MEDAN| SUMUT 24
Baca Juga:
‎Dalam rangka mengurangi tingginya angka kecelakaan lalu lintas
dikalangan remaja, khususnya pelajar, pihak kepolisian Percut Sei Tuan
memberikan penyuluhan tentang disiplin berkendara kepada seluruh siswa
baru SMK MANDIRI Percut Sei Tuan, Selasa (19/7), di pelataran sekolah
Jln Datuk Kabu Pasar III Desa Tembung.
Kapolsek Percut Sei Tuan di wakili Kanit Bimas, Iptu Tri Eko, dalam
paparannya mengatakan, saat ini tingkat kecelakaan lalu lintas
dikalangan remaja mulai dari usia 15 hingga 26 itu jumlahnya sangat
tinggi di Indonesia. Untuk itu para siswa perlu dibekali peraturan tata
cara berkendara, sebagai upaya mengurangi tingginya tingkat kecelakaan
tersebut.
“‎Dalam penyuluhan ini kita berikan sedikit materi tentang pengenalan
lambang atau tanda-tanda rambu lalu lintas. Hal ini agar mereka
mengerti tentang arti lambang tersebut. Tak hanya itu, mereka juga kita
beri arahan bagaimana berkendara yang benar, seperti cara memotong
lewat sebelah kanan maupun kiri,” katanya didampingi Panit Bimas Ipda M
Sitanggang dan Aiptu Ida Rosnita.
Tri Eko juga menegaskan, siswa juga harus wajib menggunakan helm saat
berkendara. Selain itu, Tri Eko juga mengimbau agar siswa yang belum
memasuki usia 17 tahun dan tidak memiliki SIM, sebaiknya tidak usah
menggunakan kendaraan pribadi saat ke sekolah.
“Saya minta sebaiknya‎ bagi siswa yang belum memiliki SIM janganlah
membawa kendaraan pribadi saat sekolah. Karena usia di bawah 17 tahun
merupakan usia yang sangat labil dalam berkendara, dimana di usia
tersebut biasanya mereka sering ugal-ugalan di jalan dan tidak
memikirkan bahayanya ke depan,” tegasnya.
Sementara itu, ‎Kepala Sekolah SMK MANDIRI PS TUAN, Dra Hj Fatimah
‎Zahara Mpd, mengaku senang dengan penyuluhan ini. Dikatakannya,
sedikitnya ada 400 siswa baru yang hadir dalam mendengarkan penyuluhan
ini.
“Ini merupakan bagian dari kegiatan ‎MPLS yang berlangsung selama tiga
hari. Jadi selama mengikuti MPLS tersebut para siswa selalu kita
berikan materi-materi dan pencerahan dengan mendatangkan nara sumber
dari luar dan berkompeten guna menambah wawasan siswa nantinya,” ujar
Fatimah.
Fatimah menambahkan, kegiatan MPLS ini juga dilakukan dengan
mengenalkan siswa-siswa baru ini terhadap seluruh yang ada dilingkungan
sekolah. Pengenalan itu mulai dari pengenalan fasilitas sekolah,
ruangan guru, ruangan belajar, kegiatan ekstrakurikuler, dan
sebagainya.
Fatimah berharap, dengan berlangsungnya kegiatan ini semoga dapat
membuat siswa lebih disiplin dan memiliki wawasan yang luas
kedepannya.‎ (W07)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News