Kasus Cabul ABG di Pakpak Bharat: Kasatres Mintak Orang Tua Tersangka Agar Menyerahkan Anaknya

0
229

PAKPAK BHARAT I SUMU24.Co
Terkait kasus cabul anak dibawah umur di Pakpak Bharat hingga saat ini belum juga ketangkap, walaupun pihak Kepolisian telah menerbitkan, Daftar Pencarian Orang (DPO). Keluarga korban sangat berharap pihak Kepolisian Pakpak Bharat segera menangkap pelakunya untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Kapolres Pakpak Bharat AKBP Rocky H ketika dikonfirmasi wartawan, Selasa (10/05/22) mengenai pelaku yang sudah masuk DPO tersebut mengatakan, untuk teknis penyidikannya ia meminta para awak media agar menghubungi Kasat Reskrim.

“Silahkan menghubungi Kasat Reskrim silih untuk teknis penyidikannya, Sepengetahuan saya sudah di proses tapi silahkan menghubungi Kasat Reskrim untuk lebih jelasnya atau nanti difampingi oleh kasi humas,” Ungkapnya.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Pakpak Bharat AKP Saut Rapollo saat di konfirmasi wartawan menjelaskan, Perkara tersebut tetap kami kejar namun belum menemukan keberadaan tersangka dan kami telah membuat Surat DPO terhadap tersangka dan untuk keluarga korban kalau ada informasi tentang keberadaan tersangka segera hubungi kami,” terangnya.

Saut Rapollo juga mengimbau kepada keluarga tersangka jika mengetahui keberadaan tersangka agar segera menyerahkan ke pihak kepolisian.

“Kepada orang tua dan saudara-saudaranya supaya menyerahkan anaknya,” tegasnya.

Sebelumnya ayah korban JS warga, Kecamatan Tinada, Kabupaten Pakpak Bharat menjelaskan kejadian ini bermula pada (12/9/2021) lalu putrinya sebut saja bunga (16) diajak jumpa sama tersangka di puskesmas.

“Anak saya sudah anggap pelaku sebagai abangnya karena satu marga, jadi permintaan jumpa dengan pelaku anak saya tak berpikir buruk apapun karena satu marga. Saat berjumpa di puskesmas anak saya langsung dimasukkan ke dalam mobil ambulans,” katanya, Senin (14/3).

“Anak saya dicabuli oleh tersangka, anak saya tak bisa berbuat apa apa dia mau menjerit tak ada yang mendengar pada saat itu sore hari dan suasana keadaan sangat sepi sekali,” imbuhnya.

Usai puas melakukan aksi pencabulan tersebut terang JS, bunga sempat menendang kemaluan tersangka dan berlari menuju pulang. Ia sempat menangis lantaran takut dimarahin akhirnya korban memendam atas apa yang telah terjadi.

“Anak saya memendam semuanya karena takut, tapi yang membuat anak saya membuka mulai dari bulan September hingga Desember pelaku sering memeras anak saya dengan cara jika ia datang ke kedaiku saat anakku yang jaga dia minta rokok tapi tak dibayar,” terangnya.

“Tak hanya itu ia juga sempat meminta uang untuk ditransfer kan namun anak saya tak mau mengirim nya, yang lebih membuat kami malu video aksi pencabulan tersebut diduga tersebar dan kawan anak saya ada menyindir. Mendapat pengakuan seperti itu saya langsung melaporkan nya ke Polres Pakpak Bharat, pada (28/12/2021) lalu.

Dengan laporan polisi bernomor : LP/B/87/XII/2021/SPKT/POLRES PAKPAK BHARAT/POLDA SUMATERA UTARA aku JS sudah tiga bulan berjalan namun hingga kini pelaku belum juga tertangkap. Ia berharap agar pelaku mendapatkan hukuman yang sesuai dengan perbuatannya.

