MEDAN | SUMUT24
Baca Juga:
Menyambangi dua sekolah ini, SDN 060882 Jalan Abdullah Lubis dan SDN Percobaan Jalan Sei Petani bagai langit dan bumi. Di SDN 82, Selasa (26/7) pukul 14.00 WIB suasana sepi. Tak seorang pun dapat ditemui disitu kecuali penjaga sekolah.
Di SDN Percobaan, anak-anak masih hilir mudik menunggu dijemput. Para orangtua yang menjemput anaknya, masih lalu lalang di Jalan Sei Petani yang sempit itu. Dengan beragam merk dan jenis kenderaannya.
Sungguh pemandangan yang sangat kontras. Namun begitulah fenomena yang terjadi di dua sekolah yang berada di kawasan Medan Baru ini. Satu disanjung, satunya tersandung, menahan beban agar tak di relokasi.
Karena sekolah telah sepi, hanya penjaga sekolah Posma Pardede yang ditemui di SDN 82 bersama istri dan ketiga anaknya. Sedangkan kepala sekolah Siti Rohani Sitepu, S.Pd sejak pukul 13.00 sudah meninggalkan sekolah itu.
Informasi hanya didapat dari penjaga sekolah yang sudah bertugas di sekolah itu sejak tahun 1982. Menurut Posma, tahun ajaran 2016/2017 siswa baru di sekolah itu hanya 33 orang saja. Jika dihitung secara keseluruhan, tak kurang 300 anak yang masih bersekolah di sekolah itu, kata Posma.
Sebagai orang yang sudah lama bekerja di sekolah itu, dia pun memahami betapa mubazirnya sekolah besar itu. Murid minim, sekolah bagus dan terletak di persimpangan jalan pula.
Mirisnya hanya lantai bawah saja yang dipakai sedangkan lantai dua kosong. Ketika ditanya sejak kapan digabungkan, Posma hanya menyebutkan tahun 2014. Mengapa digabungkan, dia juga tak paham, yang dia dengar terjadi pertengkaran antara dua kepala sekolah waktu itu antara SD 060881 dan SDN 060882. Lantaran pertengkaran tersebut, Pemko pun akhirnya mengabungkan sekolah itu. Tinggal SDN 82 saja.
Saat ditanya, pernah ditawar pengembang ? Antusias Posma menyebutkan pernah. “Namun itu sudah lama sekali. Tahun 1983, karena aku ikut mengukur tanah ini,” ujarnya. Secara keseluruhan SDN 82 memiliki luas 2.736 M2. Jadi lumayan, kan jika dijual kepada pengembang. Karena dipertahankan juga tak ada manfaatnya, mubazir.
Jika SDN Percobaan justru kebalikkannya. Jumlah siswa di SDN percontohan lebih dari 1000 orang. Sangkin banyaknya, sekolah itu menerapkan pagi sore khusus untuk anak kelas 3.
Kepala sekolah Dra. Hj. Paujia Rosmini, MM yang tak jelas keberadaannya di sekolah itu saat didatangi, tak mau memunculkan diri. Menurut stafnya yang nampak akur untuk berkata bohong mengatakan, kepala sekolah yang berprestasi itu ke Pemko Medan.
Ketika ditanya jumlah siswa pun masih menunjukkan keengganan. Sebelumnya seorang staf menyebutkan siswa kelas satu berjumlah 157 orang dengan memakai 5 kelas.
Sementara staf bernama Safrinur sengaja berkilah data ada pada temannya yang bernama Rizal yang saat itu juga ke Pemko Medan. Terserahlah. Inilah fenomena saat ini di dunia pendidikan, jika tak mampu berkompetisi maka siap-siaplah tergusur. (R.05)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News