
Kejati Sumut Geledah Kantor PTPN I, Usut Dugaan Korupsi Penjualan Aset Triliunan Rupiah
Kejati Sumut Geledah Kantor PTPN I, Usut Dugaan Korupsi Penjualan Aset Triliunan Rupiah
kotaMEDAN | SUMUT24 Pihak rumah sakit Mitra Sejati Titi Kuning diduga sempat menahan bayi milik seorang pasien miskin bernama Masdiana Lubis (19), warga Lingkungan II Kelurahan Aur Kecamatan Medan Maimoon, Senin (11/4). Saat diwawancarai wartawan di lantai II, ruang Teratai No 09 Rumah Sakit Mitra Sejati, sekitar pukul 09.00 WIB Masdiana yang kini masih dalam kondisi nifas dan lemah bercerita kalau dirinya sempat disuruh pulang kerumahnya oleh salah seorang perawat seraya mengatakan kalau surat BPJS nya tidak diurus dalam beberapa hari maka bayinya harus ditahan pihak rumah sakit. Sekilas, Masdiana yang juga ibu beranak empat ini merupakan warga miskin yang tinggal di Gang Satria lingkungan II Kelurahan Aur Kecamatan Medan Maimoon. Ibu beranak empat ini bercerita kalau sejak kandungan putri keempatnya yang baru dilahirkannya berusia 2 bulan, suaminya yang seorang pengangguran pergi meninggalkannya. Ia juga mengaku pihak keluarga suaminya tidak mempedulikan dirinya sehingga ia harus hidup menumpang di salah satu warga yang juga warga miskin di rumah milik Yanti. Masdina dilarikan ke rumah sakit Mitra Sejati pada Sabtu (9/4), setelah kandung ketubannya pecah. Namun karena hidupnya yang susah, ia tidak memiliki kartu BPJS. “Dulu saya sempat urus bang, tapi karena gak punya duit, gak mampu saya mengurusnya lagi. Jangankan ngurus dan membayar BPJS tiap bulan, buat makan pun susah. Bahkan sampai anak saya lahir, keluarga suamiku saya tak ada yang peduli,” ucap Masdiana sedih sambil menggendong bayinya. Meski pasrah, dirinya mengaku sangat membutuhkan uluran tangan dermawan. “Saya takut kalau anak saya harus ditahan bang. Saya pasrah dan berharap keajaiban akan datang membantu saya bang,” ucapnya. Usai mewawancarai Masdiana, wartawan sempat menghubungi Camat Medan Maimun M. Yasir terkait hal tersebut. Ia sempat menampik ada warganya yang ditahan pihak rumah sakit Mitra Sejati Titi Kuning terkait tidak adanya biaya dan kartu jaminan sosial BPJS. Namun demikian ia menyarankan agar pihak keluarga pasien segera melapor ke kecamatan. “Kita tunggu laporan keluarganya. Kalau memang ada warga yang melapor, ” kita akan fasilitasi,”ucap Yasir dari seberang teleponnya saat dihubungi wartawan sekitar pukul 16.00 WIB. Demikian juga dengan Fitri lurah lingkungan II Kelurahan Aur Kecamatan Medan Maimoon. Ia mengaku telah mendapat laporan dari tetangga Masdiana dan pihaknya berjanji akan segera menyelesaikan administrasi sebagai jaminan untuk biaya rumah sakit. “Kita sudah terima bang dan akan segera kita urus. Kita janji karena sudah tanggung jawab kita memfasilitasi warga kita yang kurang mampu,” terangnya (SL)
Baca Juga:Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Kejati Sumut Geledah Kantor PTPN I, Usut Dugaan Korupsi Penjualan Aset Triliunan Rupiah
kotaPalas sumut24.co Warga Desa Hapung Torop, Kecamatan Ulu Sosa, Kabupaten Padang Lawas (Palas) digemparkan oleh sebuah peristiwa tragis yang
HukumP. Sidimpuan sumut24.co Komisi Tiga DPRD Padangsidimpuan, Sumatera Utara (Sumut), segera memanggil manajemen Rumah Sakit (RS) Metta Medika
kotaP. Sidimpuan sumut24.co Upaya mendukung ketahanan pangan (ketapang) terus digalakkan di berbagai daerah. Kali ini, jajaran Polsek Batunadu
kotaP. Sidimpuan sumut24.co Semangat kolaborasi pemerintah dan masyarakat kembali terlihat di Desa Huta Koje, Kecamatan Padangsidimpuan Tengga
kotaMadina sumut24.co Wakil Bupati (Wabup) Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution menyampaikan pentingnya implementasi program P
kotaWali Kota menghadiri rapat Tim Percepatan Penurunan Stunting Aksi 3 Rembuk Stunting Tahun 2025
kotaBAKOPAM Sumut Gelar Jumat Berkah, Santuni Anak Asuh dan Duafa
kotaSertijab Plt. Kadis PUTRHUB Kabupaten Pakpak Bharat, Momentum Peralihan Kepemimpinan
kotaGelar Rakernis Kehumasan, Bidhumas Polda Sumut Perkuat Peran Humas sebagai Ujung Tombak Citra Polri
kota