Minggu, 22 Februari 2026

Wujudkan Danau Toba Monaco Asia SKPD Harus Beri Perhatian Khusus

Administrator - Senin, 25 Juli 2016 08:27 WIB
Wujudkan Danau Toba  Monaco Asia SKPD Harus Beri Perhatian Khusus

MEDAN|SUMUT24 Pernyataan Gubernur Sumut Ir HT Erry Nurady pada acara NSICC 1’st North Sumatera International Choir Competition, pada 18 – 24 Juli 2016 lalu di Parapat & Laguboti, yang menyebutkan telah tiba momentum masyarakat 7 Kabupaten disekitar Danau Toba untuk dikenal dunia, dan menjanjikan Pemprovsu akan memberikan perhatian khusus untuk mendukung pariwisata Danau Toba. Ada 4 – 6 event acara yang dibiayai dari APBD Provsu 2017, untuk menarik animo turis dan & wisatawan, didukung sepenuhnya oleh Anggota DPRD Sumut, Rony Reynaldo Situmorang.

Baca Juga:

“Saya harap, SKPD Pariwisata Provsu, segera memikirkan, merencanakan dan merealisasikan janji Gubsu untuk membuat 4 – 6 event khusus untuk pariwisata di Danau Toba,” ujar Rony kepada SUMUT24.

Karenanya, Sekretaris Komisi A DPRD Sumut ini berharap, agar SKPD memberikan perhatian khusus terhadap pernyataan Gubsu tersebut. Khususnya, SKPD di PU Bina Marga, yang harus memberikan perhatian lebih terhadap kelayakan infrastruktur jalan provinsi, khususnya yang menjadi akses ke Danau Toba.

Hal itu disebabkan, saat ini masyarakat dari Kisaran, Rantau Prapat, Labuhanbatu, terlebih masyarakat yang berada di pesisir pantai timur Sumatera, terpaksa harus memilih rute yang memutar, yakni melalui Tebingtinggi jika ingin ke Danau Toba. Dikarenakan, belum tersedianya akses jalan yang memadai, dan dapat memperpendek jarak tempuh menuju Danau Toba.

“Selain itu, kondisi penerangan jalan juga harus diperbaiki. Karena, lampu penerangan jalan raya di semua akses jalan utama dan juga jalan sekunder menuju Danau Toba sangat minim. Sudah tentu hal ini akan mempengaruhi faktor keamanan berkendara,” sebutnya.

Selain pernyataan tersebut, dalam keteranganya kepada SUMUT24, politisi dari partai Demokrat ini juga mengapresiaasi sambutan yang disampaikan oleh Menkopolhukam Luhut Panjaitan, yang menyebutkan Danau Toba harus Zero Tolerance dari polusi. Rony juga menyampaikan dukunganya kepada Bupati Simalungun, JR Saragih yang sejak awal sudah melakukan langkah sosialisasi, menghimbau dan memberikan batasan waktu hingga akhir tahun kepada pengusaha keramba ikan untuk menghentikan aktifitasnya di Danau Toba.

“Selain itu, saya rasa harus ada pengawasan lebih khusus untuk usaha-usaha lain yang berefek negatif terhadap kualitas air Danau Toba. Seperti, usaha peternakan yang tidak mampu mengolah limbah kotoran ternaknya, bahkan sengaja membuang limbah kotoran ternak ke Danau Toba. Ini harus ditutup dan dicabut izin usahanya,” papar Rony.

Sebagai wakil rakyat, Rony menuturkan, dirinya bukan anti terhadap investasi. Tapi anti terhadap dunia usaha yang tidak mendukung kelestarian lingkungan dan kualitas air Danau Toba. Menurutnya, penutupan dan pencabuitan izin usaha yang disampaikanya itu, adalah untuk pengusaha yang tidak mau menjaga kelestarian lingkungan. Sedangkan, bagi dunia usaha yg mau mendukung dan menjaga kebersihan air Danau Toba, kelestarian lingkungan dan keaneka-ragaman hayati, harus kita dukung dan disediakan relokasi untuk meneruskan usahanya.

