Kisruh Organisasi Massa, Berita Medsos Jangan Buat KNPI Terpecah

Maraknya berita di media sosial (medsos) terkait legalitas yang mengatasnamakan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) di luar kepemimpinan Muhammad Rifai Darus, SH, mengakibatkan kedaguhan antarsesama organisasi kepemudaan, khususnya KNPI.

“KNPI Medan berharap pemberitaan di medsos itu tidak membuat pecah belah di tubuh KNPI. Karena itu, kita telah meminta Presiden Joko Widodo untuk memerintahkan Kapolri, Menkumham, Menpora dan Menkominfo untuk menutup situs yang mengatasnamakan KNPI di luar kepemimpinan Muhammdad Rifai Darus,” ucap Ketua KNPI Kota Medan El Ardian Shah, saat ditemui Sumut 24, Kamis (4/2) siang.

El Adrian Shah menjelaskan, sejumlah tokoh pemuda di Sumut mengecam keras pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) KNPI Sumut versi Kongres Jakarta di Hotel Candi, Jalan Darussalam, Medan, Sabtu-Minggu (15-16/8/2015).

Kecaman muncul akibat Musda KNPI Sumut versi Jakarta itu tidak sesuai Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta tata tertib organisasi. Selain itu, sebanyak 27 Dewan Pengurus Daerah (DPD) KNPI Sumut juga menolak pelaksanaan musda tersebut.

“Pemuda Sumut tidak mengenal dualisme kepengurusan di tubuh KNPI. Kami hanya mengakui Munas di Papua. Karena itu, jangan sekali-kali memecah belah pemuda Sumut,” ucap El Ardian Shah mengingatkan.

El Ardian Shah tak memungkiri, musda tandingan yang digelar itu bisa merusak persatuan dan kondusifitas para pemuda yang selama ini telah terpelihara dengan baik. Di samping itu, pelaksanaan musda tersebut juga jelas-jelas tidak menghargai para sesepuh yang telah membina keharmonisan para pemuda di Sumut.

“Sikap pemuda di Sumut jelas dan tegas, yakni tidak menginginkan adanya upaya untuk merusak harmonisasi dan persatuan pemuda yang telah berjalan sangat baik selama ini,” tegasnya.

El Ardian Shah memastikan pemuda di Sumut tidak akan terjebak dalam dualisme kepengurusan di tubuh KNPI. Keyakinan itu, bukan diutarakan El Ardian Shah tanpa sebab. “Kami hanya mengakui Munas di Papua,” ujarnya.

Menyinggung soal hadirnya Plt Gubsu Tengku Erry Nuradi dan pejabat lainnya di acara musda di Medan itu, El Ardian Shah mengaku sangat menyesalkannya.

“Bagaimana Plt Gubsu Tengku Erry Nuradi dan pejabat lainnya bisa sampai hadir di sana? Itu yang kita sesalkan. Karena, hal itu sama artinya pejabat-pejabat itu ikut mendukung Musda KNPI versi Munas Jakarta itu,” sesalnya.(dio)