Brimob Polda Sumut Pastikan Keamanan Pembangunan Hunian bagi Korban Banjir dan Longsor Sipirok
Brimob Polda Sumut Pastikan Keamanan Pembangunan Hunian bagi Korban Banjir dan Longsor Sipirok
kota
Jakarta | Sumut24
Baca Juga:
- Brimob Polda Sumut Pastikan Keamanan Pembangunan Hunian bagi Korban Banjir dan Longsor Sipirok
- Momentum HPN ke-80 Tahun 2026, AKBP Wira Prayatna bersama Jurnalis Kompak Jaga Kamtibmas di Mako Polres Padangsidimpuan
- Bupati Putra Mahkota Alam Pimpin Rapat Penting, Palas Ramadhan Fair 2026 Siap Digelar
Buntut dari perselisihannya dengan Gubernur DKI Basuki T Purnama (Ahok), Wali Kota Jakarta Utara Rustam Effendi memilih mundur. Surat pengunduran dirinya sudah diajukan kepada Ahok.
“Tembusannya permohonan (pengunduran diri) sudah diterima. Beliau mengajukan surat. BKD terima tembusannya,” ungkap Ketua Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Agus Suradika saat dihubungi, Senin (25/4).
Menurut Agus, surat tersebut ditujukan kepada Ahok. Namun permohonan itu masih harus diproses terlebih dahulu apakah dikabulkan atau tidak.
“Tunggu arahan dari Pak Gubernur. Tingggal tunggu persetujuan Pak Gubernur atau bagaimana nantinya,” jelas Agus.
Sayangnya Rustam tak menyebut alasan pengunduran dirinya apakah keputusannya adalah dampak dari ‘kisruh’ dengan Ahok. Namun menurut Agus, pengunduran diri Rustam hanya dari jabatannya saat ini dan bukan dari PNS.
“Nggak disebut alasannya, (cuma disebut) mundur aja. Nggak disebut sih alasannya soal itu (karena masalah dengan Ahok),” tuturnya.
“Mengundurkan diri sebagai Wali kota,” lanjut Agus.
Sementara itu, Rustam Effendi belum merespon ketika detikcom mencoba mengkonfirmasi soal pengunduran dirinya.
Permasalahan berawal saat Ahok menyebut Rustam beralasan banjir di Jakarta beberapa waktu lalu disebabkan karena ada air pasang. Merasa dibohongi, Ahok menuding Rustam berpolitik dan menuduhnya sebagai orangnya Yusril Ihza Mahendra.
Rustam pun lalu merasa sakit hati dan mengungkapkannya melalui tulisan di akun Facebook. Merespon curhatan Rustam, Ahok mengaku hanya bercanda. Tapi Ahok kemudian melempar bara panas lagi.
Ahok mengatakan Rustam punya hobi bermain golf dan masuk dalam geng golf yang ada di lingkungan Pemprov DKI dulu. Geng golf itu disebut Ahok adalah cara pejabat untuk naik pangkat di era kepemimpinan sebelumnya.
“Pejabat kalau enggak bisa main golf, enggak bisa naik pangkat. Dulu (bermain) golf bisa ke luar negeri. Saya kira yang masih Pak Rustam yang main golf ya,” ujar Ahok, Senin (25/4). (dtc)
Brimob Polda Sumut Pastikan Keamanan Pembangunan Hunian bagi Korban Banjir dan Longsor Sipirok
kota
Momentum HPN ke80 Tahun 2026, AKBP Wira Prayatna bersama Jurnalis Kompak Jaga Kamtibmas di Mako Polres Padangsidimpuan
kota
Bupati Putra Mahkota Alam Pimpin Rapat Penting, Palas Ramadhan Fair 2026 Siap Digelar
kota
HPN ke80, Pemkab Palas Gelar Ramah Tamah Bersama Insan Pers Bupati PMA Tekankan Peran Pers Sehat untuk Bangsa Kuat
kota
Bupati Saipullah Resmikan Lopo Tepsun, Ekonomi Desa Padang Laru Diproyeksi Meningkat
kota
Pemkab Padang Lawas Utara Tes Urine Pejabat, Bupati Tegaskan Perang Total Lawan Narkoba
kota
Setetes Darah untuk Sesama, Ini Komitmen PT NSHE Sambut Bulan K3 Nasional 2026
kota
Transaksi Sabu di Jalinsum Sipirok Digagalkan, Pemuda 31 Tahun Dibekuk Polres Tapsel
kota
Harga dan Pasokan Bahan Pokok Stabil, Pemkab Paluta Lakukan Monitoring Pasar
kota
Polres Padangsidimpuan Jemput Paksa Wakil Direktur CV Karya Indah Sumatera, AKBP Wira Prayatna Terus Lakukan Pengembangan Projek Taman Dek K
kota