
Memaknai Istilah “Circle KPK”: Antara Muryanto, Bobby, dan Topan
Memaknai Istilah &ldquoCircle KPK&rdquo Antara Muryanto, Bobby, dan Topan
kotaMEDAN |SUMUT24 Insiden percobaan penyerangan sejumlah siswa SMAN 2 ke SMA Harapan di Jalan Imam Bonjol, kemarin (8/8) sempat membuat panik sejumlah pengendara motor dan mobil yang melintas di depan SMA Harapan. Guna meredam ketakutan masyarakat, polisi pun mengimbau seluruh Kepala Sekolah SMA di Kota Medan untuk memantau aktivitas siswanya.
Baca Juga:
“Dalam hal ini, kami mengimbau kepada tiap-tiap kepala sekolah dan guru-guru untuk selalu memantau dan mengawasi kegiatan siswanya. Jangan sampai para siswa ini melakukan tawuran yang merugikan masyarakat,” kata Kapolsek Medan Baru Komisaris Ronni Bonic, Selasa (9/8).
Dijelaskan Ronni Bonic, pihak sekolah juga harus mampu melihat indikasi tindakan menyimpang para siswa. Jika ditemukan siswa berkumpul-kumpul, ada baiknya diminta membubarkan diri.
“Sekolah harus imbau siswa-siswa ini. Mereka harus diberi pengarahan untuk tidak melakukan tindakan anarkis,” kata Ronni.
Dalam kasus ini, lima orang siswa SMAN 2 sempat diamankan ke Polsek Medan Baru. Mereka yang diamankan itu sempat mencoba melakukan penyerangan ke SMA Harapan.
Setelah menjalani proses penyelidikan, kelima siswa tersebut dipulangkan. Mereka diminta membuat surat perjanjian.
“Saya harapkan, para kepala sekolah bisa mengarahkan para siswa ke arah yang lebih positif,” ungkap Ronni.
Lima Siswa SMAN 2 Dipulangkan Sementara itu, lima orang siswa dari SMA Negeri 2 yang sempat terlibat percobaan penyerangan ke sekolah SMA Harapan di Jalan Imam Bonjol akhirnya dipulangkan polisi. Kelimanya sempat didata dan dimintai identitas lengkapnya agar tidak mengulangi lagi perbuatan kriminal tersebut.
“Setelah kami amankan kemarin, kelima siswa itu kami data. Kemudian kami panggil orangtuanya masing-masing,” kata Kapolsekta Medan Baru, Komisaris Ronni Bonic, Selasa (9/8).
Bonic menjelaskan, selain memanggil orangtua siswa, ia juga memanggil pihak sekolah. Para siswa yang terlibat percobaan penyerangan itu akan diberikan teguran dari sekolahnya.
“Mereka yang kami amankan membuat surat perjanjian. Setelah itu kami pulangkan ke orangtuanya masing-masing,” kata Bonic.
Sebelumnya, sejumlah siswa SMAN 2 bersama siswa SMAN 5 mendatangi SMA Harapan dengan menunggangi motor. Mereka berencana melakukan penyerangan pascapertandingan futsal di gedung olahraga (GOR) Jalan Pancing, Medan.
Diduga kuat, persoalan ini karena salah paham saat berada di lapangan. Siswa SMAN 2 tidak terima dengan ucapan kotor siswa SMA Harapan. (R02)
Memaknai Istilah &ldquoCircle KPK&rdquo Antara Muryanto, Bobby, dan Topan
kotaDemokrat Usulkan Anjar Asmara Isi Kekosongan Wakil Bupati Ciamis
kotaUsut Keterlibatan Mantan Bupati Deliserdang dalam Kasus Penjualan Aset PTPN II
kotaPerumda Tirtanadi Makin Permudah Pelanggan Bayar Tagihan Air Melalui Bank dan Virtual Account MEDANSumut24.coPerusahaan Umum Daerah (Perumd
NewsTerlapor di Polda Metro Jaya, PT PAM Mineral Kini Disomasi PT Celebes Adhi Perkasa
kotaKapolda Sumut Apresiasi Mahasiswa dan Ojol Gelar Unjuk Rasa Dengan Damai di DPRD Sumut
kotaKEMBALI DIPENTASKAN, &039BUNGA PENUTUP ABAD HADIR DENGAN NASKAH SEGAR DAN PANGGUNG PUTARJakartaSumut24.co Berbahagialah dia yang makan d
NewsUNIQLO x COMPTOIR DES COTONNIERS Hadirkan Koleksi Fall/Winter 2025 Parisian Chic dalam Sentuhan Modern Tersedia mulai 19 September 2025 Jak
NewsEvia Vivi Fortuna, ST.MM, Kadis PUPR Kabupaten Solok Dapat Prioritas Nasional DAK 2026 Fokus Kembangkan Infrastruktur Kawasan Produksi Pan
kotaAll for One, One for All Polda Sumut Tegaskan Kolaborasi Kunci Berantas Narkoba
kota