Kapoldasu Kunker ke Polres Langkat : Preman Harus Dibersihkan dari Sumut

0
1185

LANGKAT | SUMUT24
Kapoldasu Irjen Pol Drs R Budi Winarso, menegaskan pihaknya memang fokus preman harus dibersihkan, karena selama ini mereka terkesan arogan dan sangat meresahkan masyarakat khususnya di Sumatera Utara.

“ Kita saat ini memang fokus membersihkan preman dari Sumut, karena sangat meresahkan masyarakat,” tegas Kapoldasu melalui Kabid Humas Poldasu Kombes Helfi Assegaf, saat menjawab pertanyaan wartawan terkait pemberantasan preman di Sumut, di Mapolres Langkat, Selasa (3/5).

Ditegaskan kembali, termasuk kegiatan premanisme juga harus dibersihkan, sehingga nantinya masyarakat tidak ada lagi merasa khawatir untuk melaksanakan berbagai kegiatannya di Sumatera Utara.

Sakit Hati

Terkait kasus Dosen Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Nur’ain Lubis (63) yang tewas dibunuh dengan cara digorok di bagian leher, Helfi Assegaf, menjelaskan motif pembunuhan tersebut karena sakit hati.

“ Tadi malam sudah dilakukan pemeriksaan terhadap tersangka dan berdasarkan keterangan dari pelaku, kita menerima informasi bahwa tersangka sakit hati terhadap korban. Selama ini sering dimarah dan diancam tidak diberikan nilai yang bagus jika tidak mengikuti perkuliahan korban,” ujar Helfi.

Dijelaskannya, korban ini diketahui sebagai dosen dan pembimbing dari tersangka, sedangkan pelaku jarang masuk pada mata kuliah yang bersangkutan. Karena merasa sakit hati pada pagi hari itu sebelum berangkat tersangka sudah mempersiapkan martel dan pisau untuk dibawa ke kampus.

Pada saat jam kosong, pelaku turun dan menunggu di depan ruang kelas. Kemudian ketika melihat korban turun dari ruang dosen menuju kamar mandi, tersangka mengikutinya dan menunggu keluar dari kamar mandi perempuan tersebut. Begitu keluar langsung ditusuk sebanyak 10 kali dibagian leher dan pergelangan tangannya.

Mengenai beberapa mahasiswa yang diamankan saat petugas hendak membawa pelaku dari gedung Fakultas Ekonomi, Kabid Humas Poldasu Kombes Helfi Assegaf, membenarkannya dan  mengakui ada beberapa mahasiswa yang diamankan guna dimintai keterangan.

“ Ada beberapa mahasiswa kita amankan untuk dimintai keterangannya, karena mereka ini menghalang-halangi pada saat proses evakuasi tersangka, bahkan Kapolresta Medan, Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto yang turun ke tempat kejadian perkara (TKP) juga ikut terkena tendangan akibat aksi mahasiswa itu,” terangnya.

Sebelumnya Kapoldasu Irjen Pol Drs R Budi Winarso bersama Ketua PD Bhayangkari Sumatera Utara beserta rombongan, disambut Kapolres Langkat AKBP Dwi Asmoro SIK MH ketika tiba di Mapolres Langkat, Stabat, Selasa (3/5) pagi.

Selanjutnya, Kapoldasu menyalami Waka Polres Langkat Kompol Bernard Panjaitan, Kabag Sumda Kompol Muhanif, Kabag Ren Kompol Sangka Saragih, Kabag Ops J Sitompul, Kasat Reskrim Polres Langkat AKP Agus Sobarna Praja SH SIK, Kasat Intelkam AKP Syahrial Effendi Siregar, Kasat Pol  Air AKP Malad Hirman, dan seluruh Kapolsek se-Jajaran Polres Langkat. (wit).