Nan Nikmat, Kafe di Medan Berkiblatkan Kopi

MEDAN | SUMUT24

Dua minggu belakangan ini, berita tewasnya Wayan Mirna Salihin, menghiasi pemberitaan di TV, radio dan surat kabar. Wayan Mirna Salihin dinyatakan meninggal dunia seusai meminum kopi yang dipesankan oleh rekannya J di Olivier Kafe, Mall Grand Indonesia, Jakarta Rabu 6 Januari 2016 lalu.

Terungkap dari hasil penyelidikan Polisi, Mirna panggilan akrab Wayan Mirna Salihin tewas karena kopi yang diminumnya terdapat sebanyak 15 gram sianida. Itu tentu saja amat mematikan.

Terlepas dari Mirna, memang kopi termasuk minuman yang digemari oleh pria dan wanita. Minuman konon yang bisa mengurangi rasa kantuk ini sangat umum di masyarakat Indonesia.Bahkan, kafe kafe kopi sudah menjamur di berbagai sudut kota, hingga di mall.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia Medan, Ramlan mengatakan, di dalam kopi terkandung kafein, yang merupakan senyawa kimia alkaloid yang dikenal sebagai trimetilsantin dengan rumus molekul C8H10N4O2. Jumlah kandungan kafein dalam kopi adalah 1-1,5%, sedangkan pada teh 1-4,8%.

“Dalam dunia kedokteran, kafein sering digunakan sebagai perangsang kerja jantung dan meningkatkan produksi urin. Dalam dosis yang rendah kafein dapat berfungsi sebagai bahan pembangkit stamina dan penghilang rasa sakit,”katanya.

Di mana kafein itu tidak memperlambat gerak sel-sel tubuh, melainkan kafein akan membalikkan semua kerja adenosin, sehingga tubuh tidak lagi mengantuk, tetapi muncul perasaan segar, sedikit gembira, mata terbuka lebar, jantung berdetak lebih kencang, tekanan darah naik, otot-otot berkontraksi dan hati akan melepas gula ke aliran darah yang akan membentuk energi ekstra.

“Dan bahayanya kopi dapat meningkatkan resiko terkena stroke, minum lebih dari 5 gelas kopi per hari akan meningkatkan resiko terjadinya kerusakan pada dinding pembuluh darah, tetapi banyak pecandu kopi yang tidak memperdulikan hal itu,” ujarnya.

Lanjutnya, untuk wanita hamil tidak disarankan mengkonsumsi kopi dan makanan yang mengandung kafein. Hal ini karena kafein dapat meningkatkan denyut jantung. Pada janin dapat menyerang plasenta dan masuk dalam sirkulasi darah janin. Dampak terburuknya, bisa menyebabkan keguguran.

Terpisah untuk kesehatan, ternyata banyak masyakarakat Medan yang memulai usahanya berkiblatkan kopi. Hal ini diakui Khairil Afryansyah Siregar, pelaku usaha bidang kopi. Berbisnis kopi awalnya diketahui Khairil dari seorang pedagang kopi asal Sidikalang. Waktu itu dia masih duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA). Namun dia belum berniat serius berbisnis komoditas itu dan memilih mulai wirausaha kambing aqiqah.

Beberapa tahun kemudian, dia kembali bergairah memulai bisnis kopi. Akhirnya pada 2014, anak pertama dari dua bersaudara ini mulai mencari pasar. Ya, dia bukannya memastikan pasokan produk tetapi memulai usaha dari melihat kondisi pasar terlebih dahulu.

“Sebab bagi saya, usaha itu adalah bagaimana memasarkannya. Jadi hal pertama yang dilihat adalah pasar. Jika sudah mengetahui kondisi pasar maka selanjutnya akan lebih mudah. Bukan malah sebaliknya seperti yang kebanyakan dilakukan usaha kecil saat ini yang hanya fokus pada produk sehingga kesulitan dalam hal pemasaran,” katanya kemarin.

Mencari pasar di sini, lanjut dia, khususnya mengenai sistem penjualannya. Jadi dia mempelajari bagaimana menyusun PO hingga cara penagihan pada satu pasar ritel. Setelah itu, baru dia mulai mengirimkan produknya.

“Tiap pasar retail itu berbeda-beda sistemnya. Jadi itu yang dipelajari. Dengan begitu, tidak hanya kemudahan tapi juga keuntungan besar dan cepat bisa diperoleh,” ujarnya.

Sedangkan untuk internal usahanya, dia juga mempelajari standar operasional prosedur (SOP). Bahkan dia rela belajar jauh-jauh ke Probolinggo bersama seorang pakar usaha kecil menengah (UKM) demi mengembangkan usahanya.

Berkat semua usahanya itu, sekarang lulusan Universitas Sumatera Utara (USU) ini sudah memasukkan produknya ke enam pasar ritel modern. Kedepan ada lima pasar ritel modern lagi yang akan menerima produknya.

Untuk menyukseskan usahanya, dia menempatkan sales promotion girl (SPG) untuk menjelaskan rasa dari produk kopinya. Selain itu dia juga memperkerjakan beberapa orang pada pabrik kecil-kecilan miliknya yang ada di kota Tebing Tinggi.

“Total ada enam orang pegawai saya termasuk SPG. Saya kedepankan pendekatan kekeluargaan dengan semua pekerja supaya merasa memiliki usaha ini sehingga berkembang bersama,” katanya.

Sedangkan untuk kafe yang menjual minuman kopi, misalnya Coffie Kampung di Jalan Titi Papan Medan, Yusuf Hamdan sang pemilik mengatakan, salah satu minuman favorit pengunjung adalah kopi hitam. Biasanya dipesan oleh para lelaki.

“Kopi ini adalah minuman yang dapat memperlama untuk nongkrong, sebab kopi dapat membuat kita lebih segar dengan dikolaborasikan makanan cemilan seperti kentang goreng, “katanya.

Yusuf yang sudah memulai usahanya dari 2013, niat awalnya adalah membuka usaha kuliner dengan sistem “minum kopi bareng”, Tujuannya memang agar masyarakat lebih mengenal kopi. “Kopi kita adalah kopi asli dari Sumut bukan kopi bungkus, sebab kopi yang kita beli belum memakai zat kimia,” pungkasnya.(nis)