Kasus Kerangkeng Manusia Tuntas, Kompolnas Apresiasi Kinerja Kapolda Sumut

Jakarta I Sumut24.co
Kasus kerangkeng manusia yang melibatkan Bupati Langkat non aktif Terbit Rencana Peranginangin telah tuntas. Hasil dari kerja keras Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak mendapat apresiasi dari Kompolnas.

“Saya mengapresiasi kinerja Kapolda Sumut beserta jajarannya yang telah membongkar kasus kerangkeng manusia di Langkat,” ujar Ketua Harian Kompolnas Benny Mamoto, kemarin.

Pun demikian, Benny Mamoto menyatakan bahwa apa yang dilakukan Kapolda Sumut beserja jajarannya masih dinilai kurang sempurna, namun pihaknya memaklumi penanganan kasus ini belum semua terurai.

Dia meminta masyarakat tidak kaget jika dalam persidangan nanti banyak korban yang datang meminta restitusi. “Mereka akan muncul dan siapa tahu ada pembuktian baru dikasus ini. Jadi biar semua tahu dan polda juga tidak menutup diri. Prinsipnya kita dituntaskan sampai selesai,” terangnya.
Lihat juga
Polres Madina Dirikan “Lopo Gratis” Bagi-bagi Takjil Selama Ramadan
Restorative Justice, Kapoldasu Mediasi Kasus Pencemaran Nama Baik Tokoh Masyarakat

Diketahui, penyidik Polda Sumatera Utara (Sumut) menuntaskan kasus kerangkeng manusia di rumah pribadi Bupati Langkat Nonaktif Terbit Rencana Perangin-angin. Kasus ini telah menyeret 8 tersangka. Para tersangka sudah ditahan sejak Kamis(8/4/2022) malam di Rutan Mapolda Sumut selama 20 hari ke depan.

Selanjutnya kasus ini akan dilimpahkan ke jaksa dan memasuki persidangan. Penahanan para tersangka diumumkan Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, Jumat (8/4/2022).

Demikian dikatakan Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Simanjuntak saat mengundang tiga lembaga eksternal Kompolnas, Komnas HAM dan LPSK.

Penyidik Polda Sumut menahan 8 dari 9tersangkakasuskerangkengmanusia di rumah pribadiBupati LangkatNonaktif Terbit Rencana Peranging-angin. Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak mengatakan, delapan tersangka itu adalah Dewa Peranging-angin (DP) anak kandung dari Terbit. Kemudian, HS, IS, TS, RG, JS, HG dan SP.

Sementara satu tersangka lainnya yakni Terbit Rencana Peranging-angin sudah ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lantaran kasus korupsi yang menjeratnya. (Red)