Komunitas Warga Jawa Bangun Aliansi Jawa Bersatu di Markas AMAN

273
Sejumlah perwakilan pengurus Komunitas Jawa di Kota Medan bersatu membentuk Aliansi Jawa Bersatu di Posko Pemenangan AMAN, Jalan Sudirman, Medan.

MEDAN I SUMUT24.CO
Puluhan perwakilan pengurus organisasi masyarakat Jawa yang ada di Kota Medan berkumpul di Kantor Pemenangan Akhyar Nasution-Salman Alfarisi (AMAN). Para perwakilan pengurus perkumpulan masyarakat Jawa di Kota Medan tersebut berkomitmen untuk memberikan dukungan kepada Calon Walikota dan Wakil Walikota Medan nomor urut 1, Akhyar-Salman.

Adapun perwakilan pengurus komunitas Jawa Kota Medan yang hadir memberikan dukunganya kepada Akhyar-Salman berasal dari perkumpulan Pujakesuma, Semar Nusantara, Pagar Jati, Jawa Nusantara Bersatu, Satgas Joko Tingkir, Sekar Mirah, Pandawa dan Singa Peta.

Selain memberikan dukungan untuk AMAN, para pengurus komunitas itu juga mencetuskan semangat mempersatukan kembali komunitas Jawa yang ada di kota Medan. Jika kekuatan itu bisa dipadukan, mereka yakin, komunitas jawa bisa menjadi salah satu kekuatan penting dalam membangun kota ini.

“Betapa tidak, dari 2,3 juta penduduk Kota Medan, sekitar 33 persen adalah warga keturunan Jawa. Inikan sebuah kekuatan yang tidak bisa dipandang remeh. Tapi, yang sangat disayangkannya, komunitas Jawa itu tidak kompak, sehingga mudah terpecah belah. Apalagi kalau ada tawaran dan iming-iming dari pihak tertentu, komunitas itu begitu mudah terbelah menjadi beberapa kelompok,” kata Juni Iskandar, pengurus Paguyuban Arek-arek Jawa Timur (Pagar Jati) Kota Medan.

Awalnya, ungkapnya, komunitas jawa di Kota Medan tampil solid bersatu dalam sebuah wadah yang cukup kompak. Tapi, seiring banyaknya kepentingan politik dan godaan fulus, organisasi terpecah, sehingga saat ini, setidaknya ada lebih dari 20 organisasi yang mengatasnamakan komunitas etnis Jawa di Kota Medan dan Sematera Utara.

“Kami berharap kekuatan ini hendaknya bisa kita satukan kembali. Saya sangat berharap Pak Akhyar Nasution bisa menjadi pemersatu warga Jawa yang ada di Kota Medan ini, karena saya kenal betul, Beliau sangat dekat dengan etnis Jawa,” ujarnya.

Sebagai warga Jawa yang sudah lama tinggal di Medan, Juni mengaku sudah mengenal cukup lama Akhyar Nasution. “Saya tahu bahwa Ibu dan Nenek Pak Akhyar itu asli orang Jawa. Dia juga sangat fasih bahasa Jawa. Maka itu, saya sangat berharap, Beliu dapat mempersatukan warga Jawa di Kota Medan ini agar tidak terpecah-pecah lagi,” tambahnya.

Juni pun bertekad akan membawa semua warga Jawa yang bernaung di bawah Pagar Jati Kota Medan untuk mendukung Akhyar-Salman pada Pilkada Desember nati. Hal yang sama juga disampaikan Rusdi Suharsono, perwakilan dari Pujakusuma (Putra Jawa kelahiran Sumatera) yang mengaku sudah mengenal Akhyar sejak lama. Bahkan Rusdi juga merupakan teman Akhyar saat masih menjadi politisi di PDI Perjuangan.

“Ketika Pak Akhyar keluar dari PDIP, saya pun ikut keluar, karena saya tahu betul tentang ketidakadilan yang dialami Beliau di partai itu. Dalam Pilkada ini, saya akan membawa gerbong Pujakusuma untuk mendukng Pak Akhyar,” kata Rusdi yang sebelumnya tercatat sebagai pengurus Cabang dan Ketua Ranting PDIP Medan Perjuangan.

Pada pertemuan di Posko Tim Pemanangan AMAN, perwakilan komunitas jawa tersebut diterima oleh Ketua DPC Partai Demokrat Kota Medan Burhanuddin Sitepu dan Ketua Tim Pemenangan Ibrahim Tarigan.

Dalam paparannya, Burhanuddin dan Ibrahim Tarigan sangat setuju kalau Pilkada Kota Medan dijadikan sebagai momen untuk mempersatukan kembali komunitas Jawa yang terpecah-pecah di kota ini. “Saya pastikan kalau Pak Akhyar sangat memberi perhatian bagi warga Jawa di kota ini, karena Beliau berdarah Jawa. Maka itu, kami berterimakasih, warga Jawa Kota Medan mau mendukung Beliau,” ujar Burhanuddin.

Soal perpecahan di kalangan masyarakat itu, Burhanuddin sangat memahaminya, karena kasus yang sama kerap terjadi di komunitas etnis lainnya.
Meski demikian, ia meminta agar perpecahan itu jangan sampai berlarut-larut.

Untuk kepentingan bersama, seharusnya etnis Jawa di Kota Medan bersatu kembali mendukung Akhyar dan Salman. Burhanuddin juga sangat mendukung ide untuk membentuk komunitas Aliansi Jawa Bersatu di Kota Medan dalam rangka menyatukan kembali warga Jawa dalam sebuah komunitas yang lebih besar. (rel)

Loading...