Jakarta Dibom, Berikutnya Medan? *Polda Sumut Perketat Penjagaan Objek Vital

1676

MEDAN | SUMUT24

Pengamat intelijen Wawan Purwanto mengatakan, pola operasional teroris umumnya bersifat pengulangan terhadap daerah-daerah yang pernah mereka serang atau tempati.

“Di mana saja aksi teroris di dunia, umumnya lebih banyak menggunakan teori recycle of story. Mereka akan beraksi kembali di daerah-daerah yang pernah diserang,” kata Wawan, di Jakarta, Kamis (14/1).

Hal itu dilakukan karena kelompok teroris sudah memiliki data sangat detail tentang daerah tersebut. “Mapping area yang sangat valid. Sementara publik logika menyatakan tak mungkin teroris kembali ke daerah yang pernah mereka serang,” ungkap Wawan.

Wawan mencontohkan, pertama kali aksi teror itu terjadi di Jakarta. Setelah itu, pindah ke Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Lampung, Palembang, Medan, Aceh dan Poso, NTB dan kembali ke Jakarta lagi.

“Oleh karena itu kita tidak boleh lengah, sebab mereka mencari celah. Pada akhir tahun 2015 tercatat ada sekitar 46 calon pengantin. Katakan dalam peristiwa Sarinah ini dilumpuhkan lima. Berarti ada 41 calon pengantin lagi yang siap menjalankan tugasnya,” imbuh Wawan.

Menyikapi hal itu, Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) akan memperketat sistem keamanan di sejumlah objek vital dan aset-aset milik asing.

Meski sistem pengamanan telah dilakukan jauh sebelum peristiwa di pengeboman Jakarta, namun saat ini Poldasu akan lebih meningkatkan pengawasan mereka.

“Kita di Polda Sumut telah melakukan pengamanan secara langsung atau tidak langsung,” ucap Direktur Pengamanan Objek Vital Polda Sumut, Kombes Pol. Hery Subiansauri di Jalan Putri Hijau, Medan, Kamis (14/1).

Menurutnya, pengamanan dilakukan melalui kerjasama dengan masyarakat sehingga manfaat dan keamanan bisa dirasakan bersama.

“Kita telah melihat titik-titik yang dianggap rawan. Tingkat keamanan semakin tinggi setelah ada kejadian di Jakarta. Sebenarnya masyarakat yang banyak membantu mengamankan wilayah Sumatera Utara ini,” tambah Hery.

Ia menambahkan, pengamanan yang akan dilakukan meliputi konsulat asing, rumah makan cepat saji dan sejumlah lokasi lain yang dinilai rawan penyerangan.

Hery juga mengatakan patroli polisi akan ditingkatkan. Namun menurutnya peran serta masyarakat mempunyai peran yang cukup besar dalam mencegah peristiwa kejadian teror tersebut. Sebagaimana, masyarakat bisa mengawasi lingkungannya dan melaporkan hal-hal yang mencurigakan.

Lebih lanjut perwira berpangkat tiga melati emas ini mengharapkan masyarakat sumut tidak perlu khawatir dan tetap tenang sebab menurutnya polisi tetap akan menjaga kekondusifan di Sumut.

Selain itu menurutnya polisi belum menemukan adanya indikasi pelaku teror di Sumatera Utara meski hingga kini pohaknya terus berusaha mendeteksi gerakan-gerakan seperti itu.

Sementara Kesiagaan juga dilakukan olah jajaran Detasemen A Brimob Polda Sumut. “Kita sedang bersiaga di internal menunggu adanya arahan dari pimpinan,” kata Kaden A Brimob Polda Sumut, AKBD Dedy Indrianto.

Hingga saat ini menurut Dedy belum ada arahan dari pimpinan mereka. Namun demikian seluruh personil sudah siap untuk bergerak kapan saja dibutuhkan untuk memberi perlindungan kepada masyarakat.

Apalagi, brimob menurutnya sudah dibekali kemampuan dasar untuk menangani kasus bom. “Kalau olah TKP untuk bom kita sudah siap, kita punya kemampuan,” sebutnya.

Jauhi Resto Amerika

Sementara itu, Kepala Kepolisian Resor Kota Medan, Komisaris Besar Mardiaz Kusin Dwihananto mengaku kepada wartawan SUMUT24 bahwasanya sudah menurunkan seluruh anggotanya untuk melakukan penjagaan di sejumlah objek vital yang berada di Kota Medan.

Penjagaan dilakukan sekaitan dengan ledakan beruntun di Jakarta dan penjagaan tersebut di lakukan di Kota Medan juga selama 24 jam setiap harinya.

“Ada penebalan kusus pengamanan di setiap pos-pos polisi dan objek vital yang sudah titentukan terutama di tempat keramaian,” ungkap Mardiaz via WhatsApp, Kamis (14/1) siang.

Pasca dari ledaka Bom yang berada di Jakarta banyak tersebar informasi yang dihimpau oleh wartawan SUMUT24 mengatas namakan dari Direktur Intel Polda Metro Jaya yang menyebutkan meminta seluruh Warga Medan agar menghindari dan menjaga Kota Medan dan jangan singah ke semua tempat makanan dan minuman yang berbau dengan American Branded.

Menurut Informasi yang telah di dapatkan, Lokasi-lokasi tempat makan yang berbau Amerika sudah beberapanya di pasang bom, untuk minyakipi tegas isu yang sudah tersebar, Kapolresta Medan sendiri membuat koordinasi dengan tim Brimob Polda Sumut untuk membantu Kinerja penjagaan di Kota Medan.

“Angota sudah disebarkan ke titik keramaian di kota medan, dan kita berkerja sama dengan Brimob Polda Sumut,” ucapnya.

Pantauan Wartawan SUMUT24, di Polresta Medan sendiri terlihat sejumlah personil Provost yang berjaga-jaga di depan pintu masuk untuk melaksanakan rapat tersebut. Penjagaan siaga 1 tersebut supaya mengawasi gerak-gerik yang dicurigai. (sl/rc)