Hingga 2015, Pertamina Sumbagut Salurkan Rp 42,6 Milyar CSR

Medan | Sumut24
Pertamina Sumatera Bagian Utara untuk wilayah Sumatera Bagian Utara, hingga tahun 2016 telah  membina lebih dari 10 ribu mitra binaan, diantaranya sebanyak 7 ribu mitra binaan di Sumatera Utara. Sepanjang tahun 2013 hingga 2015, Pertamina telah menyalurkan sebesar Rp 42,6 milyar untuk program CSR dan SMEPP di Sumatera bagian Utara.
Sedangkan untuk Sumatera Utara itu sendiri adalah sebesar Rp 15,2 milyar. Sejumlah pameran pun rutin diikutkan Pertamina kepada para mitra diantaranya Inacraft di Jakarta, Adiwastra Nusantara di Jakarta, Agrobisnis di Jakarta, Pekan Raya Sumatera Utara, Pekan Inovasi Sumatera Utara.
Beragam unit usaha yang telah dibantu Pertamina, antara lain pengembangan Batik Medan yang dikelola oleh Nurcahaya sejak menjadi mitra binaan Pertamina. Usaha yang dirintis oleh Nurcahaya ini dimulai dari ketertarikannya melestarikan budaya lokal yaitu Batik. Pertamina sebagai perusahaan milik bangsa pun tertarik untuk membantu Nurcahaya melestarikan budaya tersebut dan menjadi mitra binaan sejak tahun 2014.
Muhammad Toyib selaku Pjs. Area Manager CSR & SMEPP Pertamina Sumbagut mengatakan bahwa Pertamina melalui program CSR & SMEPP senantiasa mencari dan memberdayakan para pengusaha kecil dan menengah agar dapat melestarikan budaya lokal maupun membantu mereka dalam pengembangan usahanya.
“Program CSR & SMEPP Pertamina menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasional kami. Program tersebut disalurkan melalui berbagai bidang seperti kesehatan, pendidikan, lingkungan dan pemberdayaan masyarakat”, ujar Toyib saat melakukan kunjungan Batik Medan, Selasa (12/4) di Jalan Letda Sujono/Jalan Bantan Gang Baru Medan Tembung.
Dalam Kesempatan ini Nucahaya yang diwakili  anaknya pertamanya, Zuhair mengatakan bahwa sejak tahun 2008 Ibu mengikuti pelatihan-pelatihan membatik, karena sudah memahami cara membatik maka Ibunya bersama anak-anaknya di tahun 2009 mulai mengembangkan usahanya.
“Yang membedakan jenis batik motif khas Sumatera Utara ini adalah bentuk, goresan dari canting yang tidak berbentuk bintik. Canting yang mengukir kain berupa garis yang terus tersambung di atas media kain” ungkap Zuhair.
Menurutnya usaha ini juga akan menjadi media untuk mempertahankan budaya suku batak, karena melihat ukiran-ukiran sudah mulia hilang pada bangunan-bangunan adat mengikuti perkembangan zaman, begitu juga membantu dalam membuka lapangan pekerjaan baru serta berterimakasih kepada Pertamina melalui programnya yang telah membantu selama ini.
Terkait dengan pinjaman modal usaha yang diberikan Pertamina kepada pelaku usaha Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Adapun total bantuan yang diberikan adalah sebesar 315 juta rupiah dengan sektor usaha masing-masing perindustrian, perdagangan, dan pertanian.  “Selain 3 sektor tersebut, Pertamina juga memberikan kesempatan pada pengembangan usaha di 4 bidang lainnya, peternakan, perkebunan, perikanan, dan jasa. Sebagai bentuk kepedulian terhadap kemajuan UMKM, Pertamina juga mengikusertakan mitra binaan untuk pameran-pameran. Mulai dari pameran daerah hingga pameran nasional,”pungkasnya.(nis)