Jumat, 27 Maret 2026

"Galian Bauksit" Mampu Tarik Wisatawan Mancanegara

Administrator - Senin, 21 Oktober 2019 10:08 WIB

BINTAN I SUMUT24.co Kalau dipandang sepintas sebenarnya tak ada yang menarik, Namun ternyata bekas galian bauksit yang sekarang menjadi gurun pasir di Kecamatan Tanjung Uban Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau mampu menarik wisatawan mancanegara dari tiongkok, china dan hongkong termasuk turis lokal. Kalau dibanding tempat-tempat wisata di Sumut tak kalah menarik, namun akibat kurang promosi sehingga sangat sedikit wisatawan yang mengenal tempat-tempat wisata tersebut.

Baca Juga:

Gurun pasir di Tanjung uban menjadi tujuan wisata mancanaegara, setiap harinya gurun pasir ini didatangi wisatawan mencapai 300-500 orang perharinya, Ucap Yani yang juga Guide kepada Wartawan, kemarin.

Gurun Pasir Telaga Biru di Dusun Busung, Kecamatan Tanjung Uban, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau.

Walaupun tempatnya panas seperti gurun di arab timur tengaj, namun tidak menghambat langkah turis lokal dan mancanegara untuk mengunjunginya walaupun hanya sebataa berfoto-foto dan aktifitas lainnya. Di gurun pasir itu juga terdapat telaga biru yang memukai para turis lokal dan mancanegara.

Berada di tempat ini seolah sedang berada di Timur Tengah. Sejauh mata memandang hanya ada hamparan pasir putih, telaga-telaga air berwarna biru mirip oase, dan terik matahari yang menyengat.

Kabag Pelayanan Media Harvina Zuhra melihat keindahan telaga biru di gurun pasir.

Gurun Pasir Telaga Biru di Dusun Busung, Kecamatan Tanjung Uban, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Letaknya sekitar 45 menit perjalanan darat dari bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjung Pinang maupun dari pelabuhan Tanjung Pinang. Jika dari pelabuhan Tanjung Uban hanya sekitar 15 menit saja.

Tidak disangka jika gurun pasir ini sebelumnya adalah area penambangan pasir bauksit yang kini sudah mengeras seperti karang. Penambangan sudah lama dihentikan sejak Orde Baru masa pemerintahan Presiden Soeharto.

Bekas galian bauksit yang sekarang menjadi gurun pasir di Kecamatan Tanjung Uban Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau mampu menarik wisatawan mancanegara .tampak Wartawan Pemprovsu mengabadikan dirinya ditengah gurun pasir yang menyengat.

Puluhan tahun hanya terbengkalai, cekungan-cekungan bekas galian terisi air hujan yang lama kelamaan berubah menjadi telaga air berwarna biru.

“Dulu di sini penambangan pasir yang diekspor ke Singapura, sekitar tahun 1980an, lalu dihentikan pada masa Presiden Soeharto. Puluhan tahun hanya dibiarkan saja, oleh warga kemudian dikelola jadi tempat wisata sampai sekarang,” ujar Tono (34) warga setempat.

Setelah dibuka untuk wisata, gurun telaga biru ramai dikunjungi wisatawan. Sebagian besar mereka takjub dengan hamparan pasir seluas 6.000 hektar ini dan birunya telaga di tengah-tengahnya.

seorang wartawati senior turis lokal berpose bagaikan model

Wisatawan tidak perlu bayar tiket masuk, mereka hanya akan dikenakan tarif parkir kendaraan Rp 2.000 untuk sepeda motor dan Rp 5.000 untuk mobil. Sebanyak 31 orang wartawan yang berunit di Pemprovsu berkesempatan mengunjungi tempat tersebut dalam rangka pengayaan wawasan wartawan yang dipimpin Kabag Pelayanan Media Harvina Zuhra dan Koordinator Wartawan Pemprovsu Khairul Muslim.(W03)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Bupati Darma Wijaya Sampaikan LKPJ 2025, IPM Sergai Meningkat Signifikan
Sinergi Layanan Kesehatan Diperkuat, Bupati Sergai Tekankan Pemerataan hingga Desa
Mahfud MD Apresiasi Rahmat Shah di HUT ke-15 Monumen Keadilan
PHR Zona 1 Jaga Operasi Produksi Tetap Aman dan Andal di Momen Lebaran
Apel Pagi Pasca Idul Fitri 1447 H, Rektor UNPAB Tekankan Semangat Kebersamaan dan Peningkatan Kompetensi
Jasa Marga Catat Lebih Dari 2,8 Juta Kendaraan melintas di Ruas Tol Regional Nusantara Hingga H+4 Idulfitri 1447H/2026*
komentar
beritaTerbaru