“Kita rindu air Danau Toba yang biru, bebas dari endapan residu pakan ikan yang berpuluh tahun ditebar dengan sangat banyak, dan massive, hingga akhirnya mengendap di dasar danau dan berbau. Kita rindu anak-anak berenang, berlomba menyelam mengejar uang logam yang dilempar penumpang kapal ferry, tanpa khawatir badannya gatal,” ungkapnya.

Cabut HPH PT TPL

Terkait dengan keberadaan PT Toba Pulp Lestari (TPL), Rony juga menyampaikan apresiasinya atas statement Menkopolhukam Luhut Panjaitan, yang menyampaikan kalimat harus dibersihkan beberapa kali saat menyampaikan sambutanya. Menurut Rony, makna dari kalimat tersebut, adalah sebuah ketegasan, yang tak bisa  ditawar lagi.

“Bagi saya, tidak ada tawar menawar, izin konsesi HPH PT TPL harus dicabut,” ujarnya.

Dikatakannya, untuk apa dipertahankan keberadaan PT TPL di Sumut, jika masyarakat tertindas, kearifan lokal tergadai, keasrian dan kelestarian hutan tergadaikan. Penebangan kayu alam dan tanaman endemik di wilayah masyarakat adat, telah mengakibatkan konflik sosial dan keresahan bagi anak bangsa yang sudah terlebih dahulu tinggal di sana jauh sebelum TPL datang.

“IUPHHK dalam indikator kriteria sosialnya, jelas mengamanatkan menyertakan masyarakat hukum adat dan atau masyarakat setempat secara adil dan setara dalam pengelolaan kawasan hutan,” ujarnya.

Bagaimana mungkin terwujud syarat kata menyertakan diatas, lanjutnya, jika persawahan tradisional masyarakat yang menjadi satu-satunya sumber pangan untuk mengisi perut bagi masyarakat pun harus mengalah dengan datangnya TPL.

Meski mereka lakukan replanting. Bagaimanapun juga, penebangan pohon yang sudah berumur ratusan tahun, pasti berdampak negatif pada keasrian dan keindahan bukit yang sebelumnya hijau. Dan ini, belum lagi pohon kemenyan yang nilai jualnya tinggi, land-mark dan ciri khas Sumut, serta menjadi salah satu pendapatan bagi masyarakat kecil pedesaan, yang kini hampir hilang dan punah.

“Saya berharap, momentum dan peluang menghidupkan geliat pariwisata Danau Toba diikuti dengan adanya perubahan mental dan karakter semua masyarakat disana. Begitu juga dengan pelaku usaha wisata  seperti hotel, penjual souvenir, restoran, dan sebagainya,” ujarnya.

Keramah-tamahan, rasa persahabatan, kejujuran, kesopanan, keterbukaan menerima kehadiran setiap wisatawan yang dastang, harus ditunjukan. Sehingga wisatawan yang datang merasa aman, nyaman dan tenang. Danau Toba menjadi sasaran destinasi wisata, dan Monaconya Asia, pasti terwujud 5 tahun ke depan. (W01)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Saat Pembekalan Tim Safari Ramadhan, Wali Kota Solok Ramadhani umumkan PDAM Gratis Masjid, Prioritas BPJS dan infrastruktur.
SATU TAHUN KEPEMIMPINAN WALI KOTA SOLOK RAMADHANI KIRANA PUTRA DAN WAKIL WALI KOTA SURYADI NURDAL*
Kecelakaan Tragis! Bocah 5 Tahun Meninggal Saat Menyeberang Jalan di Dolok, Polres Tapsel Lakukan Olah TKP
Polresta Deli Serdang Gagalkan Peredaran 21 Kilogram Sabu, dua Kurir Diamankan
RAMADHAN KEEMPAT, BAKOPAM SUMUT BAGIKAN PAKET SEMBAKO UNTUK WARGA MEDAN DAN DELI SERDANG
Tokoh Birokrat dan Pejuang Koperasi, H. Muhammad Husni Wafat, Ini Sejumlah Jabatan Menterengnya
komentar
beritaTerbaru