Kabag Kestra Ngaku Lupa Anggaran MTQ

LIMA PULUH-SUMUT24

Kepala Bagian Kesejahteraan Sosial (Kabag Kestra) Kabupaten Batubara, Syahri Syam mengaku tidak mengetahui berapa jumlah anggaran untuk pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) tahun 2015.

“Saya kan baru disini tahun 2015, jadi tidak tau persisnya berapa besaran jumlah anggaran untuk pelaksanaan MTQ. Nanti lah dilihat dulu dari DPA (Daftar Penunaan Anggaran) nya,” katanya saat dikonfirmasi SUMUT24, Selasa (31/5) di ruangannya.

Syahri Syam mengatakan, tidak mungkin masalah anggaran untuk kegiatan itu bisa disalah gunakan atau ada potongan, baik pada pemenang uang tunai maupun yang lainnya karena ada pemenang itu sampai umroh.

“Kegiatan ini juga bukan saja dilaksanakan tingkat kabupaten, tapi sampai proses tindak lanjut keprovinsi yang ditanggung anggaran APBD termasuk biaya petese peserta yang dikirim. Jadi tidak mungkin ada dipotong dan untuk kegiatan tahun 2015 semuanya sudah terealisasi,” katanya.

Disinggung terkait besaran anggaran pihak ketiga yang membantu kegiatan itu, Syahri Syam mengakui hanya PT Bank Sumut Cabang Lima Puluh membantu sebesar Rp 14 juta.

Namun saat ditanya berapa besaran anggaran yang ditampung APBD tiap tahun kegiatan itu, Syahri Syam lebih banyak berdiam.

Menanggapi pernyataan Kabag Kestra, Wasekjen DPD KNPI Kabupaten Batubara Rustam Efendy S.Ag menilai, sangat naif bila seorang pimpinan tidak mengetahui anggaran kegiatan itu.

“Ini aneh seorang pimpinan tidak tau berapa jumlah anggaran setiap kegiatan. Karenanya sudah selayaknya Sat Tipikor Polres Batubara melakukan penyelidikan kasus tersebut. Periksa semua pihak yang diduga turut bermain mengutak-atik anggaran umat”, tegasnya.

Sebelumnya, kelompok mahasiswa Batubara yang tergabung dalam LSM Laskar Anak Negeri (LARI) Kabupaten Batubara mulai membuka dugaan korupsi dana Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) daerah itu tahun 2014 – 2015 ditaksir senilai Rp 3 miliar. Dugaan tersebut terungkap dalam aksi unjukrasa yang digelar lembaga itu, kemarin, di kantor DPRD setempat.

Menyahuti tuntutan massa, anggota DPRD Kab Batubara Irwan Zuhri Lubis menyambut baik aspirasi yang disampaikan apalagi ini soal anggaran kegiatan keagamaan. “Saya menjamin akan merealisasikan aspirasi yang disampaikan karena kita ingin persoalan menjadi jelas dan tidak membiarkan oknum pejabat enak melenggang melakukan korupsi. Kalau benar kami akan merekomendasikan pencopotan oknum Kabag Kesos,” kata Irwan meski sedikit menyayangkan informasi hal itu terlambat sehingga tidak masuk dalam pembahasan LKPJ 2015. (jo)