“Aku berharap agar pelaku segera ditangkap, anakku hingga saat ini masih trauma merasa malu atas perbuatan biadab pelaku,” pungkasnya. (W05)

Foto:Terduga pelaku pencabutan yang sudah masuk DPO Polres Pakpak Bharat (W05)

kendati demikian keluarga korban berharap agar pihak kepolisian khususnya pihak Polres Pakpak Bharat segera mencari dan menangkap pelaku agar dapat mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Saat dikonfirmasi via whatsapp Kapolres Pakpak Bharat AKBP Rocky H, mengatakan untuk teknisnya penyidikannya ia meminta wartawan agar menghubungi Kasat Reskrim.

“Silahkan menghubungi Kasat Reskrim silih untuk teknis penyidikannya, Sepengetahuan saya sudah di proses tapi silahkan menghubungi kasat reskrim untuk lebih jelasnya atau nanti didampingi oleh kasi humas,” katanya, Selasa (10/5).

Saat dikonfirmasi Kasat Reskrim Polres Pakpak Bharat, AKP Saut Rapollo menerangkan dalam perkara tersebut pihaknya membuat surat DPO terhadap tersangka.

“Dalam perkara tersebut kami belum menemukan keberadaan tersangka dan kami telah membuat Surat DPO terhadap tersangka dan untuk keluarga korban kalau ada informasi tentang keberadaan tersangka segera hubungi kami,” terangnya.

Saut Rapollo mengimbau kepada keluarga tersangka jika mengetahui keberadaan tersangka agar segera menyerahkan ke pihak kepolisian.

“Kepada orang tua dan saudara-saudaranya supaya menyerahkan anaknya,” tegasnya.

Sebelum nya diberitakan ayah korban berinisial JS warga Kecamatan Tinada Kabupaten Pakpak Bharat menjelaskan kejadian ini bermula pada (12/9/2021) lalu putrinya sebut saja bunga (16) diajak jumpa sama tersangka di puskesmas.

“Anak saya sudah anggap pelaku sebagai abangnya karena satu marga, jadi permintaan jumpa dengan pelaku anak saya tak berpikir buruk apapun karena satu marga. Saat berjumpa di puskesmas anak saya langsung dimasukkan ke dalam mobil ambulans,” katanya, Senin (14/3).

“Anak saya dicabuli oleh tersangka, anak saya tak bisa berbuat apa apa dia mau menjerit tak ada yang mendengar pada saat itu sore hari dan suasana keadaan sangat sepi sekali,” imbuhnya.

Usai puas melakukan aksi pencabulan tersebut terang JS, bunga sempat menendang kemaluan tersangka dan berlari menuju pulang. Ia sempat menangis lantaran takut dimarahin akhirnya korban memendam atas apa yang telah terjadi.

“Anak saya memendam semuanya karena takut, tapi yang membuat anak saya membuka mulai dari bulan September hingga Desember pelaku sering memeras anak saya dengan cara jika ia datang ke kedaiku saat anakku yang jaga dia minta rokok tapi tak dibayar,” terangnya.

“Tak hanya itu ia juga sempat meminta uang untuk ditransfer kan namun anak saya tak mau mengirim nya, yang lebih membuat kami malu video aksi pencabulan tersebut diduga tersebar dan kawan anak saya ada menyindir. Mendapat pengakuan seperti itu saya langsung melaporkan nya ke Polres Pakpak Bharatpada (28/12/2021) lalu,” tambahnya.

Laporan itu sesuai dengan laporan polisi nomor : LP/B/87/XII/2021/SPKT/POLRES PAKPAK BHARAT/POLDA SUMATERA UTARA aku JS sudah tiga bulan berjalan namun hingga kini pelaku belum juga tertangkap. Ia berharap agar pelaku mendapatkan hukuman yang sesuai dengan perbuatannya.

“Aku berharap agar pelaku segera ditangkap, anakku hingga saat ini masih trauma bdan malu atas perbuatan biadab pelaku,” pungkasnya. (W05)