Senin, 23 Februari 2026

Minta Kepling Dicopot, Lurah Tegal Sari III Dilabrak Warga

Administrator - Selasa, 02 Oktober 2018 11:45 WIB
Minta Kepling Dicopot, Lurah Tegal Sari III Dilabrak Warga

MEDAN | SUMUT24

Baca Juga:

Merasa aspirasi tak ditanggapi, beberapa warga melabrak Kantor Lurah Tegal Sari III, Kec Medan Area. Kedatangan warga ini merupakan yang ke dua kalinya. Karena sebelumnya laporan mereka terkait permintaan pencopotan Kepling VII, Kel Tegal Sari III, Kec Medan Area, Aman Siregar (Bayo) belum juga ada titik terang. Warga kesal dengan kinerja kepling yang dinilai tak beres dalam melayani warganya.

Pantauan wartawan, Senin (2/10/2018), warga yang hadir dikantor lurah merupakan perwakilan dari tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan tokoh agama. Kedatangan warga tersebut diterima langsung oleh Lurah Tegal Sari III, Laurentius. Dalam pembicaraan tersebut sempat terjadi adu mulut antara Lurah dan warga, namun untung tidak terjadi keributan disana.

“Kami hanya meminta ketegasan lurah atas keluhan warga untuk segera mencopot kepling. Namun keluhan warga ini seperti tak direspon. Sehingga kami langsung melabrak lurah di kantornya untuk meminta keseriusannya dalam menangani masalah ini,” ujar salah satu Tokoh Pemuda, Safaruddin Rambe, didampingi Tokoh Agama, Insa Nasution, dan masyarakat.

“Sudah 13 tahun Aman Siregar menjadi kepling namun aspirasi warga selama ini tidak didengarnya. Misalnya lingkungan kami tidak pernah ada gotroy sehingga parit banyak tersumbat. Selain itu, keamanan lingkungan juga tidak berjalan sehingga marak aksi pencurian dilingkungan kami,” tambah Safaruddin Rambe

Ditambahkan Safaruddin Rambe, sebelumnya ratusan warga juga telah melakukan musyawarah menuntut Kepling Aman Siregar dicopot.

“Kita telah menggelar musyawarah dan rapat yang dihadiri sedikitnya 117 warga di SD Alwashliyah Jln Bromo Gg Santun Ujung. Dari hasil tersebut, warga sepakat agar Kepling Aman Siregar dicopot dan digantikan oleh Sori Pada Muda Pane untuk menjadi Kepling Lingkungan VII, Kel Tegal Sari, Kec Medan Area. Warga menilai Sori Pada Muda Pane memiliki program yang sangat membantu masyarakat,” tambahnya.

Hal senada juga ditambahkan salah satu Tokoh agama, Insa Nasution. Menurutnya keinginan masyarakat untuk meminta kepling dicopot ini murni tanpa ada sentimen dan intervensi manapun.

Selain itu, warga menilai pihak kelurahan dan kepling juga minim dalam keterbukaan informasi, baik soal pembangunan dan bantuan dari pemerintah. Beberapa tahun belakangan bantuan yang biasanya ada dari pemerintah tak pernah didapatkan warga lagi. Malah mereka menilai, sekali ada bantuan penerimanya tak tepat sasaran dan infonya tak pernah terbuka ke warga.

“Sebagai contoh, uda 10 tahun honor BKM Masjid Al Misbah yang ada ditempat kami tak pernah diterima dengan pengurus BKM. Pihak kelurahan mengklaim bahwa bantuan itu tidak ada lagi dari KUA, dan katanya SK BKM kepengurusan yang baru belum ada. Sementara kami sudah mengirim berkas ke kepling namun sampai sekarang SK BKM belum juga siap,” ujar Insa.

Sementara itu, Lurah Laurensia mengaku tidak punya wewenang dalam menetapkan pencopotan kepling, wewenang tersebut ada di camat.

“Jadi mengacu pada peraturan UU yang ada, camat yang berhak dalam melakukan pergantian kepling jadi bukan lurah,” kata lurah sembari mengaku bahwa dirinya tidak menanggapi surat warga sebelumnya karena dalam surat tersebut lurah diminta untuk mencopot kepling.

Terkait soal bantuan pemerintah, Laurentius mengaku kalau memang belum ada bantuan pemerintah yang ada untuk warga disini. Dulu sempat ada bantuan dari Disperindag, tapi bantuan itu seharusnya bukan untuk warga disini namun saya memohon pihak Disperindag untuk memberikannya kesini dan itu dikabulkan.

Sedangkan terkait honor untuk BKM Masjid yang belum dibayar selama 10 tahun, Laurentius mengaku tidak tau soal hal itu. Bahkan salah satu staf kelurahan disana juga membenarkan hal itu. Namun ketika warga ingin meminta data rekening honor BKM terakhir, sayangnya pihak kelurahan tak bisa menunjukkannya.

“Memang gak ada KUA ngasih honor itu, kalau gak percaya cek aja disana, kita punya data pengiriman rekening honor BKM yang terakhir, namun filenya di komputer dan sekarang mati lampu sehingga gak bisa dibuka datanya,” ujar salah satu wanita yang menjadi staf di kelurahan Tegal Sari III waktu itu.

Usai berdialog dengan lurah, warga berharap agar lurah bisa menyampaikan aspirasi ini ke camat untuk segera mencopot kepling. Kalau ini tak direspon juga maka warga akan melakukan demo ke kantor camat Medan Area.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Ramadan Penuh Berkah, Sat Samapta Polres Padangsidimpuan Tebar 50 Takjil di Jalan Sudirman
Tarawih Bareng Warga, Kapolres AKBP Wira Prayatna Ajak Masyarakat Perangi Narkoba dan Judi Online di Padangsidimpuan
Respons Cepat Call Center 110, Sat Lantas Polres Padangsidimpuan Urai Kemacetan Akibat Truk Tangki CPO Mogok di Desa Simirik
Langkah Inspiratif Desa Suka Ramai Madina, Bupati Saipullah Nasution Puji Program Beasiswa Siswa Juara
Satu Dekapan Medis, Sejuta Harapan: Aksi Heroik Satgas TMMD ke-127 Kodim 0212/TS Membasuh Lelah Warga
Dari Pembangunan ke Pelayanan Kesehatan, Satgas TMMD ke-127 Kodim 0212/TS Rawat Harapan Lewat Sentuhan Medis
komentar
beritaTerbaru