
AKBP Wira Prayatna Tekankan Pentingnya Kualitas Panen di Program Jagung Ketapang kota Padangsidimpuan
P. Sidimpuan sumut24.co Semangat kolaborasi pemerintah dan masyarakat kembali terlihat di Desa Huta Koje, Kecamatan Padangsidimpuan Tengga
kotaMEDAN | SUMUT24 Mayat pria tanpa identitas yang mengenakan kaus hitam menggegerkan ratusan warga yang tinggal di Jalan Mangkubumi Aur Medan Maimun. Mayat pria tersebut ditemukan dalam kondisi telungkup di pinggir aliran Sungai Deli.
Baca Juga:
- AKBP Wira Prayatna Tekankan Pentingnya Kualitas Panen di Program Jagung Ketapang kota Padangsidimpuan
- Kunjungan Wabup Madina ke desa Adianjior, Atika Nasution : Program PKK Benar-Benar Dirasakan Masyarakat
- Wali Kota menghadiri rapat Tim Percepatan Penurunan Stunting Aksi 3 Rembuk Stunting Tahun 2025
“Ditemukan sekitar jam lima (17.00 WIB) tadi. Kebetulan ada warga yang lewat di pinggir sungai, terus melihat ada mayat mengambang,” kata pria mengaku bernama Rakesh, Rabu (16/3) sore.
Sesaat menemukan mayat tersebut, warga pun langsung heboh. Mereka kemudian menghubungi petugas Polsek Medan Kota.
“Tadi langsung melapor ke polisi. Inilah, belum diangkat jugak dari sungai,” kata warga.
Pantauan, warga yang merasa penasaran tampak berkumpul di bantaran sungai. Mereka mengaku tidak mengenal pria tersebut, karena wajahnya menghadap sungai.
Hingga saat ini, polisi masih melakukan pemeriksaan di lapangan. Belum diketahui secara pasti apa penyebab kematian korban.
Selain itu mayat pria ini diduga baru satu malam terendam di dalam air. Pasalnya, tubuh korban belum menggelembung seperti halnya korban-korban tewas tenggelam pada umumnya.
Saat dievakuasi ke atas daratan, jenazah pria yang mengenakan kaus hitam celana panjang ini sudah kaku. Bagian tubuhnya juga sudah tampak mengelupas, namun belum mengeluarkan bau.
“Kalau satu malam, mungkin saja pak. Karena jenazahnya belum gembung. Apalagi kondisinya belum berbau,” ungkap sejumlah warga di lokasi penemuan mayat.
Diduga kuat, korban tewas karena tergelincir ke dalam sungai. Namun belum diketahui secara pasti kenapa korban bisa tenggelam.
“Warga sini aja enggak ada yang berani main-main di sungai ini pak. Karena banyak lubuk (lubang) nya,” ungkap sejumlah warga.
Mencuat kabar jika korban tewas karena berusaha kabur saat penggerebekan berlangsung.
“Beberapa hari lalu memang ada penggerebekan pak. Tapi enggak tau jugak, apakah korban ini tewas karena lompat saat digerebek, atau memang karena tergelincir,” ungkap sejumlah warga.
Warga mengatakan, kalaupun korban lompat saat digerebek, diduga kuat korban terjerumus dalam lubuk (lobang) dalam yang ada di tengah sungai. Sebab, kata warga, sungai di Jalan Mangkubumi cukup dalam.
“Di tengah sungai ini banyak lubuk pak. Kalau udah masuk ke lubuk, pasti ukurannya mati. Kami sendiri aja pun enggak berani main ke dalam sungai,” ungkap pria berkulit hitam keturunan tamil yang kedua tangannya dipenuhi rajahan tatto.
Dari pantauan, setelah mendapat kabar adanya penemuan mayat, tim identifikasi Polresta Medan langsung turun ke lokasi. Jenazah sempat diambil gambarnya dan diambil sidik jarinya.
Setelah diperiksa, jenazah kemudian dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Medan. Di sana, jenazah akan diautopsi. (SL)
P. Sidimpuan sumut24.co Semangat kolaborasi pemerintah dan masyarakat kembali terlihat di Desa Huta Koje, Kecamatan Padangsidimpuan Tengga
kotaMadina sumut24.co Wakil Bupati (Wabup) Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution menyampaikan pentingnya implementasi program P
kotaWali Kota menghadiri rapat Tim Percepatan Penurunan Stunting Aksi 3 Rembuk Stunting Tahun 2025
kotaBAKOPAM Sumut Gelar Jumat Berkah, Santuni Anak Asuh dan Duafa
kotaSertijab Plt. Kadis PUTRHUB Kabupaten Pakpak Bharat, Momentum Peralihan Kepemimpinan
kotaGelar Rakernis Kehumasan, Bidhumas Polda Sumut Perkuat Peran Humas sebagai Ujung Tombak Citra Polri
kotaKetua Umum JMSI Jadi &lsquoTokoh Media Berpengaruh&rsquo Versi MAT 2025
kotasumut24.co ASAHAN, Dialog Cipayung Plus dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) seAsahan bersama DPRD Kabupaten Asahan serta Forum Komunikasi
Newssumut24.co JAKARTA, Gerakan penguatan Zakat, Infaq, dan Shadaqah (ZIS) di Kabupaten Asahan mendapatkan pengakuan nasional. Dalam ajang BAZN
NewsDugaan Penyimpangan Anggaran di RSJ Prof. Dr. Ildrem, Ismail Lubis Belum Kembalikan Rp564 Juta Kerugian Negara
kota