RAMADHAN KEENAM, BAKOPAM SUMUT TERUS TEBAR SEMBAKO DI MEDAN AREA
RAMADHAN KEENAM, BAKOPAM SUMUT TERUS TEBAR SEMBAKO DI MEDAN AREA
kota
Medan I SUMUT24 Hujan deras yang mengguyur Kota Medan sejak sore hingga malam hari, Rabu (19/6/2019) mengakibatkan sejumlah ruas jalan di tergenang banjir, jalanan macet dan listrik padam. Berdasarkan informasi yang diperoleh, akibat banjir tersebut saat ini sejumlah kawasan di Kota Medan juga terjadi kemacetan. Pantauan wartawan, kemacetan ini dikarenakan, membludaknya jumlah kendaraan pasca hujan berhenti, serta sulitnya kendaraan melewati lokasi yang mengalami kebanjiran.
Baca Juga:
Manajer Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, Muhammad Yunus, menyampaikan, berdasarkan data yang dihimpun, beberapa lokasi yang saat ini sedang mengalami kemacetan dan banjir, antara lain Jalan Dr Mansyur, Simpang Jalan Kapten Muslim, seputaran Jalan Asrama, Jalan Wahid Hasyim, Jalan Gajahmada, Jalan Darussalam, Jalan Abdullah Lubis, Jalan Pattimura, Jl S Parman, Jalan Zainul Arifin, Jalan Gatot Subroto. Selain itu, seputaran Tanjung Morawa hingga Marendal saat ini juga terpantau macet.
Pantauan di lapangan, ketinggian air yang menggenangi badan jalan di sejumlah ruas kota Medan berpariasi, mulai dari 5 cm hingga 25 cm. Akibatnya sejumlah kenderaan mengalami mogok. Sementara itu, masalah lain juga timbul, usai hujan deras reda, aliran listrik di sejumlah wilayah di Kota Medan juga mati.
Tak terkecuali lampu traffic light juga mengalami mati, sehingga menimbulkan kemacetan parah hingga mengular beberapa kilometer. Terpantau, serti di Jalan Gajah Mada Medan, traffic light di persimpangan empat Iskandar Mudaengalami mati, hal yang sama juga terlihat di simpang empat Wahid Hasyim menuju pusat wisata Ucok durian mengalami mati.
Tak hanya itu, kemacetan mengular juga terjadi di Jalan Padang Bulan, kemacetan mulai dari Simpang Pasar Baru hingga Pasar Dr. Mansyur. Sementara itu di Jalan Sisingamangaraja juga mengalami kemacetan parah, hal yang sama juga terlihat di Jalan Gatot Subroto hingga Jalan Gaperta Medan.
Menurut salah seorang warga, Jefri (24) mengatakan, saat hujan deras terjadi terjadi ledakan sebuah trafo yang berada di taman gajah Mada, “Besar kali ledakannya bang, ada dua kali, sampai keluar juga api,” ujarnya.
Sementara itu, Eko (32) salah seorang pengendara sepeda motor yang melintas di Jalan Dr Mansyur mengakui jika kendaraan memang kesulitan untuk melintasi genangan air. Akibatnya, mobil dan sepeda motor yang hendak melewati jalan itu pun menumpuk, sehingga kemacetan menjadi tak terhindarkan. “Macet parah. Kita lewatnya pun susah, makanya macet,” sebutnya.
Akibat hujan selama satu jam, beberapa aliran sungai yang melintas di inti Kota Medan langsung meluap. Seperti aliran Sungai Babura yang melintasi kawasan Polonia, Padang Bulan, Medan Baru, ikut meluap hingga membuat warga yang bermukim di bantaran Sungai Babura cemas dan was-was. Apalagi pasca normalisasi Sungai Babura yang dilakukan pengerukan, pendalaman dan pelebaran, semakin memuat warga cemas. Sementara itu Pemko Medan, Pemrovsu dan BWS II Sumatera, hingga saat ini belum melakukan pembentengan atau pembetonan pimnggir sungai Babura yang sudah dikeruk.
