Medan | Sumut24
Baca Juga:
Ketua Fraksi Partai Demokrat Drs. Herri Zulkarnain, MSi secara tegas minta Pemerintah Kota Medan harus serius dan tegas melakukan pengawasan terhadap bangunan besar yang rentan musibah. Terutama fasilitas keamanan seperti tangga darurat, hydrand, racun api dan smoke detektor tidak bisa ditawa-tawar lagi dan merupakan keharusan bagi bangunan besar serta secara berkala harus diperiksa.
Drs. Herri Zulkarnain, MSi yang juga Sekretaris DPD Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Sumut, Kamis (14/7) mensinyalir terjadinya musibah kebakaran Aksara Plaza dikarenakan, hydrand, racun api, smoke detektor di lokasi itu sudah tidak berfungsi.
Menurutnya, keamanan itu mahal, tetapi jika kita mengabaikan akan jauh lebih mahal. Oleh karenanya Pemerintah Kota Medan harus serius dalam mengawasi kelengkapan keamanan yang sudah menjadi persyaratan mutlak untuk jaminan keamanan.
“Salah satu titik kelemahan Pemko Medan adalah pengawasan terhadap fasilitas keamanan dini sering diabaikan oleh oknum di lapangan. Sehingga jika terjadi musibah kebakaran sulit mengantisipasinya secara dini dikarenakan fasilitas keamanan dini tidak berfungsi. Oksigen yang ada di ruang tertutup, akan mempercepat maraknya api,” ujar Herri.
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Medan Herri Zulkarnain menyarankan agar Pemko Medan menambah pengadaan P2K dan UPT di tiap-tiap kecamatan minimal dua unit mobil pemadam kebakaran. Saat ini yang ada hanya di Belawan, sementara di Kp Lalang, Aksara dan Sunggal belum ada.
“Jika kondisi pengadaan UPT di kecamatan tersedia dua unit mobil pemadan kebakaran, akan mempercepat antisipasi meluasnya kebakaran,” ujarnya. (R02)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News