
Kejati Sumut Geledah Kantor PTPN I, Usut Dugaan Korupsi Penjualan Aset Triliunan Rupiah
Kejati Sumut Geledah Kantor PTPN I, Usut Dugaan Korupsi Penjualan Aset Triliunan Rupiah
kotaLIMA PULUH | SUMUT24 Rayhan (7) bocah kelas 1 SD Negeri 010197 Lubuk Cuik Kecamatan Lima Puluh Kabupaten Batubara yang hilang empat hari lalu, akhirnya ditemukan tewas mengapung di dalam parit yang digenangi air berukuran selutut orang dewasa, tepatnya di Afdeling Tiga PTPN IV Perkebunan Tanah Itam Ulu (TIU), Jum’at (8/4) sekira pukul 15.40 wib. Menurut informasi diterima SUMUT24, mayat pertama kali ditemukan Renaldi (15) dan Priya Ariandi (20) dua orang remaja warga Purwo Dadi Desa Tanah Itam Ilir yang hendak memancing ikan dilokasi itu. Bocah malang anak pasangan almarhum Durrahman dan Julia (27) warga Dusun V Desa Bulan-bulan Kecamatan Limapuluh yang dikabarkan menjadi korban penculikan seorang naik becak motor ditemukan dalam posisi telungkup, mata kiri terluka, lidah menjulur, tubuh terlihat biru dan mulai membusuk dan memakai seragam sekolah dibajunya bertuliskan nama Rayhan. “Tadi kami rencananya mau mancing ikan sambil ngangon dekat paret itu, tapi karena ada mencium seperti bau bangkai lalu kami cari sumbernya dan sewaktu ditemukan kampi pikir itu boneka rupanya mayat manusia. Melihat itu aku sama Priya langsung lari ke rumah pak Sakirin (40) kepala dusun,” terang Renaldi. Sakirin pun memberitahukan penemuan itu pada Kades Tugianto dan melapor pada Sat Reskrim Polres Batubara. Warga pun spontan berdatangan melihat tempat penemuan mayat Rayhan. Keluarga korban yang melihat di TKP menangis hiteris karena tidak percaya hal itu terjadi. “Ya Allah salah apa kemanakan saya itu, sampai tega ada orang yang berbuat seperti itu sama dia,” ucap Rahman (22) paman korban. Polisi yang turun dipimpin Kanit Resum Polres Batubara Aiptu Wahidin, mengindentifikasi serta mengevakuasi mayat. Selanjutnya dibawa menuju RSUD Djasamen Saragih Pematang Siantar gula outopsi. Kapolres Batubara AKBP M Agung Suyono SiK melalui Kasat Reskrim AKP M Arif Batubara SH SiK didampingi Kanit Resum Aiptu Wahidin, masih menyelidiki motif kasus kematian ini bersama anggotanya. Polisi sudah melakukan olah TKP. “Kita masih belum tahu apa penyebab tewasnya korban, namun untuk lebih lanjut nanti kita akan melakukan autopsi terlebih dahulu dan baru bisa menyimpulka setelah hasilnya keluar,” kata Wahidin Terpisah sejumlah warga dan keluarga Rayhan meminta pada pihak kepolisian Polres Batubara segerah mungkin membongkar kasus kematian bocah yang tak berdosa itu. “Kami kaget Rayhan ditemukan tewas setelah empat hari menghilang itu. Salah apalah anak kecil kayak gitu. Kita sangat berharap pada polisi bisa membongkar kasus ini sampai tuntas,” ungkap Iwan (40) yang mengaku kerabat korban. (jo)
Baca Juga:Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Kejati Sumut Geledah Kantor PTPN I, Usut Dugaan Korupsi Penjualan Aset Triliunan Rupiah
kotaPalas sumut24.co Warga Desa Hapung Torop, Kecamatan Ulu Sosa, Kabupaten Padang Lawas (Palas) digemparkan oleh sebuah peristiwa tragis yang
HukumP. Sidimpuan sumut24.co Komisi Tiga DPRD Padangsidimpuan, Sumatera Utara (Sumut), segera memanggil manajemen Rumah Sakit (RS) Metta Medika
kotaP. Sidimpuan sumut24.co Upaya mendukung ketahanan pangan (ketapang) terus digalakkan di berbagai daerah. Kali ini, jajaran Polsek Batunadu
kotaP. Sidimpuan sumut24.co Semangat kolaborasi pemerintah dan masyarakat kembali terlihat di Desa Huta Koje, Kecamatan Padangsidimpuan Tengga
kotaMadina sumut24.co Wakil Bupati (Wabup) Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution menyampaikan pentingnya implementasi program P
kotaWali Kota menghadiri rapat Tim Percepatan Penurunan Stunting Aksi 3 Rembuk Stunting Tahun 2025
kotaBAKOPAM Sumut Gelar Jumat Berkah, Santuni Anak Asuh dan Duafa
kotaSertijab Plt. Kadis PUTRHUB Kabupaten Pakpak Bharat, Momentum Peralihan Kepemimpinan
kotaGelar Rakernis Kehumasan, Bidhumas Polda Sumut Perkuat Peran Humas sebagai Ujung Tombak Citra Polri
kota