Selasa, 24 Februari 2026

Petani Harus Merubah Dirinya Menjadi Enterpreneur, Seri Kamila Parinduri: Koperasi Merupakan Sokoguru Ekonomi masyarakat

Administrator - Minggu, 31 Maret 2019 16:35 WIB
Petani Harus Merubah Dirinya Menjadi Enterpreneur, Seri Kamila Parinduri: Koperasi Merupakan Sokoguru Ekonomi masyarakat

Medan|SUMUT24 Koperasi diyakini dapat menjadi salah satu cara meningkatkan penghasilan ekonomi kaum perempuan di pedesaan. Untuk itu, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut, Ir. Seri Kamila Parinduri, MP., memberi masukan dengan mengupayakan pembentukan koperasi perempuan, saat bertemu dengan puluhan kaum perempuan di Dusun 10 Sampali, Percut Sei Tuan, akhir pekan lalu.

Baca Juga:

Kamila menjelaskan syarat dan cara pendirian koperasi diantaranya adanya kewajiban anggota mengumpulkan simpanan pokok, simpanan wajib dan sukarela. Berbagai simpanan itu menjadi modal usaha koperasi melakukan kegiatan usaha yang didasari oleh keinginan sama untuk meningkatkan kesejahteraan anggota.

“Wadah koperasi merupakan sokoguru ekonomi masyarakat yang sangat membantu dan bisa meningkatkan pendapatan anggotanya,” jelas Kamila, sembari mencontohkan koperasi perempuan di Yogyakarta yang berhasil membuka peluang aneka usaha.

Dalam pertemuan tersebut, Seri kamila Parinduriyang merupakan caleg DPRD Provinsi nomor urut 4 Dapil Deliserdang ini, menemukan itu seorang ibu yang telah memiliki usaha di bidang pertanian berupa budidaya cacing merah dan sudah memilikijaringan pemasaran hingga ke kota Binjai dan Siantar.

“Usaha ini sangat berpeluang. Disamping berguna untuk meningkatkan kesuburan tanah dan meningkatkan hasil panen,juga merupakan bahan pembuat obat-obatan,” ujar Kamila.

Kamila juga menghimbau agar segera menjadi mitra dinas koperasi dan UMKM, karena akan sangat membantudi dalam pengembangan usaha masyarakat.

Tatap Muka di Tandam Hulu Sebelumnya, dihadapan petani sawah di Tandam Hulu Kec. Hamparan Perak, Seri Kamila Parinduri memberi masukan tentang Konsep Pertanian Organik yang mampu meningkatkan hasil panen padi. Yakni, keseluruhan budidaya padi dilakukan dengan menggunakan bahan-bahan organik mulai dari pengolahan tanah dengan mengaplikasikan bahan pembenah tanah organik, pemupukan menggunakan pupuk organik baik pupuk organik cair maupun kompos (padat), serta pengendalian hama penyakit tidak menggunakan cara kimia atau menghindari pemakaian pestisida.

“Pertanian organik mampu mendongkrak hasil panen padi mencapai di atas rata-rata hasil panen padi sebagaimana ketentuan yang ada, umumnya 7-8 ton bisa meningkat hingga 10 hingga 12 ton per hektar.”

Seri Kamila yang juga dosen di Fakultas Pertanian Universitas swasta di Medan, menyatakan siap membuka diri jika petani ingin berdiskusi dengannya. “Petani harus merubah dirinya menjadi seorang enterpreneur. Memahami komoditi pertanian dan turunannya serta mampu mempergunakan mekanisasi alat pertanian (alih teknologi) untuk meningkatkan hasil tani serta menguasai pemasaran. Memang SDM petani kita umumnya masih dominan berasal dari tingkat pendidikan yang rendah. Akan tetapi dengan berkelompok dan rajin mengikuti perkembangan dan teknologi pertanian, maka kemajuan petani bukan hal yang sulit,” tegasnya.

Pada kesempatan itu Kamila juga mengajarkan cara pembuatan pupuk hijau yang bahannya terdiri dari daun hijau atau sampah dapur, dedak halus, gula pasir atau gula merah, bakteri dan air. Juga pembuatan pupuk bokashi berasal dari jerami padi, pupuk kandang, arang sekam dan dedak yang dicamur dan diaduk rata. (Red)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Ahmadi Darma Apresiasi Inisiatif Pemuda, Gema Takbir 1447 H Siap Digelar di Tanjung Beringin
Dua Sesi Penyaluran, SPPG Suka Jadi Pastikan Gizi Penerima Manfaat Tetap Terpenuhi
Pastikan Layanan Pendidikan Optimal, Kadis Pendidikan Sergai Kunjungi Sekolah di Dolok Masihul dan Sei Rampah
Kapolres Sergai AKBP Jhon Sitepu Pimpin Doorstop Pengungkapan Kasus Penipuan Rp100 Juta dan Pembunuhan
31.9 Milyar Rekontruksi Jalan Desa Silau Jawa Menuju Desa Gotting Sidodadi Terkesan Asal Jadi dan Menuai Sorotan Masyarakat
Rico Waas Lantik 213 Pejabat, Tekankan Mental Tancap Gas, Ini Pesannya
komentar
beritaTerbaru