Megadeth “No Toilet’ No Show”

200
Rianto Ahgly (Ceo Sumut24 Group)

Megadeth “No Toilet’ No Show (Konser)”
(Catatan : Riamto Ahgly)
Medan, Sumut24.co
Jebolan Jawa Pos Group semua punya cerita tersendiri, mereka yang sudah lebih ngetop dulu, Nisa Pardede kini menetap di kota empek-empek kota Palembang, Yulhasni yang kini jadi komisioner KPUD Sumut, Doktor Arifin Saleh dan menjadi salah satu Dekan di UMSU, ada Salamuddin, ada Wiko, ada Porman Manalu Sastrawan hebat di Sumatera Utara, Saiful Ishak yang Top menjadi Pimred Posmetro, Cooking Susilo Saleh adalah penggagas hadirnya Jawa Pos di Medan.

Bernama Harian Medan Express, yang kemudian Harian Radar Medan dan terakhir hingga saat ini menjadi Harian Sumut Pos dan Pos Metro dibawah naungan Graha Pena Sumut, yang kantor d ujung Tol Amplas.

Selain mereka pentolan Jawa Pos , ada juga yang lainnya Sahabat-sahabatku yang baik’ Zulkifli yang ngetop jadi Pimred Pos Metro dan Sumut Pos, Janopa Sihotang, dan lain. Para senior ini mendadani “koran kuning” sebut koran berberita kriminal yaitu Pos Metro.
Secara bisnis Sumut Pos dan Pos Metro adalah satu group hanya pengeleloaan berbeda. Sumut Pos, istilah kami sebut koran putih menyajikan berita politik dan umum dengan manajemen sendiri dibawah nahkoda Coking.

Pos Metro dibawah nahkoda Saiful Ishak sebagai pimpinan redaksi. Saya sendiri, masuk digroup Jawa Pos, saat masih bernama Harian Radar Medan, dan menjadi wartawan keliling, hingga tiga bulan tugas di Pemkab Deliserdang. Meskipun, sebelumnya berpos di Kantor Walikota dan DPRD Medan, dan sempat menjadi Ketua Kordinator Wartawan.

Sebelumnya saya hanya penjajah koran, dan belajar menjadi wartawan sambil kuliah. Persisnya di Tabloid Bintang Sport Film (BSF) milik Alm Syahrun Isa (Suhu, panggilan) yang juga Guru , sekaligus beliau adalah ‘Guru’ ku.
Banyak hal yang diberikan tentang kehidupan yakni tentang budi pikerti, berkata benar, bertindak benar dan selalu untuk rendah hati.
Senior saya saat itu di Tabloid BSF saat itu media Minggu yang disegani , H Romutu ( Alm – maaf kalau tindak salah sebagai Pimred), H Sulben Siagian, H Hardi Muliono (Rektor UMN), HM Takosi (Alm putra, Alm Suhu), Alm Dipo Sumarno , H Marzili, Panogari Panggabean, Alm Irawan (Tionghua), Zulfan (Alm) , Alm Eddy Rangkuti ( yang baru saja wafat, semoga Al Husnul khotima), termasuk Saiful Ishak dan Coking pernah bergabung di BSF serta lain.

Dari para senior d BSF saya banyak belajar, mereka adalah pendekar pers sejati. BSF menggembleng mental’ bagi siapa saja pernah bergabung. Ini sekilas, perjalanan sebelum berlabuh di Jawa Pos Group Media paling bergengsi di tanah air ini.
Bersama bos-bos besar yang ditunjuk sebagai Komisaris, Direktur Utama, Pimpinan Perusaahan, yakni H Rida Kaliamsi, H.Mawi, dan H Mafirion, hingga sampai ke pimpinan Marganas Nainggolan.

Sebagai ‘anak bawang’ saya harus ikuti arahan dan pentujuk pimpinan dalam menjalankan tugas-tugas jurnalis. Meskipun saya juga diminta urusi perusahaan terkait izin usaha media dan percetakan bersama bersama pak Nawi ketika itu.