“Aliran Sungai Babura ini semakin lebar dan besar. Sudah kayak lautan kalau terjadi banjir begini. Warga berharap, Pemko Medan segera membeton pinggir Sungai Babura yang sudah dikeruk dan dilebarkan. Kalau tidak, warga yang tinggal di bantaran Sungai Babura yang akan menerima balanya,” ujar Warga Kp Mandailing.
Banjir parah juga dilaporkan oleh beberapa warga di kawasan Komplek Perumahan Taman Setia Budi Indah (Tasbih) II. Di lokasi tersebut sejumlah kendaraan roda 4 bahkan tenggelam hingga setengah.
“Inilah Medan, komplek Tasbi II banjir semua mobil tenggelam. Tolong dishare ke Walikota Medan tolong pak dibenahi pak,” ucap warga yang merekam video tersebut.
Sementara itu, kemacetan panjang terjadi di Jalan Djamin Ginting, ini dikarenakan proyek pengaspalan jalan yang dilakukan pihak Dinas Bina Marga Sumut.
Kasat Lantas Polrestabes Medan, AKBP Juliani yang dikonfirmasi membenarkan macet panjang yang terjadi akibat adanya pengaspalan jalan. “Itu karena ada pengaspalan jalan di Km 30-an gitu, jadi bukan karena ada apa-apa,” jawab AKBP Juliani.
Dijelaskannya, pengaspalan jalan yang dilakukan itu bahkan sudah berlangsung selama tiga hari terakhir ini. “Sudah tiga hari ini pengaspalannya, anggota cukup kewalahan mengantisipasi (kemacetan) nya,” tambahnya.
Diterangkan AKBP Juliani lagi, sampai kini status jalanan sudah mulai berlangsung normal. Personel yang turun terus siaga mengatur lalu lintas. “Sepertinya sudah berangsur normal kembali,” tandasnya.
Diketahui, hujan yang turun selama dua jam terakhir pada Rabu sore membuat Kota Medan dikepung banjir. Imbasnya jalanan di Kota Medan menjadi banjir dan macet parah di nama-nama. (R03/W03)
RAMADHAN KEENAM, BAKOPAM SUMUT TERUS TEBAR SEMBAKO DI MEDAN AREA
kota
Medan, Wakil Bupati Kabupaten Deli Serdang, Lom Lom Suwondo, S.S., menunjukkan komitmennya terhadap peningkatan kapasitas akademik denga
News
sumut24.co ASAHAN, Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin Siregar SSos MSi menyatakan dukungan penuh terhadap pembentukan Yonif TP954 yang dib
News
sumut24.co Tebingtinggi, Wali Kota Tebing Tinggi, Iman Irdian Saragih, melaporkan sebuah akun Facebook berinisial AT ke Polda Sumatera Utar
News
Ahmadi Darma Apresiasi Inisiatif Pemuda, Gema Takbir 1447 H Siap Digelar di Tanjung Beringin
kota
Dua Sesi Penyaluran, SPPG Suka Jadi Pastikan Gizi Penerima Manfaat Tetap Terpenuhi
kota
Pastikan Layanan Pendidikan Optimal, Kadis Pendidikan Sergai Kunjungi Sekolah di Dolok Masihul dan Sei Rampah
kota
Kapolres Sergai AKBP Jhon Sitepu Pimpin Doorstop Pengungkapan Kasus Penipuan Rp100 Juta dan Pembunuhan
kota
sumut24.co ASAHAN, Pekerjaan rekontruksi Jalan Desa Silau Jawa menuju Desa Gotting Sidodadi, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, Kabupaten Asah
News
Medan,Dihari kelima Ramadan 1447 H menjadi saksi bisu sebuah perombakan besar di tubuh birokrasi Pemko Medan. Wali Kota Medan, Rico Tri Putr
News