Selasa, 24 Februari 2026

Walikota: Kesadaran Masyarakat akan Lingkungan Harus Terus Ditingkatkan

Administrator - Minggu, 21 April 2019 16:21 WIB
Walikota: Kesadaran Masyarakat akan Lingkungan Harus Terus Ditingkatkan

Medan|SUMUT24 Walikota Medan, Dzulmi Eldin, mengajak seluruh warga untuk mulai menjaga kebersihan lingkungan dengan cara mengurangi penggunaan plastik. Sebab, plastik akan menjadi sampah yang perlu ratusan bahkan ribuan tahun agar bisa terurai di alam.

Baca Juga:

Disamping itu warga diimbau harus senantiasa menggiatkan upaya reboisasi di wilayah tempat tinggalnya masing-masing, sehingga tanaman hijau mampu menjadi penjaga alam dari potensi banjir sekaligus sebagai penyedia oksigen bagi kehidupan mahluk hidup.

Ajakan ini disampaikan Walikota ketika menghadiri peringatan Hari Bumi ke-46 di Bumi Perkemahan Cadika Pramuka Jalan Karya Wisata Medan, Minggu (21/4).

Selain apel bersama, peringatan Hari Bumi juga dirangkaikan dengan penanaman pohon serta Deklarasi Peduli Lingkungan serta peresmian Taman Apotik Hidup.

Dalam Arahannya di hadapan komunitas pecinta lingkungan dan anggota pramuka serta sejumlah pimpinan OPD di lingkungan Pemko Medan yang menghadiri peringatan Hari Bumi, Walikota, mengungkapkan jumlah warga yang peduli dengan lingkungan hidup kini kian banyak, terutama dari kalangan generasi muda, salah satunya Pramuka.

Dikatakan Walikota, pramuka sebagai wadah berkumpulnya insan muda yang kreatif dan inovatif serta berjiwa kepemimpinan yang tinggi merupakan salah satu gerakan pemuda yang senantiasa peduli pada kebersihan lingkungan dan kondisi bumi secara keseluruhan.

“Namun tetap saja jumlahnya tidak sebanding dengan volume harian sampah yang dihasilkan di Kota Medan. Disamping itu lagi kesadaran warga di Kota Medan untuk peduli terhadap lingkungan sampai saat ini masih sangat rendah,” kata Walikota.

Akibat masih rendahnya kesadaran masyarakat tersebut, jelas Walikota, sungai seolah menjadi tempat sampah terbuka yang biasa dijadikan sebagai lokasi pembuangan sampah masyarakat. Akibatnya volume sampah terus meningkat dan menumpuk di sepanjang aliran sungai.

“Sampah-sampah inilah yang membuat terjadinya pendangkalan dan penyumbatan sungai. Kondisi inilah yang menjadi faktor utama kerapnya Kota Medan dilanda banjir,” ungkapnya.

Oleh karenanya, Walikota, sangat mengapresiasi digelarnya peringatan Hari Bumi tersebut. Sebab, kegiatan ini dinilai sebagai salah satu wujud rasa sinta dan peduli kepada lingkungan. Apalagi Hari Bumi diisi dengan edukasi yang akan mendorong terjadinya perubahan perilaku warga masyarakat sehingga kepedulian terhadap lingkungan semakin meningkat.

“Tingkat kesadaran masyarakat yang masih rendah ini harus terus kita ubah sesegera mungkin agar bumi kembali menemukan denyut nadinya demi menopang kehidupan kita di masa kini maupun masa depan. Sebab, semua program yang bisa membantu bumi kembali berseri tidak akan mampu mengubah apapun jika perilaku masyarakat masih belum berubah,” paparnya.

Menyikapi hal itulah, tegas Walikota, masyarakat harus terus didorong agar bisa turut serta secara aktif memperbaiki, menjaga dan mengelola lingkungan hidup demi keberlangsungan hidup generasi masa depan.

Semua itu, bilang Walikota, harus dimulai dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan masing-masing hingga akhirnya kesadaran menjaga lingkungan akan tumbuh secara alami di setiap level kehidupan masyarakat Kota Medan.

Sementara Kadis Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan, M Husni, menyampaikan tujuan peringatan Hari Bumi ke-49 digelar untuk membangun kesadaran dan rasa peduli terhadap lingkungan yaitu dengan menjaga agar bumi tidak rusak.

Selain itu sebagai sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang permasalahan dan solusi untuk peduli terhadap lingkungan.

Dalam peringatan Hari Bumi tahun ini, Husni menjelaskan, serangkaian acara telah digelar seperti Tuning Challenge yakni menelusuri Sungai Babura, Trash Challenge di media sosial dan kegiatan Kemah Kaki Bumi serta apel bersama dengan melibatkan komunitas pecinta lingkungan serta pramuka.

“Disamping itu kita juga mendukung pelaksanaan Pemilu 2019 bersama pecinta lingkungan dengan melakukan aksi selamatkan pohon. Kita membersihkan seluruh alat peraga kampanye dan paku yang terpasang di pohon. Kita harus menjaga pohon, sebab pohon juga mahluk hidup sehingga harus dilindungi,” pungkas Husni. (R02)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Ahmadi Darma Apresiasi Inisiatif Pemuda, Gema Takbir 1447 H Siap Digelar di Tanjung Beringin
Dua Sesi Penyaluran, SPPG Suka Jadi Pastikan Gizi Penerima Manfaat Tetap Terpenuhi
Pastikan Layanan Pendidikan Optimal, Kadis Pendidikan Sergai Kunjungi Sekolah di Dolok Masihul dan Sei Rampah
Kapolres Sergai AKBP Jhon Sitepu Pimpin Doorstop Pengungkapan Kasus Penipuan Rp100 Juta dan Pembunuhan
31.9 Milyar Rekontruksi Jalan Desa Silau Jawa Menuju Desa Gotting Sidodadi Terkesan Asal Jadi dan Menuai Sorotan Masyarakat
Rico Waas Lantik 213 Pejabat, Tekankan Mental Tancap Gas, Ini Pesannya
komentar
beritaTerbaru