Rabu, 25 Februari 2026

Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Hasyim: Awasi Pintu-Pintu Masuk dan Perbatasan Kota Medan

Administrator - Selasa, 03 Maret 2020 13:53 WIB
Antisipasi Penyebaran Virus Corona,  Hasyim: Awasi Pintu-Pintu Masuk dan Perbatasan Kota Medan

Antisipasi Penyebaran Virus Corona,

Baca Juga:

Hasyim: Awasi Pintu-Pintu Masuk dan Perbatasan Kota Medan

MEDAN|SUMUT24 Ketua DPRD Medan Hasyim SE meminta Pemerintah Kota (Pemko) Medan harus siaga mengantisipasi terutama pintu-pintu masuk seperti Bandara Kualanamu, Pelabuhan Belawan dan perbatasan-perbatasan wilayah Kota Medan dengan daerah lain.

Penegasan itu, pasca pengumuman Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) terkait kasus virus corona pertama di Indonesia yang terjadi di Depok dua warganya teridentifikasi positif mengidap penyakit mematikan tersebut.

“Soalnya, dengan dipersempitnya ruang gerak keluar masuknya masyarakat ke Kota Medan dan sebaliknya maka peluang kecil tersebarnya virus mematikan itu masuk ke Kota Medan,” kata Hasyim di sela-sela kegiatan Focus Group Discusion (FGD) di Hotel Emerald Garden, Selasa (3-03/03).

Ketua DPRD Kota Medan Hasyim SE mengimbau seluruh warga Kota Medan untuk tetap tenang ddan jangan kasak-kusuk terutama soal virus korona itu.

“Saya harap tenang dan tetap menjaga kesehatan. Ingat, apapun yang terjadi kita tetap tenang jangan membuat gaduh di tengah-tengah masyarakat. Jangan terima informasi yang tidak benar dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,” kata Hasyim

Di samping itu, orang nomor satu di DPRD Kota Medan ini juga meminta Pemko Medan dan jajaran terkait supaya tidak memalingkan pengawasannya di lokasi-lokasi tempat pariwisata. Sebab, di tempat-tempat keramaian itu tidak menjamin terjadinya penyebaran virus korona.

“Sebelum terjadi, kita minta semua pihak saling menjaga supaya virus-virus dari Wuhan tidak menyebar ke kota yang kita cintai ini,” ujarnya.

Memang, lanjutnya, kasus ini masih warga Depok yang terjangkit dan mudah-mudahan Kota Medan tidak terjadi. “Hingga saat ini, saya belum mendengar ditemukannya kasus tersebut. Meskipun demikian, kita meminta Wali Kota dan jajarannya segera mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan jika ada warga Medan yang terjangkit.

Pemko melalui dinas kesehatan harus menyiagakan rumah sakit pemerintah, swasta maupun puskesmas untuk mempersiapkan sarana dan prasarana kesehatan yang dibutuhkan untuk orang yang terjangkit virus yang mematikan tersebut,” kata Hasyim.

Menurut Hasyim, Pemko harus sudah memiliki alat canggih yang bisa mendeteksi virus dan disiagakan di rumah sakit. Sehingga kalau ada kejadian  pihak rumah sakit sudah bisa menanganinya sesuai prosedur. Kesiapsiagaan harus segera dilakukan Pemko Medan, karena kasusnya sudah ada di Indonesia.

Sedangkan rumah sakit yang menjadi rujukan bagi warga terjangkit virus corona, harus sigap menangani korban virus korona. “Jangan menunda-nunda lagi, lebih cepat lebih baik, meski belum ada kasusnya di Medan,” terangnya.

Selain itu, kata Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan ini, pemerintah juga harus mengawasi pintu-pintu masuk orang dari luar negeri seperti bandara Kualanamu dan pelabuhan Belawan serta daerah-daerah yang berbatasan dengan Medan.

“Sosialisasi dari Pemko kepada masyarakat itu sangat penting. Warga harus diedukasi  dengan menyampaikan bahaya virus corona, apa-apa yang harus dihindari dan yang dilakukan. Untuk pencegahan, pola hidup bersih harus dibiasakan, seperti membiasakan mencuci tangan dengan sabun. Biasakanlah mengkonsumsi makanan bergizi seperti banyak makan sayur dan buah serta banyak minum air putih. Itu harus disosialaisasikan kepada masyarakat lewat para kepling,” tuturnya.

Ketersediaan maskerpun lanjut Hasyim harus cukup. Pemko harus menceking di toko-toko maupun apotek apakah ketersediaan masker cukup atau tidak. Para distributor masker juga diingatkan Hasyim agar tidak berspekulasi dengan hiruk pikuknya wabah corona ini.

“Plt Wali Kota harus segera memastikan ketersediaan masker untuk masyarakat dalam kondisi cukup. Distributor kami minta jangan berspekulasi dengan menimbun stok masker sehingga harga mahal karena sulit ditemukan di pasaran. Makanya Pemko kami minta supaya membentuk tim, untuk melihat kesiagaan rumah sakit, tim penyuluh untuk sosialisasi dan menceking ketersediaan masker  di pasaran,” tuturnya.

Pemko Medan dan jajarannya maupun aparat keamanan supaya menindak tegas bagi pihak-pihak yang sengaja menimbun masker. “Jangan mencari keuntungan berlipat ganda di situasi saat ini. Tapi, bagaimana memberikan yang terbaik bagi yang memerlukan masker untuk mencegah tertularnya virus yang mematikan itu,” ujarnya.

(R02)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Cakupan Pekan Posyandu 2026 di Targetkan Wako Solok 95 Persen
Wali Kota Solok H. Ramadhani Kirana Putra Buka Puasa bersama keluarga besar Tim Penggerak PKK Kota Solok.
Berbagi di Bulan Penuh Berkah, Koramil 11/TB Salurkan Takjil untuk Warga Tanjung Beringin
Di Saf yang Sama dengan Warga, Satgas TMMD Ke-127 Kodim 0212/TS Tunaikan Tarawih di Sangkunur
Dahi Menyentuh Sajadah: Cerita Haru Satgas TMMD Ke-127 Kodim 0212/TS di Masjid Nurul Huda, Sangkunur
Gempuran Kasih Sayang, Satgas TMMD 127 Kodim 0212/TS Taklukan Ketidaklayakan Huni di Angkola Sangkunur
komentar
beritaTerbaru