Kamis, 12 Februari 2026

Johny Indo Minta Dimakamkan Secara Islam, Wasiat Saat Masih Hidup 

Administrator - Minggu, 26 Januari 2020 14:04 WIB
Johny Indo Minta Dimakamkan Secara Islam, Wasiat Saat Masih Hidup 

 

Baca Juga:

Tangerang I SUMUT24 Setelah melakukan perbincangan yang panjang, akhirnya keluarga besar sepakat Johny Indo atau Jon Indo (H. Umar Billah), akan dimakamkan secara Islam.

Johny akan dimakamkan di TPU Selapanjang Tanggerang, Banten pada Senin (27/1/2020). Pertimbangan itu pun juga datang dari anak tertua Johny Indo yakni dokter Eva.

“Pihak keluarga semua akhirnya memutuskan menguburkan secara muslim di Selapajang,” kata salah satu cucu Johny, Kezia, saat ditemui di Gereja Gpd Imanuel, Pembangunan Tanggerang, Banten, Minggu (26/1/2020).

Untuk dokter Eva sendiri direncanakan akan datang esok hari. “Kemungkinan setelah zuhur nunggu dokter Eva dulu dari Surabaya,” timpal cucu Johny lainnya, Santa.

Menurut istri kedua Johny sendiri, Dhian Kurnia, pemakaman sang aktor secara Islam adalah pesan Johny sebelum pergi selamanya.

Sebelumnya, Aktor senior Johny Indo dikabarkan meninggal dunia. Kabar tersebut beredar lewat pesan berantai yang didapat.

“Telah meninggal dunia, Nama: Yohanes Hibertus Eijkenbum atau Jon Indo (H. Umar Billah),” terang pesan yang beredar. Johny diketahui meninggal dunia di usia 72 tahun.

“Umur 72 tahun (meninggal) pukul 07.45 WIB,” lanjut pesan tersebut.

Nama Johny Indo juga dikenal sebagai mantan narapidana Nusakambangan. Aksi perampokan yang dilakukannya sejak 1977 membuat Jhony nama Johny terkenal.

Pemilik nama lengkap Yohanes Hibertus Eijkenbum atau Jon Indo (H Umar Billah) itu awalnya dikenal sebagai perampok toko emas di Jakarta pada era 1970-an bersama kelompoknya, Pachinko (Pasukan China Kota).

Aksi paling hits Johny Indo adalah merampok toko emas di Cikini, Jakarta Pusat, pada 1979. Ia ditangkap di Sukabumi, Jawa Barat.

Ia lalu dijatuhi hukuman penjara selama 14 tahun dan menghuni jeruji besi Nusakambangan. Selang tiga tahun menjalani masa hukumannya, ia dan 34 orang lainnya melarikan diri dari Nusakambangan, namun berhasil ditangkap.

Baru setelah bebas, Johny mendapat kesempatan untuk bermain film. Uniknya, film itu bercerita tentang kehidupannya sendiri, bertajuk Johny Indo, Kisah Nyata Seorang Narapidana (1987). Dari sana, ia beranjak ke sejumlah judul lain seperti Badai Jalanan (1989), Misteri Cinta (1989), hingga tiga film di tahun 1991, yakni Ajian Ratu Laut Kidul, Misteri Ronggeng, serta Daerah Jagoan.

Setelah era 1990-an, nama Johny Indo cenderung meredup. Ia diketahui sempat menjadi mualaf, juga naik haji pada awal tahun 2000-an. Johny lalu berganti nama jadi Umar Billah dan tak jarang berdakwah. (red)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Ade Jona: HIPMI Sumut Harus Rendah Hati dan Jadi Solusi Ekonomi Daerah
Pelantikan HIPMI Sumut 2026, Ade Jona Prasetyo Ingatkan Pengusaha Muda Tetap Rendah Hati
Massa PBH Anak Bangsa Tabagsel Datangi Kejari dan PN Padangsidimpuan, Desak Transparansi Kasus Meski Korban Sudah Cabut Laporan
Polres Padangsidimpuan Tangkap Pelaku Pencabulan Anak di Hotel Lancar, Masyarakat Dihimbau Waspada
Unimed Wisuda 1.046 Lulusan, Rektor : Jadilah Generasi Tangguh Menuju Indonesia Emas 2045
Pemerintah Pusat Diminta Adil, Segera Mekarkan Provinsi Papua Utara
komentar
beritaTerbaru