Jelang Pilkades se Langkat, Jabidi Ritonga : Fiqur Anak Muda Punya semangat tinggi Peduli dengan pembangunan kampung halaman

0
786

Langkat I Sumut24.co
H. A. Jabidi Ritonga Putra kelahiran Desa Besilam Babussalam Kecamatan Padangtualang Langkat berharap, agar masyarakat khususnya pemuda untuk ikut serta dan mengawal proses dan tahapan Pilkades sampai pemilihan 19 Juni 2022 mendatang, waktunya memberikan pendidikan politik, kesadaran pembangunan serta perubahan ditingkat Desa masing masing, ini penting, karena Desa sekarang ini menjadi tujuan pembangunan secara Nasional, yang terpenting lagi, jaga kerukunan, kekompakan ditengah masyarakat, hindari perpecahan, mari bangun semangat kebersamaan dalam membangun Daerah

Mencermati sosok calon kepala Desa, saya melihat banyak fiqur anak muda, dengan setatus lulus akademik, punya semangat tinggi, peduli dengan pembangunan kampung halaman, ucapnya. Apalagi sekarang ini era perubahan sangat cepat, membutuhkan Sumber Daya Manusia yang kuat, sehat, energi, memiliki semangat.

Seperti di Desa Dogang Kecamatan Gebang Kabupaten Langkat, ada sosok Hendrik Hasibuan, nomor 5, kata A. Jabidi Ritonga, mantan Staf Khusus Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi tersebut.

Ada lagi nama Puputsah Putra, SH, Desa Pematang cengal Kecamatan Tanjungpura Langkat, nomor 2, ada nama Muhammad Syafri, SE nomor urut 4 di Desa Paya Perupuk Kecamatan Tanjungpura, ada Riza Ansyari, SPd,i Desa Teluk Bakung Tanjungpura Langkat, nomor 5.

Saya kira mereka anak anak muda yang punya visi besar, semangat yang ingin memajukan kampung halamannya, harus kita do’akan, dan dukung, sampaikan pada masyarakat, agar apa yang menjadi tujuan dapat tercapai.

Ingat, pemerintah secara nasional sangat serius untuk membangunan desa, jangan salah kasih amanah, jangan sampai anggaran Desa habis, kondisinya begitu begitu saja.

Lebih dari 600 kepala Desa di Indonesia sudah bersetatus terpidana dan penjara, tidak semua mereka karena korupsi dana Desa, melainkan karena mereka tidak faham mengelola, sehingga ini penting menjadi catatan kita, bahwa seorang kepala Desa harus memiliki pendidikan jelas, mampu melihat perubahan yang ada sekarang ini tutup lulusan Pondok Pesantren Ar Raudhatul Hasanah Medan tersebut.w03