Belum Genap 24 Jam Sejak Kabur, Pelaku Curat yang Gasak Barang Rp143 Juta Diringkus Polisi
sumut24.co ASAHAN, Kecepatan dan ketelitian tim kepolisian kembali membuahkan hasil. Kurang dari sehari sejak melancarkan aksinya, pelaku p
News
Baca Juga:
Medan I Sumut24.co Peluncuran buku sejarah bunga rampai, dan diskusi publik tentang sejarah Guru Patimpus Sembiring Pelawi. Acara tersebut dihadiri empat garis keturunan Sembiring Pelawi yang mengangkat tema ‘Perjalanan Guru Pa Timpus Sembiring Pelawi’ disenggarakan di Convention Hall Hotel Danau Toba Internasional Medan, Sabtu (22/10/2022) Pukul 21.00 WIB.
Buku Bunga Rampai ini merupakan kumpulan dari empat orang penulis diantaranya, Roy Fachraby Ginting, SH. M.K.n. Drs. Wara Sihuhaji, M.Hum. Dr. Bakhrul Khair Amal, M.Si. dan Drs. Achmad Riza Siregar M.Si.
Acara tersebut juga dihadiri empat garis keturunan Guru Pa Timpus Sembiring Pelawi yakni Sidharta Sembiring Pelawi, Ketua DPRD Kota Medan Hasyim SE, Bupati Kabupaten Karo Cory Sriwaty Sebayang, penulis buku dan sejumlah sejarahwan Kota Medan.
Ketua panitia peluncuran buku Bunga Rampai Kisah Perjalanan Guru Pa Timpus Sembiring Pelawi, dr John Peter Roy Kaban menjelaskan, peluncuran buku ini bertujuan untuk meningkatkan tingkat presentasi pengenalan Guru Pa Timpus ke masyarakat umum.
“Kami berharap melalui buku ini bukan hanya masyarakat Kota Medan saja yang mengenal Guru Pa Timpus Sembiring Pelawi tetapi juga seluruh Nusantara Indonesia,” ungkapnya.
“Buku Bunga Rampai ini mengisahkan Sejarah Perjalanan sejarah tokoh kota Medan yaitu Guru Pa Timpus dan sejarah terbentuknya Kota Medan. Ada temuan bahwa ada 20 persen masyarakat Kota Medan yang tidak mengetahui siapa pendiri kotanya, jadi dengan kita membuat buku ini akan terungkap bagaimana Guru Pa Timpus mendirikan Kota Medan yang dulu asalnya adalah Kuta Madan berubah menjadi Kota Medan,” tambahnya.
Roy menjelasjan didalam buku tersebut juga menceritakan tentang asal mula adanya keberagaman yang saat ini dirasakan di Kota Medan.
“Jadi kenapa ada keberagaman di Kota Medan, karena Medan itu berkembang karena ada usaha perkebunan sehingga menghasilkan transaksi bisnis dan perdagangan yang luar biasa, sehingga datang komoditas India Tamil, China dan buruh dari jawa,” ungkapnya.
Sastrawan Kota Medan sejaligus penulis buku ini mengatakan bahwa buku ini juga menceritakan tentang silsilah keturunan dari Guru Pa Timpus Sembiring Pelawi dari istri ke empat, sejarah Kerajaan Aru, Eksistensi Raja Urung Karo, Kerjaan Kesultanan Deli dan lainnya.
“Buku ini memang belum sempurna, buku ini menceritakan silsilah keluarga dari Istri ke empat, maka dari itu kami juga meminta partisipasi dari keturunan Guru Pa Timpus dari Istri pertama, kedua dan ketiga, untuk dapat menyempurnakan isi buku ini,” Ungkapanya. Er
sumut24.co ASAHAN, Kecepatan dan ketelitian tim kepolisian kembali membuahkan hasil. Kurang dari sehari sejak melancarkan aksinya, pelaku p
News
sumut24.co MedanPemko Medan memperluas basis penerimaan, meningkatkan kepatuhan, mengoptimalkan potensi daerah, memperkuat pengawasan dan
kota
sumut24.co MedanSepuluh pelajar Kota Medan bersiap menjalankan misi lebih dari sekadar pertukaran pelajar. Selama enam hari di Ipoh, Malay
kota
Sudah Seminggu, Kepastian Kompensasi Korban Keracunan MBG Karo Belum Jelas
News
Medan sumut24.co Satuan Resnarkoba Polrestabes Medan, Kamis (17/9/2026) sore meringkus seorang Ibu Rumah Tangga (IRT), yang jadi pengedar
Hukum
Deliserdang sumut24.co Untuk terus memupuk sinergitas wartawan dan polri, Chairum Lubis SH Ketua Pewarta Polrestabes Medan, Selasa (22/9/2
News
DPRD Dorong Kinerja Bank Sumut Hingga IPO, Dana Daerah Harus Berputar Untuk PAD dan Deviden
News
Distanpang Sumut Inisiasi Proyek Perubahan Transformasi Birokrasi Pelayanan Sektor Pertanian Terpadu
News
Pemko Pematangsiantar Perkuat Tata Kelola Penanggulangan Bencana
News
Wali Kota didampingi Unsur Forkopimda melakukan kick off tanda dibukanya Kejuaraan Sepak Bola Antar Pelajar SMA/Sederajat
News