
Kejati Sumut Geledah Kantor PTPN I, Usut Dugaan Korupsi Penjualan Aset Triliunan Rupiah
Kejati Sumut Geledah Kantor PTPN I, Usut Dugaan Korupsi Penjualan Aset Triliunan Rupiah
kotaMEDAN|SUMUT24
Baca Juga:
Ada sekitar Enam camat se-Kota Medan dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fernando untuk menjadi saksi dalam kasus dugaan korupsi penyaluran dana hibah dan bantuan sosial (bansos) Tahun Anggaran (TA) 2012-2013 dengan terdakwa mantan Kepala Badan Kesbangpol dan Linmas Provsu, Eddy Syofian, Ada sedikitnya 10 Lembaga yang diverifikasi namun tidak dimonitoring.
Hal itu terungkap dalam ruang utama Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (13/4). Dalam keterangan Mual Harahap selaku anggota tim verifikasi dalam penyaluran dana yang mengatakan dirinya melakukan verifikasi terhadap 10 lembaga. Namun, ia tidak melakukan monitoring karena sibuk di kantor.
“Tidak ada kesulitan dalam menemukan alamat ke 10 lembaga tersebut. Saya tidak ada melakukan montoring karena sibuk di kantor,” ucapnya.
Selain Mual, Kelima saksi lain yakni Khairudin Rangkuti selaku Camat Medan Johor, Rudi Faisal Lubis selaku Camat Medan Belawan, Fahri selaku Camat Medan Sunggal, M Ali Sipahutar selaku Camat Medan Area, Parlindungan selaku Camat Medan Marelan dan Sutanto Lubis selaku Camat Medan Selayang. Sedangkan 2 saksi lain yang dihadirkan JPU yakni pejabat Kesbangpol dan Linmas Provsu, serta Kepling XI, Kelurahan Sei Sikambing, Kecamatan Medan Petisah, Subambang.
Dihadapan majelis hakim yang diketuai oleh Marsudin Nainggolan, semua saksi kompak mengatakan mengetahui adanya LSM ataupun Organisasi yang berada di wilayahnya setelah adanya pemanggilan dari pihak kejaksaan.
Hal itu diungkapkan seperti saksi Khairudin yang mengaku mengetahui ada lembaga maupun organisasi di wilayahnya setelah dipanggil pihak kejaksaan. “Saya tahunya setelah dipanggil kejaksaan,” katanya. Menurut saksi Rudi, di wilayahnya ada 2 organisasi.
Sementara itu, saksi Fahri menyebutkan ada 11 organisasi di wilayahnya. Namun, lanjutnya, setelah dicek Lurah ternyata 8 organisasi tidak ada kantornya. “Setelah dicek lurah, sebanyak 8 organisasi tidak ada kantornya,” sebutnya. Saksi lain, M Ali menuturkan sempat ada 2 organisasi di wilayahnya. “Tapi setelah saya jabat (Camat) tahun 2014, organisasinya tidak ada,” tuturnya.
Saksi Parlindungan menyatakan tidak ada organisasi di wilayahnya. Seluruh camat yang dihadirkan menyebut pejabat Kesbangpol dan Linmas Provsu tidak pernah menanyakan mereka tentang domisili organisasi calon penerima dana hibah.
Sedangkan saksi dari Kepling XI, Kelurahan Sei Sikambing, Kecamatan Medan Petisah, Subambang mengaku hanya ada 1 organisasi di wilayahnya.
“Organisasi ini tidak pernah komunikasi dengan saya. Kesbangpol dan Linmas juga tidak pernah menanyakan saya tentang domisili organisasi tersebut. Organisasi itu tidak pernah membuat kegiatan sosial,” tandasnya. (Iin)
Kejati Sumut Geledah Kantor PTPN I, Usut Dugaan Korupsi Penjualan Aset Triliunan Rupiah
kotaPalas sumut24.co Warga Desa Hapung Torop, Kecamatan Ulu Sosa, Kabupaten Padang Lawas (Palas) digemparkan oleh sebuah peristiwa tragis yang
HukumP. Sidimpuan sumut24.co Komisi Tiga DPRD Padangsidimpuan, Sumatera Utara (Sumut), segera memanggil manajemen Rumah Sakit (RS) Metta Medika
kotaP. Sidimpuan sumut24.co Upaya mendukung ketahanan pangan (ketapang) terus digalakkan di berbagai daerah. Kali ini, jajaran Polsek Batunadu
kotaP. Sidimpuan sumut24.co Semangat kolaborasi pemerintah dan masyarakat kembali terlihat di Desa Huta Koje, Kecamatan Padangsidimpuan Tengga
kotaMadina sumut24.co Wakil Bupati (Wabup) Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution menyampaikan pentingnya implementasi program P
kotaWali Kota menghadiri rapat Tim Percepatan Penurunan Stunting Aksi 3 Rembuk Stunting Tahun 2025
kotaBAKOPAM Sumut Gelar Jumat Berkah, Santuni Anak Asuh dan Duafa
kotaSertijab Plt. Kadis PUTRHUB Kabupaten Pakpak Bharat, Momentum Peralihan Kepemimpinan
kotaGelar Rakernis Kehumasan, Bidhumas Polda Sumut Perkuat Peran Humas sebagai Ujung Tombak Citra Polri
kota