Jumat, 29 Agustus 2025

Gerebek Judi Jackpot 2 Anggota Polisi di Massa 1 Sekarat, 1 Mobil Sedan Rusak

Administrator - Kamis, 14 April 2016 09:32 WIB
Gerebek Judi Jackpot 2 Anggota Polisi di Massa 1 Sekarat, 1 Mobil Sedan Rusak

PERCUTSEITUAN | SUMUT24 Ratusan warga Jalan Veteran Lorong 4 Desa Medan Estate, Senin (13/4) sekira pukul 22.00 Wib mengamuk. Saat 2 pria yang mengaku anggota polisi, ingin menyita mesin jackpot yang beroperasi di kampung tersebut.

Baca Juga:

Warga yang sempat menanyakan KTA (Kartu Tanda Pengenal) dua oknum polisi itu mencoba melawan. Pasalnya, kedua oknum polisi tersebut tak mau memperlihatkan apa yang diminta warga. Namun, kedua oknum polisi itu, menodongkan pistol ke arah warga. Alhasil, warga emosi dan langsung menghakimi keduanya.

Akibatnya, salah seorang diantara anggota polisi tersebut yang diketahui bernama Daisal Andika (34) berpangkat Brigadir warga Jalan Dusun 4, Gang Musyawarah Desa Saintis Kecamatan Percut Sei Tuan kritis diamuk warga. Sedangkan salah seorang teman Faisal, yang belum diketahui identitasnya, berhasil kabur menyelamatkan diri.

Usai di massa, identitas Faisal yang terbukti anggota polisi diketahui, setelah petugas Polsek Percut Sei Tuan, memeriksa di dompet korban usai berada di rumah sakit. Dari dompetnya ditemukan kartu tanda anggota (KTA) Polri dengan Nomor Registrasi Prajurit (NRP) 83100246.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari lokasi kejadian menyebutkan, malam itu, dua oknum polisi itu datang ke lokasi mengendarai mobil Nissan Xtrail BK 1796 BC warna Hitam. Diduga kedatangan keduanya untuk menggerebek adanya sarana judi jackpot yang berada dilokasi.

Namun, kedatangan keduanya langsung disambut dengan kerumunan para pemain jackpot dan warga sekitar. Kedua polisi dari unit Shabara Poldasu itu pun terlibat perang urat kepada salah seorang warga, pada saat akan menyita mesin judi jackpot dari salah seorang rumah warga.

Kedua oknum polisi itu lantas sempat terjadi senggolan atas seorang warga, hingga emosi warga tersulut. Sehingga, kedua belah pihak sama-sama emosi.

Faisal, lantas mengambil pistol dari balik pinggangnya, dan mencoba menakuti warga dengan menodongkan pistol tersebut.

Warga yang geram, lantas meneriaki keduanya dan melempari kedua polisi berpakaian pereman itu dengan batu. Karena tak mampu melawan ratusan warga, Faisal dan temannya mencoba lari ke dalam mobilnya guna kabur dari situ.

Namun warga tak mau tinggal diam, dengan batu dan alat seadanya, warga kembali melempari kedua polisi itu di dalam mobil hingga tak bisa kabur.

Terperangkap dari kepungan warga, Faisal tak mampu menahan pukulan bertubi-tubi dari warga yang menyeretnya keluar dari dalam mobilnya. Akibatnya, Fasil bercucuran darah dari kepala serta tubuhnya.

Tak mau konyol, teman Faisal lantas kabur ke arah belakang rumah warga yang menembus Tol Pasar 12, Desa Laut Dendang.

Petugas Polsek Percut Sei Tuan, yang tiba dilokasi, langsung melakukan pengecekan dan pendataan di lokasi. Selanjutnya, tubuh Faisal yang tergeletak lemas tak sadarkan diri, diangkut ke mobil Patroli untuk dibawa ke RS. Haji Medan yang tak jauh dari lokasi.

Amatan dilokasi, terlihat ratusan warga berkumpul dilokasi kejadian. Dari ramainya warga, seorang warga yang tidak mau menyeburkan identitasnya mengatakan, kalau kedua oknum yang mengaku polisi enggan menunjukan KTA Polri, malah menodongkan pistol kearah warga.

“Sebenarnya gini pak, tadi dua orang ini datang kesini dan ngaku anggota polisi. Jadi mau diambilnya mesin jackpot warga. Pas ditanyai surat tugas dan KTA nya, mereka gak mau menunjukan. Warga marah dan mereka menodongkan pistol. Yah diamuk, warga sekalianlah,” terang pria berkumis yang merupakan warga sekitar.

Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan, AKP Hendrik Temaluru, mengaku belum bisa memberikan banyak keterangan. Pasalnya kasus tersebut masih diselidiki pihaknya.

Dia juga mengaku belum bisa memastikan apakah Brigadir Faisal anggota Sat Sabhara Polda Sumut atau bukan. “Belum bisa kita pastikan, sedang lidik. Ini saya masih mau melihatnya di rumah sakit,” sebut Hendrik.

Sementara, Kanit Intel Polsek Percut Sei Tuan, AKP Plat Bangun, membenarkan jika Faisal adalah anggota Polri yang bertugas di Sat Sabhara Poldasu. Namun, dirinya mengatakan, kalau Faisal adalah polisi Diserse yang berarti polisi bermasalah, karena sudah lebih 2 tahun tak masuk kantor tanpa kejelasan.

“Faisal itu polisi yang bermasalah. Sudah 2 tahun lebih gak masuk kantor tanpa adanya laporan. Kalau kawannya, saya belum tau,” jelasnya.(sdr)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Kejati Sumut Geledah Kantor PTPN I, Usut Dugaan Korupsi Penjualan Aset Triliunan Rupiah
Cinta Berujung Maut,Janda Muda di Palas Tewas di Tangan Sang Mantan
RS Metta Medika Tuai Sorotan, Komisi Tiga DPRD Padangsidimpuan Segera Panggil Pihak Manajemen dan Gelar RDP
Dukung Program Pemerintah, Polsek Batunadua dan Warga Pudun Julu Padangsidimpuan Tanam Jagung Pipil
AKBP Wira Prayatna Tekankan Pentingnya Kualitas Panen di Program Jagung Ketapang kota Padangsidimpuan
Kunjungan Wabup Madina ke desa Adianjior, Atika Nasution : Program PKK Benar-Benar harus Dirasakan Masyarakat
komentar
beritaTerbaru