
Kejati Sumut Geledah Kantor PTPN I, Usut Dugaan Korupsi Penjualan Aset Triliunan Rupiah
Kejati Sumut Geledah Kantor PTPN I, Usut Dugaan Korupsi Penjualan Aset Triliunan Rupiah
kotaPANCURBATU | SUMUT24 Pembacokan yang telah dialami oleh Najir Masjid yang bernama Mahdin Sembiring warga Jalan Letjen Jamin Ginting Dusun I Desa Bintang Meriah Kecamatan Pancur Batu beberapa waktu yang lalu telah sidang perdana di Pengadilan Negeri Pancurbatu. Anehnya, dalam sidang tersebut hakim dan jaksa meminta agar si nazir memaafkan perlakuan yang telah dilakukan terdakwa. Sehingga proses persidangan ricuh, sebab korban pembacokan dan keluarga tidak terima dengan jalannya persidangan tersebut.
Baca Juga:
Anita selaku jaksa mengatakan jika memang terbukti terdakwa melakukan percobaan pembunuhan dengam membacok Mahdin hanya dikenakan hukuman penjara 3 tahun saja. Begitu juga Sabar Simbolon selaku hakim dalam persidangan itu, sebab bukti bukti tentang pembacokan itu tidak banyak yang mengarah pada percobaan pembunuhan.
Tampak Mahdin sebagai korban perbacokan sangat kecewa melihat hukum yang ada di desanya sendiri yaitu Pancurbatu diduga adanya kongkalikong. “Saya sebagai korban sangat kecewa melihat hukum di tanah kelahiran saya diduga dapat diperjualbeikan dengan aparat hukum,â€katanya kemarin.
Mahdin yang masih dalam perawatan meminta agar aparat hukum di Deliserdang segera memeriksa aparat hukum di Pancurbatu, sebab menurutnya hukum di Pancurbatu masih sangat lemah. “Saya tidak tahu apakah dari KPK atau Polda untuk memeriksa kinerja hukum di pancurbatu, sebab orang yang jelas-jelas tersangka, yang telah melakukan pembacokan terhadap diri saya hanya dikenakan ancaman penjara 3 tahun,” ujarnya.
Bahkan herannya, ada beberapa bukti yang telah dihilangkan, padahal pembacokan yang langsung datang kerumah, mengobrak ngabrik rumah dan juga dianggap percobaan pembunuhan tidak setimpal dengan ancaman kurungan penjara tersebut.
“Saya meminta agar, hakim dan jaksa tidak pilih kasih dalam menengakkan hukum yang ada di Pancurbatu ini, jika memang sudah jelas salah dengan bukti-bukti dan saksi seharusnya dapat segera ditangani dengan hukuman yang setimpal dengan apa yang telah dilakukan mereka kepada saya,†katanya.
Selain itu, Mahdin lebih kecewa lagi jika hakim dan jaksa tidak mengabulkan keinginannya yang menginginkan sipelaku cepat diproses. Malah, sidang ditunda hingga Senin depan (4/4) dengan alasan bukti bukti belum konkrit.
“Saya memohon kepada aparat hukum Deleserdang untuk mengusut hakim dan jaksa ditiap persidangan agar tidak melakukan kecurangan dalam persidangan Senin depan,â€pungkasnya.(nis)
Kejati Sumut Geledah Kantor PTPN I, Usut Dugaan Korupsi Penjualan Aset Triliunan Rupiah
kotaPalas sumut24.co Warga Desa Hapung Torop, Kecamatan Ulu Sosa, Kabupaten Padang Lawas (Palas) digemparkan oleh sebuah peristiwa tragis yang
HukumP. Sidimpuan sumut24.co Komisi Tiga DPRD Padangsidimpuan, Sumatera Utara (Sumut), segera memanggil manajemen Rumah Sakit (RS) Metta Medika
kotaP. Sidimpuan sumut24.co Upaya mendukung ketahanan pangan (ketapang) terus digalakkan di berbagai daerah. Kali ini, jajaran Polsek Batunadu
kotaP. Sidimpuan sumut24.co Semangat kolaborasi pemerintah dan masyarakat kembali terlihat di Desa Huta Koje, Kecamatan Padangsidimpuan Tengga
kotaMadina sumut24.co Wakil Bupati (Wabup) Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution menyampaikan pentingnya implementasi program P
kotaWali Kota menghadiri rapat Tim Percepatan Penurunan Stunting Aksi 3 Rembuk Stunting Tahun 2025
kotaBAKOPAM Sumut Gelar Jumat Berkah, Santuni Anak Asuh dan Duafa
kotaSertijab Plt. Kadis PUTRHUB Kabupaten Pakpak Bharat, Momentum Peralihan Kepemimpinan
kotaGelar Rakernis Kehumasan, Bidhumas Polda Sumut Perkuat Peran Humas sebagai Ujung Tombak Citra Polri
kota