Taman Syech Kukut akan di Revitalisasi Pemko Solok Jadi Taman Literasi dan Budaya
Taman Syech Kukut akan di Revitalisasi Pemko Solok Jadi Taman Literasi dan Budaya
kota
MEDAN | SUMUT24.co
Baca Juga:
Terkait kasus pembunuhan dua bocah yang dilakukan oleh ayah tirinya, Kriminolog Dr Redyanto Sidi SH MH menilai, peristiwa pembunuhan yang tergolong sadis ini kuat dugaan sudah dilakukan berulang dan kejadian terkahir berujung maut ini adalah puncaknya.
“Faktor dendam dan sakit hati kemungkinan bisa jadi pemicu. Mungkin juga ada faktor lain seperti biasa melakukan kekerasan dan dipicu faktor narkoba,” ujar Redyanto, Rabu (24/06/2020).
Redyanto menilai, dengan tindakannya itu pelaku sangat layak untuk diancam humukan mati. Menurut Redyanto, lingkungan yang bebas dan luput dari pengawasan juga membuat pelaku jadi leluasa melakukan perbuatannya.
“Di sisi lain, faktor ekonomi bisa juga jadi pengaruh. Namun pada prinsipnya pelaku sudah punya niat hingga dapat momen yang tepat,” ungkapnya.
Saat disinggung apakah status pelaku yang lajang lalu menikahi istrinya yang janda membuat dia semena-mena dengan kedua anak tersebut, Redyanto mengamininya.
“Bisa juga orang yang merasa anak tersebut bukan anak kandungnya, tetapi malah merasa jadi beban sehingga dianggap tidak berharga keberadaan termasuk nyawanya. Jadi perbuatan pelaku ini bisa kita sebut psikopat,” tegas Redyanto.
Sebelumnya, pihak Kepolisian menggelar pra-rekonstruksi pembunuhan terhadap Iksan Fatilah(10) dan Rafa Anggara (5) yang dilakukan oleh ayah tiri kedua bocah malang tersebut di luar area Sekolah Global Prima Jalan Brigjen Katamso Medan.
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko yang dijumpai di lokasi mengatakan, dalam pra-rekonstruksi tersebut ada 17 adegan yang diperagakan oleh tersangka Rahmadsyah .
Dikatakan Kapolres, rekonstruksi itu dimulai dari tersangka dan kedua anak tirinya itu bertengkar hingga proses penghilangan nyawa bocah tersebut.
Berdasarkan pengakuan tersangka kepada polisi, dia sakit hati karena disebut oleh kedua anak itu sebagai bapak yang pelit karena tidak mau membelikan es krim.
“Anak-anak ini menyatakan bahwa bapaknya pelit, dia (korban) akan minta ibunya cari bapak baru. Itu keterangan awal dari tersangka,†kata Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko di sela pra-rekonstruksi kasus pembunuhan itu, Senin (22/6).
Sebelumnya, kedua bocah itu ditemukan tewas didalam parit samping bangunan Sekolah Global Prima Medan pada Mingg (21/6). Dalam menanggapi berita simpang siur yang meresahkan masyarakat serta para orang tua dan peserta didik.
Perguruan Global Prima, Kepala Sekolah SMP Global Prima Maria Linda SPd.MM memberitahukan kepada publik, bahwa kejadian pembunuhan terhadap dua anak yang dilakukan oleh ayah tirinya itu, terjadi di Jalan Brigjend Katamso, bukan di lingkungan/gedung Sekolah Global Prima.
“Dari hasil pra-rekonstruksi pihak kepolisian, kejadian pembunuhan tersebut dilakukan di rumah kos tersangka, dan tidak ada kaitannya dengan Sekolah Global Prima,†kata Maria Linda.
Maria Linda menyebutkan, pelaku membuang jenazah kedua korban di gang antara rumah warga dan gedung Sekolah Global Prima, dimana pada gang tersebut terdapat parit pembuangan warga.
“Pada hari Minggu, 21 Juni 2020, aparat kepolisian meminta bantuan kepada Sekolah Global Prima untuk memberikan akses jalan ke gang antara rumah warga, dengan gedung sekolah Global Prima tersebut, untuk memudahkan evakuasi korban. Dan pihak sekolah membantu pihak kepolisian dengan memberikan akses menuju gang antara rumah warga dengan gedung sekolah Global Prima tersebut agar korban dapat dievakuasi,†kata Maria Linda.
Maria juga menyampaikan, bahwa pihaknya tidak mengenal pelaku maupun korban. Pelaku bukanlah pegawai/staf di Sekolah Global Prima dan korban bukanlah murid Sekolah Global Prima.
“Kami mengimbau kepada khalayak ramai untuk tidak menyebarluaskan berita/informasi yang sesat, seolah-olah pembunuhan terjadi di lingkungan/gedung Sekolah Global Prima,â€kata Maria Linda.
Sementara dalam pra rekonstruksi yang digelar Polsek Medan Kota dan Polrestabes Medan di lokasi kejadian terungkap kalau tersangka menghabisi Iksan Fatilah (10) dan Rafa Anggara (5) di rumah kontrakannya secara sadis dan keji.
Wajah kedua korban saling diantukkan. Selanjutnya, wajah kedua korban dibenturkan ke dinding tembok. Setelah tidak berdaya, kedua korban dibaringkan, lalu bagian dadanya diinjak-injak tersangka hingga remuk dan meregang nyawa. Kemudian, jasad korban dibuang ke parit sekolah Global Prima Jalan Brigjen Katamso.
“Iya, habis dijedotin (diantukkan, red), terus diinjak-injak. Korban dibunuh di rumah kontrakan mereka,” ujar Kapolsek Medan Kota, Kompol Rikki Ramadhan melalui Kanit Reskrim, Iptu M Ainul Yaqin.
“Sementara masih kita dalami motifnya. Apakah dia marah karena dikatakan pelit dan akan minta ibunya cari bapak baru, atau mungkin ada motif lain,” ungkap Riko.(C04/W05)
Taman Syech Kukut akan di Revitalisasi Pemko Solok Jadi Taman Literasi dan Budaya
kota
Halal Bihalal Masyarakat Nagari Koto Laweh Sambut Bulan Suci Ramadhan diHadiri Bupati Solok.
kota
Bupati Solok Bersama Ketua TPPKK Kabupaten Solok Lakukan Aksi Donor Darah di GOR H. Agus Salim Padang
kota
MIT Jatanras Dit Reskrimum Polda Sumut Tangkap 2 Residivis Sindikat Curanmor Beraksi Puluhan Kali
kota
sumut24.co MedanWali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendorong percepatan penyelesaian revitalisasi Stadion Teladan agar fasilitas ola
kota
Bupati Saipullah Tutup MTQ XXV Madina 2026, 250 Peserta Berkompetisi
kota
Bupati Saipullah Buka Mubes III FPPAB Madina, Perkuat Sinergi Pemerintah dan Lembaga Adat
kota
Berlumpur Demi Rakyat! Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/TS Bangun Harapan Petani Sangkunur
kota
Air Kehidupan Itu Segera Mengalir, Berkat Gotong Royong Satgas TMMD 127 Kodim 0212/TS dan Warga
kota
Di Bawah Terik Matahari, Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/TS Jadi &039Malaikat Penolong&039 bagi Warga Sangkunur
kota