Legitimasi Kuat! Perda Tanah Ulayat Angkola Dan Mandailing Tidak Bertentangan, Justru Memperkuat Asas Nasionalitas”
Legitimasi Kuat! Perda Tanah Ulayat Angkola Dan Mandailing Tidak Bertentangan, Justru Memperkuat Asas Nasionalitas&rdquo
kota
Medan I Sumut24.co Ratusan Muslim yang tergabung dalam Aliansi Penyelamatan Masjid Amal Silaturahim (APMAS) kembali menggelar unjuk rasa, Jumat (1/11) siang hingga sore. Kali ini massa mendatangi Kantor Perumnas Regional I di Jalan Matahari Raya, Helvetia Medan, Sumatera Utara.
Baca Juga:
Mereka bergerak dari Masjid Amal Silaturahim yang berada di Jalan Timah Putih, Kecamatan Medan Area, menuju lokasi aksi dengan cara mengendarai sepeda motor dan menumpangi dua mobil odong-odong. Sepanjang perjalanan massa mengibarkan bendera tauhid, bendera merah putih dan menunjukkan poster-poster yang bertuliskan tuntutan mereka.
Setibanya di titik aksi, massa berbaris tepat di gerbang kantor Perumnas. Secara berganti mereka berorasi menyampaikan tuntutannya ke pihak Perumnas.
1. Massa menuntut perumnas bertanggungjawab terkait penyerobotan barang di Masjid Amal Silaturahim.
Ketua Badan Kenaziran Masjid (BKM) Amal Silaturahim, Indra Syafi’i mengatakan, mereka menuntut Perumnas harus bertanggung jawab terhadap penyerobotan harta-harta di Masjid Amal Silaturahim. Karena aktor intelektual dari aksi penyerobotan itu adalah pihak Perumnas.
“Kenapa kami tau aktornya Perumnas, karena barang-barang masjid yang diambil secara paksa mereka simpan di ruangan Perumnas yang berada tepat di sebelah masjid kami,” kata Indra kepada wartawan di lokasi aksi.
Baca Juga: Masjid Amal Silaturahim Medan Dijarah, Ratusan Orang Berunjuk Rasa
2. Massa mendesak polisi untuk menangkap pimpinan Perumnas.
Masih dikatakan Indra, jika terbukti perusakan dan pengambilan barang- barang di Masjid Amal Silaturahim atas perintah pimpinan Perumnas. Maka pihak kepolisian harus segera menangkapnya berikut dengan pelaku-pelaku lainnya.
“Karena polisi yang bisa menentukan hukum, benar atau salah. Jika itu tidak dilakukan, maka di minggu ketiga kami akan kembali berunjuk rasa ke Polrestabes Medan.
3. BKM menyayangkan polisi melepas enam terduga pelaku yang sempat ditangkap
Untuk kerugian materi, Indra mengaku sudah melaporkannya ke Polsek Medan Area dan nilai kerugiannya sekitar Rp103 juta. Namun untuk kerugian immaterialnya belum dihitung.
Ketika ditanyai perkembangan kasusnya, Indra dengan nada sedikit kecewa menyebut sudah enam orang yang sempat diciduk polisi, namun dilepaskan kembali.
“Mereka hanya diambil keterangan saja. Dan kami tidak setuju dengan itu. Kami mau para pelaku dan aktor intelektualnya segera diciduk,” tegas Indra.
Indra menjelaskan situasi di Masjid Amal Silaturahim sekarang sudah dalam kondisi aman dan kondusif. Aktivitas ibadah juga sudah berjalan seperti biasanya. Malah jamaahnya semakin bertambah.
Indra mengaku BKM dan jamaah sudah ada menerima surat dari pihak Perumnas yang isinya pada 1 November 2019 masjid yang baru akan dikembalikan kepada Perumnas. Namun, informasi terbaru yang mereka dapat hal itu ditunda sampai dengan 5 November 2019.
“Harapan kami, kalaupun nantinya masjid ini ada dua silahkan. Tapi jangan ada ribut antara umat,” jelas Indra.(red)
Legitimasi Kuat! Perda Tanah Ulayat Angkola Dan Mandailing Tidak Bertentangan, Justru Memperkuat Asas Nasionalitas&rdquo
kota
Bobby Nasution Tekankan Kekompakan kepada Taruna Akpol dan Akmil
kota
Gubernur Bobby Nasution Hadiri Pembukaan Sinode ke65 HKI di Medan
kota
Pemprov Sumut Sinkronkan dan Perbarui Lima Sektor Prioritas Pascabencana
kota
Piala Gubernur Sumut 2025/2026 Jadi Liga 4 Pertama Gunakan Operator Swasta Layaknya Liga Profesional
kota
Gubernur Bobby Nasution Terima Aspirasi Serikat Pekerja Kehutanan
kota
APA YANG HILANG DARI TANAH MANDAILING???
kota
Perkuat Kolaborasi Pendidikan, UNPAB Hadiri Penandatanganan Kerja Sama Program Kebanksentralan Bank Indonesia
kota
Silaturahmi Strategis! Kapolres Padangsidimpuan AKBP Dr. Wira Prayatna dan BNNK Tapsel Kompak Lawan Narkotika
kota
Halal bi Halal Penuh Makna! Kapolres Padangsidimpuan AKBP Dr. Wira Prayatna dan JMSI Tabagsel Kompak Jaga Kondusivitas Kota, Siap Perkuat Si
kota