Medan | Sumut24
PT Pegadaian Medan optimis kebijakan tax amnesty yang diberlakukan pemerintah, sejak 18 Juli 2016 kemarin, akan mampu mendorong pertumbuhan bisnis mereka secara lebih progresif. Meski bukan sebagai penerima manfaat langsung dari kebijakan tersebut, namun Pegadaian yakin kebijakan tax amnesty ini mampu membuat mereka memenuhi target bisnis mereka tahun ini.
Baca Juga:
Pimpinan Wilayah I-Medan PT Pegadaian, Ketut Suhardiono menyebutkan, dengan adanya kebijakan tax amnesty itu, akan banyak dana yang masuk ke Indonesia untuk digunakan pemerintah menumbuhkan ekonomi dan kegiatan dunia usaha. Dengan adanya pertumbuhan ekonomi dan dunia usaha itu, maka bisnis pegadaian akan ikut tumbuh secara linier.
“Kebanyakan nasabah kita kan pengusaha. Jadi kalau dunia usaha jalan, maka para pengusaha itu akan butuh modal untuk mengembangkan usahanya. Disitu lah kita kemudian mendapatkan peran. Jadi kita memanfaatkan efek dominonya,”ujar Ketut diruang kerjanya, Rabu(27/7).
“Sebagai contoh, dengan adanya dana tax amnesty itu, maka infrastruktur akan dibangun. Lokasi-lokasi tempat pembanguna infrastruktur itu akan menjadi kota-kota baru tempat perputaran ekonomi terjadi. Dan dimana ada perputaran ekonomi ada kebutuhan modal, dan kita bisa bermain disitu,”ujarnya.
Ketut mengatakan, sebelum lebaran kemarin, target pertumbuhan bisnis mereka telah mencapai hampir 10 persen. Namun pencapaian itu sedikit menurun setelah lebaran, seiring dengan menurunnya kegiatan bisnis masyarakat.
“Tapi dengan adanya tax amnesty ini, kita optimis target 15 persen sampai akhir tahun bisa kita capai. Apalagi kita punya sejumlah program yang kita prediksi mampu menarik minat masyarakat untuk menggunakan jasa Pegadaian,”pungkasnya. (W04)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News