Selasa, 24 Februari 2026

Salman Alfarisi Ajak IGDT Kawal Penerapan Perda MDTA

Administrator - Minggu, 31 Maret 2019 16:37 WIB
Salman Alfarisi Ajak IGDT Kawal Penerapan Perda MDTA

 

Baca Juga:

Medan|SUMUT24 Pelaksanaan Peraturan Daerah (Perda) No 5 tahun 2014 tentang Wajib Belajar Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (Wajar MDTA) sampai saat ini belum dirasakan warga Kota Medan. Mengingat, Perda ini sudah resmi berlaku pada Juni 2018 lalu.

Anggota DPRD Medan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPRD Kota Medan Salman Alfarisi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengawal penerapan Perda ini, dimana nantinya jika ditemukan adanya hambatan di lapangan bisa dijadikan masukan dan disampaikan kepada Pemko Medan dan DPRD Medan.

“Kami (DPRD-red) mengajak masyarakat khusunya Ikatan Guru Diniyah Takmiliyah (IGDT) Kota Medan untuk ikut mengawasi pelaksanaan Perda ini. Dan menyampaikan masukan terkait pelaksanaan Perda ini ke Pemko dan DPRD Medan,” jelas Salman dalam sosialisasi Perda Wajar MDTA ini yang dilaksanakan di Jl. Seto, Tegal Sari II, Medan Area, Kota Medan, baru-baru ini.

Dikatakannya, penerapan Perda ini di masyarakat harus mampu memberikan penyadaran kepada warga bahwa, pendidikan MDTA sangatlah penting bagi generasi penerus. “Memang dalam Perda ini ada tercantum soal ijazah MDTA sebagai syarat wajib masuk pendidikan ke jenjang berikutnya. Namun, lebih jauh MDTA sangatlaha penting bagi tumbuh kembang akhlak generasi Islam di Kota Medan,” tuturnya.

Dalman juga mendorong agar, guru-guru MDTA khusunya bisa memberikan masukan kepada pemerintah dan DPRD Medan terkait penerapan Perda ini di Masyarakat. “Kita mengharapkan masukan dari guru-guru MDTA dalam proses penerapan Perda ini, sebagai upaya menyempurnakan pelaksanaan Perda ini nantinya,” jelasnya.

Salman menerangkan, gagasan dan perjuangan lahirnya Perda Wajib MDTA merupakan solusi cerdas bagi generasi muslim di Kota Medan dalam mewujudkan masyarakat Kota Medan yang religius. Selain dalam upaya menyelamatkan generasi Islam, perda ini juga sebagai upaya menciptakan generasi unggul Kota Medan yang berakhlak mulia.

Salman merasakan, pendidikan anak-anak muslim usia produktif tingkat sekolah dasar (SD) banyak yang belum mengenal Alquran dan sangat sedikit mendapatkan pelajaran-pelajaran dasar agama Islam sehingga dikhawatirkan membentuk karakter negatif dalam diri mereka. “Ini kekhawatiran kita, makanya kita sangat berkepentingan untuk fokus mengawal Perda ini di masyarakat,” paparnya.

Politisi senior PKS Kota Medan ini menilai, minimnya mata pelajaran pendidikan agama Islam di sekolah dasar menjadi ancaman bagi generasi Islam ke depan.

“Usia SD merupakan masa gemilang dan produktif yang strategis dalam membentuk karakter positif dalam diri mereka. Dampaknya, bila mereka tidak mendapatkan porsi keilmuan agama Islam sejak dini, kita khawatir generasi Islam di Kota Medan kedepan tak lagi bisa diharapkan,” ucapnya.(R02)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Ahmadi Darma Apresiasi Inisiatif Pemuda, Gema Takbir 1447 H Siap Digelar di Tanjung Beringin
Dua Sesi Penyaluran, SPPG Suka Jadi Pastikan Gizi Penerima Manfaat Tetap Terpenuhi
Pastikan Layanan Pendidikan Optimal, Kadis Pendidikan Sergai Kunjungi Sekolah di Dolok Masihul dan Sei Rampah
Kapolres Sergai AKBP Jhon Sitepu Pimpin Doorstop Pengungkapan Kasus Penipuan Rp100 Juta dan Pembunuhan
31.9 Milyar Rekontruksi Jalan Desa Silau Jawa Menuju Desa Gotting Sidodadi Terkesan Asal Jadi dan Menuai Sorotan Masyarakat
Rico Waas Lantik 213 Pejabat, Tekankan Mental Tancap Gas, Ini Pesannya
komentar
beritaTerbaru