Keripik Cinta Mas Hendro Jadi Ikon Pelatihan Wira Usaha Ibu-Ibu di Langkat

39

Langkat I SUMUT 24

Sedikit nya 50 orang Ibu-Ibu mengikuti program pengembangan kapasitas usaha nbus akbar pelatihan pembuatan kripik singkong yang diadakan oleh BUMN PNM Mekar Area Langkat Regional Medan di lokasi usaha Keripik Cinta Mas Hendro, Jalinsum Medan-Aceh, Dusun 9 A, Perumnas Asabri, Desa Air Hitam, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, Rabu (1/5).

Kegiatan ini turut di hadiri oleh Forum Pimpinan Kecamatan Gebang. Dalam sambutan sekaligus membuka acara tersebut Camat Gebang Dra.M.Tuti Hendarsih S yang diwakili staf Hanizar Affandy menyampaikan, terima kasih kepada BUMN PNM Mekar yang telah melaksanakan kegiatan pelatihan bagi ibu-ibu di harapkan lewat ini bisa menambah penghasilan keluarga dan pergunakanlah modal usaha dengan baik. “Jangan pernah bosan mengikuti pelatihan ini,” pinta Hanizar Afandy.

Turut hadir perwakilan dari Danramil 12 Gebang dan Kapolsek Gebang.
Hanizar Afandy menambahkan, apresiasi saya atas keberhasilan usaha kripik cinta Mas Hendro menjadi ikon Kecamatan Gebang lewat jajanan cemilan nya telah mampu menembus pasar Aceh, Medan, Tebing Tinggi, Kaban Jahe dan daerah lainnya. “Sehingga memotivasi ibi-ibu hari ini untuk mengikuti pelatihan yang difasilitasi oleh Mas Hendro,” ujar Hanizar Afandy.

Budi Sentoso, Pimpinan Cabang Ulamm wilayah I Medan mengatakan, kegiatan pelatihan ini terlebih dahulu dilaksanakan selanjutnya di berikan pinjaman Rp2 juta s/d Rp5 jutaan bantuan modal.

“Tujuannya bisa tercipta Mas Hendro lainnya yang sukses lewat usaha keripik, harapannya melalui usaha ini bisa menambah penghasilan rumah tangga sehingga mampu mengurangi beban suami,” kata Budi Sentoso.

Tampak hadir Ocva Indah NST Maneger Wilyah Medan dan beberapa petinggi PNM lainnya. Penyampai materi sekaligus sebagai nara sumber Mas Hendro mengatakan, “untuk sukses salah satu kata kuncinya selalu berpikir positif dan tidak menyalahkan orang lain, intropeksi diri, siap menerima kritikan sebagai langkah awal untuk maju,” ujar Mas Hendro.

Secara terpisah masih dalam lokasi usaha milik Mas Hendro terlihat hilir mudik pembeli dan pekerja, tak jarang pembeli yang berasal dari arah Jalinsum Medan-Aceh harus antrian karena padat nya pengunjung.

Sesekali tampak mobil macet hingga ratusan meter, namun berkat kesigapan keamanan dan pekerja mampu mengurai kemacetan. Sedikitnya ada sekitar 200 orang pekerja yang terbagi 150 orang dilokasi Perumnas Asabri dan 50 orang lainnya dilokasi cabang Tanjung Beringin Hinai, Pasar 3 Dondong Stabat, Tegal Rejo Gebang.

Untuk gaji terbilang relatif, ada yang Rp30 ribu/hari, ada juga Rp100 ribu/hari hingga Rp200 ribu perhari. Dengan total pembayaran gaij hingga mencapai 200 juta/bulan. Sementara untuk bahan baku yang di butuhkan hingga mencapai 6 ton ubi kayu yang di peroleh dari Kecamatan Gebang, Aceh hingga Batu Bara.

Khairudin Ucok akrab disapa Ucok Keribo selaku Humas ketika dikomfirmasi mengatakan, Mas Hendro memulai usaha dari tahun 2008 dengan modal 5 kg ubi yang dijajakan kekedai-kedai. Sekitar tahun 2015 sudah berkembang pesat dan mampu membeli tempat usaha ini dengan modal sendiri.

“Untuk kripiknya terasa rapuh, gurih, renyah dan terutama sedikitpun tidak memakai bahan pengawet. Disini selalu dilaksanakan kegiatan UKM baik yang diadakan dari pemerintah maupun BUMN. Kita hanya memfasilitasi saja, Insya Allah jika pasokan ubi sudah terpenuhi kita akan menembus pasar luar negeri yaitu Malaisyia dan Vietnam. Kritik dan saran sangatkami harapkan dari pengunjung maupun masyarakat untuk lebih memajukan usaha keripik cinta Mas Hendro kedepan,” ucap Ucok Keribo. (dh)

Loading...