Sebagai perusahaan profesional tugas jurnalis tetap tak bisa dicampur adukkan saat harus mengurusi perusahaan termasuk mengurus hal-hal perizinan bangunan Graha Pena saat ini. Harus jalani sebagai sesuatu pekerjaan yang baik penuh rasa tanggung jawab.
Reformasi bergulir, ditengah-tengah kondisi suasana politik saat itu pasca reformasi tengah berjalan, saat pertama kali Walikota Medan Drs Abdillah dari kalangan swasta yang berduet dengan Wakil Walikota Medan Ir Maulana Pohan.

Singkatnya lewat Media fatner Jawa Pos Group, Sumut Pos dan Pos Metro , akan menggelar konser Megadeth tampil di Medan. Bersama bos EO ( Even Organizer) dibawah pimpinan Herwin Kampusi Promo. Band Rock MEGADETH dari Amerika Serikat ini harus manggung di Medan.
Tak tau persis mengapa band tersebut harus konser di Medan, mereka bos-bosku yang tau. Bersama para pimpinan saat itu Coking, Saiful Ishak dan lainnya yang terlibat, saya kebagian untuk mengurusi izin konser tersebut.

Sebab, semula direncanakan dilapangan Merdeka, konser harus dipindahkan ke Stadion Teladan. Wah ini pekerjaan yang menantang’ dalam gumanku. Sejurus kemudian izin untuk bisa manggung atau konser di stadion teladan harus izin walikota. Tanpa pikir panjang proses izin diperkenankan Abdillah saat itu.

Diarahkan walikota agar berkordinasi dengan kadis pertamanan saat ini dijabat Qamarul Fatah. Padahal sepanjang sejarah sejak kepemimpinan Walikota Bachtiar Djafar selama dua periode tak pernah diperbolehkan.
Namun, keinginan yang kuat dan pekerjaan yang diharapkan pimpinan harus bisa, akhirnya niat itupun terwujud dengan berbagai pertimbangan dan syarat yang harus dipenuhi.

Dengan kepala tegak semua urusan izinpun clir, begitu senang yang bisa kurasakan saat itu. Bosku Coking, Saiful dan Herwin Kampusi tersenyum lebar.

Inilah pekerjaan terasa berat dan penuh tantangan. Tapi tak cukup disitu, di detik-detik saat konser akan berlangsung, group Band MEGADETH mengulah dan tidak mau tampil manggung. Duh celaka pikirku?? Ada apa ini?
Beberapa kali bos Herwin, Coking maunpun Saiful mencoba menghubungi pihak terkait agar bisa menyediakan Toilet dilokasi konser belum didapat.

‘No Toilet, No Konser!!!’ Kata personil Megadeth…? Sempat kwalahan menanggani. Dan akhirnya bos-bosku saat itu, memerintahkan, aku harus bisa menyediakan Toilet berjalan didekat lokasi panggung konser.
Alhamdulillah, akhirnya berbagai cara dan akal, Toilet pun didapat, dan dinas kebersihan saat itu terpaksa mengalihkan toilet dari lokasi lain.

Tak sampai disitu, saat itu Zulkifli panggilan Zul Pening sahabatku yang harus mem-beck-up keamanan dari kepolisian harus juga berjibaku. Apalagi saat ini suasana politik masih kurang kondusif pasca reformasi.

Konser dibuka oleh Wakil Walikota Medan Maulana Pohan, berjalan aman dan lancar. Walau semua lapangan dilapisi terpal untuk menghindari rumput nya layu dan mati. Karena liga Indonesia Djarum Super juga sedang berjalan.

Saya bersyukur dan mengambil hikmahnya bisa menyelesaikan amanah dan tugas itu. Senang bisa ikut membantu orang-orang hebat seperti Bosku saat itu. Perasaan tambah senang karena saat itu bisa ikut bersama kesana-kemari satu mobil Baleno Merah Bos Kampusi Promo mereka orang-orang hebat…itu saja yang kurasakan.(semoga)

Loading...