Forum OPD Digelar, Diskominfo Medan Matangkan Arah Transformasi Digital dan Medan Satu Data
sumut24.co MedanPemerintah Kota Medan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Medan terus memperkuat langkah strategis dalam mewujud
kota
Jakarta | SUMUT24
Baca Juga:
Pengungkapan tabir di balik kematian Wayan Mirna Salihin (27) perlahan mulai tersingkap. Pusat Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri memastikan hasil uji sampel kopi yang diteguk perempuan 27 tahun tersebut mengandung racun sianida.
Sebelumnya, tim dokter forensik kepolisian dan Disaster Victim Identification menemukan adanya pendarahan di lambung pengantin baru itu. Kesimpulan sementara, pendarahan disebabkan zat asam pekat yang bersifat korosif.
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabid Dokkes) Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Musyafak menduga zat yang menyebabkan pendarahan di lambung Mirna adalah sianida. Kesimpulan sementara itu berdasarkan kasus-kasus pendarahan lambung yang disebabkan racun sianida. Mirna diberangkatkan menggunakan mobil jenazah VW Transporter berwarna putih.
Kepala Puslabfor Polri Brigadir Jenderal Alex Mandalika mengatakan, hasil uji Labfor menduga sianida yang menyebabkan Mirna tewas dicampur di dalam kopi yang diseruputnya.
Menurut Alex, petugas Labfor menemukan zat sianida di air kopi yang dikonsumsi Mirna dengan kandungan mencapai 15 gram.
“Dari hasil pemeriksaan kami, konsentrasinya itu 15 gram per liter, bayangkan saja 90 miligram saja sudah mematikan itu,” ujar Alex.
Akibatnya, zat cepat bereaksi di dalam tubuh Mirna kurang dari semenit.
Autopsi dilakukan setelah pihak kepolisian mendapatkan izin keluarga Mirna, untuk mencari titik terang penyebab kematian pengantin baru itu. Autopsi dilakukan Sabtu 9 Januari 2016 atau 3 hari setelah tewasnya Mirna pada 6 Januari 2016.
Selain telah mengantongi hasil autopsi dan uji Labfor, polisi juga telah melakukan pra rekonstruksi di Kafe Olivier, di mana Mirna menyeruput kopi bersama 2 rekannya, Jessica dan Hani.
Polisi juga telah menggeledah kediaman Jessica, guna mencari bukti dan petunjuk terkait kematian Mirna. Meski demikian, penyidik belum menetapkan siapa tersangka dalam kasus yang menyedot perhatian publik ini.
Penyidik saat ini masih terus berjibaku menemukan siapa peracun yang menaruh sianida di kopi Mirna. Polisi juga telah menyiapkan pasal pembunuhan berencana atau Pasal 340 KUHP. Ancamannya tidak main-main: penjara seumur hidup. (lip)
sumut24.co MedanPemerintah Kota Medan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Medan terus memperkuat langkah strategis dalam mewujud
kota
sumut24.co MedanWali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menilai sertifikasi halal dan Sertifikat Produk Pangan Industri Rumah Tangga (SPP
kota
sumut24.co MedanPemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Dinas Ketenagakerjaan menggelar Medan Career Expo 2026 yang diikuti 124 perusahaan d
kota
Tertib Berlalu Lintas Jadi Fokus Satlantas Polres Palas di Tahun 2026
kota
Kasat Binmas Polres Padangsidimpuan Jadi Pembina Upacara di MTsN 1, Tekankan Disiplin dan Masa Depan Pelajar
kota
Parade Night &039Salumpat Saindege&039 2026, Kapolres Padangsidimpuan Nyatakan Dukungan Penuh Kreativitas Anak Muda
kota
Figur Pemimpin Lapangan! Aksi Nyata Gerindra di Panyabungan, Erwin Ependi Lubis Turun Langsung Gotong Royong dan Bansos
kota
Warung Jadi Lokasi Transaksi Sabu, Pria Paruh Baya Tak Berkutik Saat Diciduk Polres Tapsel
kota
Bupati Simalungun Resmikan Kegiatan TMMD Ke 127 Kodim 0207/Sml Tahun 2026 Sarana Efektif Mempercepat Pembangunan Daerah
kota
Bupati Simalungun Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Pangulu Nagori Hinalang Kecamatan Purba
kota