham-paham yg bertentangan dgn pancasila.

Faham komunis harus diwaspadai karena merupakan bahaya laten yang bisa bangkit kapan saja.

Menyikapi kondisi kebangsaan ditengah Pandemi Covid 19 saat ini, Gerakan Pemuda Al Washliyah Sumut mendesak Pemerintah dan DPR-RI untuk tidak bermain main dalam mengelola negara. RUU HIP dilakukan dengan cara kejar tayang dan diam-diam tanpa melalui prosedur yang dibenarkan dan tanpa pembahasan yang mendalam ingin mengubah kedudukan Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum dalam hierarki perundang-pendangan Indonesia serta merobah Pancasila menjadi Trisila membuktikan ada oknum oknum di DPR-RI yang menginginkan ideologi Komunisme, Leninisme, Marxisme dan paham paham yang bertentangan dengan Pancasila untuk masuk dan hidup kembali kedalam sistem ketatanegaraan Republik Indonesia.

Tidak dicantumkannya Tap NO.XXV/MPRS/1966 Tentang pembubaran Partai Komunis Indonesia dan pelarangan tentang penyabaran paham Komunisme, Leninisme, dan, Maxisme mengindikasikan DPR sebagai lembaga wakil rakyat ingin membuat polemik ditengah tengah masyarakat.

Demi menjaga persatuan dan kesatuan NKRI Dengan ini PW GPA Sumut menolak dengan keras usulan RUU HIP (Haluan Ideologi Pancasila).

Lebih baik DPR Dimasa pandemi covid-19 ini lebih serius bekerja memperjuangkan kesejahteraan, keamanan dan keadilan bagi rakyat, seperti menurunkan harga minyak, menurunkan harga listrik, menurunkan harga sembako,, menciptakan iklim yang kondusif untuk dunia usaha, ketersediaan lapangan Pekerjaan dan memperjaungkan Pelayanan pendidikan dan Pelayanan kesehatan yang berkualitas untuk rakyat.(rel)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Ade Jona: HIPMI Sumut Harus Rendah Hati dan Jadi Solusi Ekonomi Daerah
Pelantikan HIPMI Sumut 2026, Ade Jona Prasetyo Ingatkan Pengusaha Muda Tetap Rendah Hati
Massa PBH Anak Bangsa Tabagsel Datangi Kejari dan PN Padangsidimpuan, Desak Transparansi Kasus Meski Korban Sudah Cabut Laporan
Polres Padangsidimpuan Tangkap Pelaku Pencabulan Anak di Hotel Lancar, Masyarakat Dihimbau Waspada
Unimed Wisuda 1.046 Lulusan, Rektor : Jadilah Generasi Tangguh Menuju Indonesia Emas 2045
Pemerintah Pusat Diminta Adil, Segera Mekarkan Provinsi Papua Utara
komentar
beritaTerbaru